Parasit Pada Ikan dan Gejalanya

Ikan terkena serangan parasit  ikan

Ikan terkena serangan parasit lcbthyopthyrius (white spot)

Parasit pada ikan merupakan salah satu penyebab ikan sakit dan serangannya juga cukup signifikan atau nyata sehingga banyak menyebabkan kerugian, baik ikan konsumsi maupun ikan hias.

Ukuran organsme parasit pada ikan ini bervariasi, mulai dari yang paling kecil yaitu protozoa bersel tunggal sampai yang besar berupa hewan yang dapat dilihat dengan mata telanjang seperti kutu air. Parasit parasit ini ada yang menyerang di bagian luar ikan seperti kuit maupun di bagian dalam tubuh seperti usus.

Penyakit bintik putih (white spot)

Penyakit white spot sangat terkenal karena menyerang hampir semua jenis ikan air tawar dan menimbulkan banyak kerugian. Penyakit yang disebabkan oleh parasit yang bernama Ichtyophyrius multifilis ini amat cepat penularan dan penyebarannya.

Ikan yag terinfeksi berat umumnya akan berenang ke permukaan air dan sering menggosok gosokan badannya ke dinding bak atau akuarium karena mungkin terasa gatal. Gesekan tersebut bisa menyebabkan luka pada kulit ikan dan mengundang jamur untuk menginfeksinya. Ikan yang sakit cenderung akan bergerombol atau berkumpul di tempat yang dangkal, apabila serangan bintik ini parah dan meluas ke seluruh tubuh, dapat menyebabkan kematian pada ikan.

Penyebaran penyakit akan cepat, terutama pada kodisi suhu rendah 15 – 25C. Lingkungan yang bersuhu 30C dapat memutus siklus hidup parasit. Oleh sebab itu, perlakuan dengan suhu tinggi amat baik untuk menahan maupun mengobati serangan parasit ini.

Serangan parasit ikan ini dianggap cukup hebat karena umumnya bila ikan sekali tertular, terutama saat benih akan menyebabkan kematian secara massal. Penularannya dapat melalui taaman air maupun pakan alami.

Pengobatan ikan yang sudah terserang parasit ini sebaiknya dilakukan secara hati hati, terutama untuk ikan yang tidak bersisik karena umumnya amat peka atau sensitif terhadap obat obatan. Menaikkan suhu air sampai 32C merupakan pengobatan yang efektif. Selain itu, membiarkan akuarium / kolam kosong selama seminggu juga dapat memutus siklus hidup parasit ini.

Larutan methylen blue sebanyak 0,7 – 1 mgl dapat mengbobati ikan yang belum parah. Formalin 0,025 ml/l yang dicampur dengan malachite green oxalat 0,1 mg/l dapat digunakan untuk perendaman ikan selama 12 – 24 jam, terutama pada ikan yang terserang agak arah atau adanya kombinasi infeksi dengan jamur. Bila obat obatan tersebut tidak ada, dapat dilakukan perendaman dalam garam dapur sebanyak 4 g/l selama 5 – 10 menit, kemudian diikuti pemindahan ke tempat air yang bersih. Namun perendaman dengan garam dapur ini hanya efektif terhadap ikan yang terkea infeksi ringan saja. Oleh karena siklus hidup parasit ini terjadi selama 6 hari maka pengobata sebaiknya dilakukan berturut turut selama 6 – 7 hari.

Penyakit Sisik atau Kulit Kotor

Penyakit yang menyebabkan kulit atau sisik ikan menjadi kotor, terkelupas dan tidak licin ini disebabkan oleh protozoa seperti Trichodiia sp, Chilodonella sp atau cacing monogenetik Gyrodactylus sp. Parasit ika tersebut sangat tahan terhadap fluktuasi suhu dan akan merajalela pada suhu dibawah 25C, pada suhu tinggi yaitu sekitar 32C parasit ini akan mati.

Gejala penyakit ini ditandai denan mucosa atau lendir pada badan ikan yang berlebihan dan seperti ditempeli debu debu. Selain itu, kulit tampak mengelupas dan keputihan. Pada infeksi berat, bisa terjadi pembengkakan dan kulit akan menjadi lebih gelap. Ikan akan sering menggosok gosokan badan ke dinding akuarium atau kolak dan menggeletak didasar kolam karena lemas. Apabila parasit menyerang insang, akan terjadi pembengkakan di daerah insang dan gerakan tutup buka insang akan lebih cepat. Kematian ikan akan terjadi terus menerus setiap hari, teatapi tidak massal, terutama ppada ikan kecil/muda. Pengobatan dapat dikerjakan dengan direndam dalam formalin secara cepat atau short dipping. Penggunaan garam dapur tidak dapat mengobati penyakit ini karena parasit yang resisten terhadap salinitas. Obat obatan seperti PK juga cukup baik digunakkan. Pengendalian yang paling efektif dengan perlakuan suhu hangat sekitar 30 – 32C.

Penyakit Velvet

Penyakit ini disebabkan oleh parasit dari spesies Oodinium sp. Gejala ikan yang terserang penyakit ini hampir saa dengan penyakit white spot, yakni ikan akan menggosok gosokan badan ke dinding akuarium / kolam atau substrat lain seperti kayu, batu atau sarang bila ada. Pergerakan insang juga lebih cepat.  Pada badan ikan tidak terdapat bintik bintik putih, tetapi ada bangunan seperti selaput atau berca kuning abu abu di kulit atau sirip. Kulit akan terkelupas dengan bentuk garis garis atau strip strip dan terlihat jelas bila terkena sinar.

Badan ikan banyak mengeluarkan lendir dan warnanya menjadi lebih gelap. Biasanya, ikan menjadi malas atau tidak mau makan. Air kolam akan terlihat keruh keputihan. Pada serangan yang hebat, terutama bila yang diserang insang, ikan akan mati tanpa ada tanda tanda sakit di luar tubuh. Penyakit ini banyak menyerang ikan ikan dari jenis killfish seperti golden wonder atau kepala timah, kelompok Anabantidae (bangsa cupang) dan mas koki. Selain itu, jenis Cichlidae seperti diskus dan maanvis juga sering terserang.

Parasit Oodinium sp, mempunyai spora yang dapat berpindah dari ikan ke ikan sebagai cara penularannya. Spora dapat hidup bebas di luar badan ikan selama sekitar 24 jam sampai beberapa hari sebelum menemukan ikan sebagai tempat menempel. Parasit berkembang dan menjadi dewasa pada badan ikan. Siklus hidupnya sekitar 10 hari pada suhu 23 – 25C dan dapat lebih lama pada suhu yang lebih dingin.

Pengobatan penyakit velvet seperti pengobatan penyakit white spot, yakni dengan perlakuan suhu hangat, terutama bila suhu dibuat agak tinggi di atas 27C. Pengobatan dengan garam juga cukup baik dan efektif, hanya saja harus berhati hati karena umumnya jenis ikan dari famili Anabantidae tidak terlalu toleran terhadap garam.

Penyakit Guppy

Protozoa rambut getar yang dikenal dengan nama Tetrahymena merupakan parasit yang sering menyerang ikan guppy sehingga penyakitnya dikenal dengan nama guppy disease. Ikan lain juga kerap diserang oleh parasit ini, antara lain ikan platty, molly dan beberapa jenis tetra.

Gejala penyakit ini tidak spesifik, tetapi hampi mirip dengan white spot. Pada kulit ikan juga terdapat bintik bintik putih yang diikuti dengan bengkak bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Kulit lama kelamaan akan terkelupas beserta sisiknya sehingga tingkah laku berenang menjadi abnormal. Pada serangan yang serius, ikan bayak mati.

Penyakit ini menyerang ikan yang kondisinya menurun, misalnya ikan yang baru datang dari jauh atau kurang pakan, maupun ikan yang hidup di air yang kualitasnya jelek.  Pengobatan dengan obat obat yang digunakan pada penyakit white spot dapat menolong. Pemberian garam dapur pada air kolam / akuarium dapat mencegah penyakit ini.

Kutu Ikan

Kutu ikan ini termasuk dalam kelas Crustacea tingkat rendah seperti Argulus sp dan Ergasilus sp. Bentuk Argulus, pipih seperti cakram dan berdiameter hingga 10 mm sehingga mudah dilihat dengan mata biasa. Umumnya parasit ikan ini melekat dan menyerang kulit dan sirip dengan pengait (sucker) yang tajam hingga masuk ke kulit dan menembus daging. Kutu ikan akan menghisap darah dan cairan di dalam badan ikan.

Parasit ini jarang terdapat pada ikan yang dipelihara pada akuarium, tetapi sering dijumpai pada ikan yang dipelihara di bak atau kolam. Iritasi atau luka yang diakibatkan parasit ini dapat menyebabkan infeksi bakteri, virus atau jamur.

Ikan yang terserang parasit ini memperlihatkan gejala sering menggosok gosokan badan ke dinding kolam atau melompat lompat. Pada daerah yang terinfeksi, dapat terjadi bercak merah sampai kehitaman dan kadang disertai infeksi sekunder bakteri atau jamur. Penyakit ini banyak menyerang ikan mas koki, koi dan ikan ikan beranak.

Ergasilus sp umumnya masuk melalui mulut ikan lalu menyerang bagian insang. Parasit ini lebih banyak menyerang ikan konsumsi daripada ikan hias. Ergasilus berukuran 0,5 – 3 mm dan berwarna putih sehingga kerap dinamai belatung putih. Parasit ini sering muncul pada musim panas. Diperkirakan parasit ini masuk ke tempat budidaya saaat berbentuk telur dan masuk bersama pakan alami. Setelah menetas parasit ini akan masuk ke badan ikan. Ergasilus dewasa tahan selama 15 hari di luar tubuh ikan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan penambahan garam daput sekitar 1 g/l ke dalam air pemeliharaan. Ikan yang sudah terserang dapat direndam ke dalam garam dapur 20 g/l, formalin 0,025 ml/l atau PK 2-5 mg/l selama 30 menit. Perlakuan harus dikerjakan setiap hari sampai parasit hilang. Argulus dapat diambil atau dicabut secara manual dengan pinset satu per satu.

Related Posts

Add Comment