Pemeliharaan Pohon Binahong dalam Pot

Pemeliharaan pohon binahong dalam pot merupakan kegiatan yang kontinu dan perlu ketelitian. Memelihara tanaman binahong dalam pot meliputi aktivitas aktivitas sebagai berikut :

Penyiraman

Pohon binahong dalam pot membutuhkan air yang cukup banyak. Pemberian air sebaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan keadaan cuaca. Namun bila hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Penyiraman yang tepat akan mendorong pertumbuhan tanaman binahong tumbuh secara optimal. Pada stadium awal pertumbuhan pohon binahong biasanya membutuhkan pengairan secara kontinu, sehingga perlu disiram 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Pada stadium tanaman dewasa pengairan dikurangi atau disesuaikan dengan keadaan media tanam an cuaca. Media tanam sebaiknya diusahakan sarang dan air tanahnya tidak dalam. Pada tanah atau media taam yang padat dan airnya cukup dalam akan menyebabkan akar tanaman binahong tidak bebas menghisap oksigen hingga menderita kekurangan air. Air yang tergenang menyebabkan penghisapan oksigen oleh akar tanaman binahong terganggu, sehingga akan mengundan penyakit busuk akar.

Penempatan Pot

Tanaman binahong dalam pot membutuhkan cukup sinar matahari, sehingga penempatannya dipilih lokasi yang terbuka. Meskipun demikian, pohon binahong toleran terhadap naungan atau kondisi lingkungan yang teduh, namun akan menghasilkan daun yang berukuran kecil. Tata letak penempatan tanaman binahong dalam pot disesuaikan dengan keserasian lingkungan sekitarnya. Misalnya, bila tanaman binahong dalam pot yang jumlahnya banyak, maka penempatannya dilakukan secara berjajar dengan jarak antar pot sekitar 1 – 2 meter. Namun, bila hanya 1 – 2 pot dapat ditempatkan di pinggir atau tengah halaman rumah.

Penyiangan dan Penggemburan Media Tanam

Media tanam dalam pot sering memadat dan ditumbuhi rumput liar (gulma). Media tanam yang memadat perlu digemburkan agar perakaran tanaman binahong tumbuh dengan leluasa. Demikian pla dengan kehadiran gulma akan menjadi pesaing unsur hara, air, cahaya dan lain lain, sehingga gulma perlu disiangi. Cara menyiangi mula mula mencabut rumput liar, kemudian dikumpulkan di tempat pembuangan sampah atau dikubur dalam tanah agar menjadi kompos. Bersamaan menyiangi dilakukan kegiatan menggemburkan media tanam dalam pot. Penggemburan media tanam ini dilakukan secara periodeik 2 – 4 minggu sekali, disesuaikan dengan keadaan media tanam agar tanaman binahong tumbuh subur dan sehat.

Pemupukan

Pemupukan mutlak diberikan pada pohon binahong dalam pot untuk menyediakan unsur hara yang memadai secara berkesinambungan. Secara umum pemupukan tanaman binahong terdiri atas pupuk kandang sebanyak 0,5 – 1 kg/pot/tahun, pupuk buatan terdiri atas pupuk Urea, SP-36 dan KCL (2:1:1) sebanyak 10 – 30 gram/pot. Pemupukan dilakukan 2 – 3 kali/tahun. Cara memupuk adalah dengan disebar merata di sekelling tajuk tanaman binahong atau dalam pot sedalam 1- = 15 cm. Cara lain memupuk adalah dengan larutan pupuk, misalnya Urea + TSP + KCL sebanyak 50 g atau NPK 30 g dilarutkan dalam 10 liter air, kemudian disiramkan atau dikucurkan ke dalam media tanam dalam pot sebanyak 200 – 250 cc setiap kali pemupukan.

Pergantian Pot dan Media Tanam (Repotting)

Kondisi media tanam dalam pot biasanya makin lama makin berkurang kualitasnya, sehingga perlu dilakukan penggantian media tanam secara periodik setiap 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun sekali atau melihat kondisi tanaman dan wadah tanamannya. Hal penting yang perlu diperhatikan untuk melakukan pergantian media tanam adalah apabla ditandai pertumbuhan pohon binahong yang melambat, akar akarnya telah menembus permukaan tanah, volume media tanam berkurang atau media tanam kurang subur dan tidak porous. Cara mengganti media tanam adalah mula mula media tanam yang lama dalam pot diangkat secara hati hati, kemudian media taam yang baru dimasukkan ke daam pot hingga cukup penuh, yaitu mencapai 1 cm dibawah bibir pot atau drum. Sementara penggantan wadah tanam (pot) diperlukan apabila pot lama pecah, cacat atau ukuran tanaman tidak seimbang dengan pot. Cara penggantan media tanam dan pot (repotting) sama seperti cara menanam binahong dalam pot yang baru.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman budidaya, termasuk binahong tidak terlepas dari kemungknan serangan hama dan penyakit. Meskipun demikian, belum ada laporan adanya serangan hama dan penyakit yang memfatalkan pada pohon binahong. Upaya pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan (sanitasi) lingkungan dan memotong atau meangkas bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *