Peluang Bisnis Tanaman Hias Pachypodium

bisnis pachypodiumPeluang bisnis tanaman hias pachypodium begitu menggiurkan. Tak bisa dipungkiri lagi, tanaman hias ini telah menyejajarkan diri dengan tanaman hias papan atas lain di Indonesia. Salah satu pebisnis tanaman hias di Yogyakarta yang sudah memasok seedling Pachypodium lamerei dan P. geayii ke jakarta secara rutin sejak tahun 2007 lalu. Jumlahnya tak tanggung tanggung mencapai 40.000 ribu polybag per bulan. Itu belum termasuk ribuan pot seedling P. saundersii yang dikirim secara rutin.

Beberapa pebisnis tanaman hias dijakarta juga melakukan hal yang sama. Sebuah nurseri di tanggerang yang semula hanya memajang Adenium, kini bahkan memenuhi raknya dengan ribuan pot kecil hasil semaian biji pachypodium. Penjualan tanaman hias pachypodium memang cukup menjanjikan karena banyak orang yang membeli tanaman hias ini untuk dijadikan tanaman hias mempercantik meja kantornya. Hal ini karena tanaman pachypodium dapat mudah perawatannya dan dapat dijadikan tanaman indoor.

PachypodiumSelain lamerei dan gaeyii, jenis pachypodium baronii, rosulatum, horombense, eborneum dan brevicaule termasuk yang getol diperbanyak. Biji biji tersebut mereka peroleh dari importir atau mengimpor sendiri dari negara produsen seperti Amerika, Spanyol, Madagaskar dan Australia.

Harga benih pachypodium rata rata Rp 3.000/butir. Setelah disemai dan mencapai ukuran 5 – 7 cm (umur 3 – 4 bulan), Lamerei dan geayii dihargai sekitar Rp.20.000 per pot jika dijual grosiran dengan pembelian minimum 100 pot. Sementara itu, jika dijual eceran harganya mencapai Rp. 25.000 – 35.000 per pot. Sedangkan untuk yang memiliki ukuran 10 cm dijual dengan harga sekitar Rp. 60.000 – 75.000 per pot sedangkan untuk yang ukurannya diatas 20 cm harganya diatas Rp. 500.000 per tanaman. Harga ini yang berlaku per Agustus 2019.

Namun, bisnis pembibitan tanaman hias pachypodium bukan berarti tanpa resiko. Resiko terbesar biasanya dari gagalnya perkecambahan benih yang disemai. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh sifat genetik dan kualitas benih serta teknik penyemaiannya.

Secara genetik, daya kecambah setiap spesies pachypodium berbeda beda. Jenis tertentu, seperti brevicaule dikenal paling sulit berkecambah, presentasenya bahkan hanya 5% sehingga wajar jika spesies pachypodium brevicaule ini harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Jenis densiforum, horombense dan mikea mempunyai daya kecambah lebih baik yaitu mencapai 40%. Sementara itu soundersii dan geayi mencapai 60%. Presentase perkecambahan tertinggi terdapat pada jenis lamerei, yakni 70 – 90%. Angka tersebut merupakan presentase perkecambahan benih yang disemai dengan kondisi penyemaian yang optimal.

Dari segi kualitas, benih akan rusak jika disimpan terlalu lama (lebih dari 2 bulan). Pengemasan benih selama pengiriman juga mempengaruhi tingkat keberhasilan pertumbuhannya. Selama pengiriman benih pachypodium sebaiknya dikemas dalam vacuum pack dan disimpan dalam lemari pendingin.

Resiko lain dari bisnis tanaman hias pachypodium adalah pertumbuhan benih yang lambat. Bibit pachypodium sudah bisa dijual jika tingginya mencapai 5 cm. Ukuran tersebut umumnya dicapai dalam waktu 3 – 4 bulan sejak semai. Namun, jika teknik penyemaian dan perwatannya kurang tepat, waktu panen bibit bisa ditunda hingga mencapai 6 – 7 bulan. Karena itu, mulailah bisnis ini dengan skala kecil terlebih dahulu agar resiko kerugiannya bisa ditekan. Setelah berpengalaman, usaha bisa ditingkatkan lagi.

Segmen bisnis pachypodium yang bisa anda lakukan adalah usaha pembesaran. Pasalnya, semakin besar tanaman hias ini semakin tinggi pula harganya. Sebagai gambaran saundersii dan baronii setinggi 10 cm di Jakarta di hargai sekitar 100 ribu rupiah per pot. Sedangkan jenis brevicaule ukuran 10 cm harganya sekitar 125-150 ribu. Tetapi jika pachypodium tingginya sudah mencapai lebih dari 30 cm harganya sudah mencapai lebih dari 1 juta rupiah. Dari segmen bisnis ini, resiko yang mungkin terjadi adalah kematian tanaman.

Beberapa pebisnis juga mengimpor tanaman yang sudah besar untuk kemudian dijual lagi. Tanaman besar yang diimpor umumnya yag bentuknya unik dan mengalami kelaianan. Karena tanaman seperti ini merupakan barang koleksi, umumnya tidak ada patokan harga yang pasti, sangat tergantung pada kondisi tanaman dan harga negosiasi antara penjual dan pembeli.

Tanaman impor beresiko mengalami kematian saat masuk ke Indonesia. Untuk itu, proses pengiriman dan cara mengadaptasikan tanaman yang baru masuk harus diperhatikan. Beberapa pebisnis memberikan vitamin B1 untuk membantu mempercepat proses adaptasi tanaman impor. Apapun bisnis yang anda pilih, keuntungan dan resiko kegagalan sudah sewajarnya menjadi kesatuan yang menjadi pertimbangan penting dalam memilih usaha.

 

Related Posts

Add Comment