Pengendalian Hama dan Penyakit Pachypodium

Pachypodium rosulatumSebenarnya Pacypodium termasuk jenis tanaman hias yang jarang sekali terserang hama dan penyakit. Ada beberapa hama dan penyakit pachypodium yang walaupun kasusnya jarang terjadi tetapi perlu anda waspadai.

Pengendalian Hama Pachypodium

Kutu Putih (Mealy Bug)

Kutu putih merupakan serangga kecil yang tubuhnya diselimuti tepung putih. Hama ini biasanya berada di ketiak daun atau pucuk daun muda untuk menghisap cairan sel. Akibat serangan hama pachypodium ini, pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Pengendalian hama kutu putih bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Supracide, Decis, Curacron, Basudin dan Proleaf.

Laba – Laba Merah

Laba – laba merah biasanya berkumpul di permukaan daun bagian bawah. Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan daun. Pada awalnya, daun yang terserang memucat, layu, kemudian menjadi cokelat. Daun tersebut akhirnya kering dan rontok. Bila populasi hama tinggi, tanaman bisa merana karena semua daun gugur, bahkan mati.

Kehadiran hama pachypodium ini bisa dicegah dengan meletakkan tanaman di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari dan sirkulasi udaranya baik. Karena perkembangan populasi hama ini tergolong cepat, segera semprotkan pestisida jika terlihat ada serangan hama. Pestisida yang bisa digunakan adalah Kelthane atau Omite dengan dosis 1 – 2 cc/liter dengan frekuensi penyemprotan 2 – 3 kali seminggu.

Kutu Kuning (Aphids)

Serangga kecil berwarna kuning ini kerap terlihat bergerombol di pucuk tanaman atau pangkal bunga. Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel. Kendati serangannya tidak sampai menimbulkan kematian, hama ini harus diwaspadai karena menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Pengendalian hama kutu kuning ini dengan cara disemprot Supracide atau Decis dengan dosis sesuai anjuran.

Kutu Hitam (Fungus Gnat)

Kutu hitam merupakan sejenis nyamuk yang berukuran kecil dan berwarna hitam. Hama ini sangat menyukai kuncup bunga, begitu juga bunga Pachypodium. Serangan hama ini ditandai denga adanya bintik bintik hitam paa bunga yang belum mekar. Akibatnya, bunga gagal mekar. Agrimex dengan dosis 1 ml/liter air dapat disemprotkan untuk menanggulangi serangan hama ini.

Root Mealy Bug

Hama pachypodium ini merusak bagian akar. Akibatnya, tanaman di bagian atas menjadi layu. Jika tanaman yang terserang dicabut dari medianya, akan terlihat akar akar yang membusuk. Pengendalian hama ini dengan menaburkan Furadan di permukaan tanah, lalu siram dengan air.

Pengendalian Penyakit Pachypodium

Layu Pucuk

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Furasium sp. Infeksi jamur ini ditandai dengan adanya miselium jamur berwarna putih seperti kapas. Bagian tanaman yang terserang akan menghidam dan akhirnya membusuk. Akibat lebih lanjut, pucuk tanaman akan layu. Penyakit ini bisa dicegah dengan meletakkan tanaman di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Selain itu, atur jarak antar tanaman agar sirkulasi udaranya lancar.

Langkah awal yang harus dilakukan jika sudah ada infeksi adalah segera memusnahkan bagian tanaman yang terserang. Hal itu diperlukan untuk mencegah meluasnya seranga. Beberapa jenis fungisida seperti Dithane M-45, Benlate atau Daconil bisa digunakan untuk mengendalikan penyakit layu pucuk ini.

Busuk Batang dan Busuk Akar

Penyakit busuk batang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini mengakibatkan pangkal batang membusuk, berwarna hitam dan berbau alkohol. Karena batang yang merupakan sarana aliran hara rusak, daun daun akan menguning dan rontol. Penyakit ini juga sering mengintai persemaan pachypodium.

Infeksi bakteri dapat dicegah dengan menghindari genangan air pada Media. Selain itu, tanaman harus diletakkan di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh. Bila serangan belum terlalu parah, cabut tanaman, potong bagian akar yang rusak, olesi bekas potongan dengan bakterisida, angin anginkan selama dua minggu lalu tanam kembali di media baru yang sudah disterilkan.

Layu Kuning

Gejala penyakit ini sama, daun daun tanaman mengecil dan berwarna kuning. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan media tanam dengan porous dan tidak melakukan penyiraman secara berlebihan. Tanaman yang sakit sebaiknya segera dipisahkan dari taaman lain agar tidak menular.

Related Posts

Add Comment