Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Lidah Mertua

Tanaman Lidah MertuaPada dasarnya tidak terlalalu banyak hama dan penyakit yang menyerang tanaman lidah mertua. Meskipun demikian, beberapa hama dan patogen penyebab penyakit sering menganggu pertumbuhan tanaman ini. Hama Tanaman lidah mertua umumnya dari jenis serangga yang merusak tanaman. Sedangkan penyakit yang menyerang adalah jamur dan bakteri.

Hama siput yang telanjang atau berumah akan menyerang bagian daun, bahkan akar tanaman. Gejalanya mudah dikenali, karena tampak adanya bekas gigitan pada daun dan kotoran yang berserakan di sekitar tanaman.

Siput aktif menyerang tanaman lidah mertua pada malam hari. Pada umumnya, pemberantasan hama ini bisa dilakukan secara manual, yakni dengan mengambil dan membuang siput yang umumnya berada di bagian bawwah daun.

Selain siput, hama jenis thrips juga sering menyebabkan kerusakan yang parah. Hama jenis ini menghisap cairan tanaman, sehingga menganggu pertumbuhan tanaman. Hama ini biasanya akan menyerang pada musim kemarau. Thrips dapat diberantas dengan kelthane, tracer atau supracide dengan dosis sesuai dianjurkan.

( Baca Juga : Cara Membasmi Hama Thrips Pada Cabai Rawit )

Penyakit yang menyerang tanaman lidah mertua umumnya merupakan gangguan yang diakibatkan adanya patogen atau jasad renik yang tidak terlihat oleh mata biasa. Penyakit busuk lunak disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora yang menyerang daun atau akar tanaman, terutama menginfeksi melalui luka yang menganga. Daun atau akar yang terserang tampak berwarna kecoklat coklatan dan berasa lunak bila dipegang, berlendir serta berbau tidak enak dan lama kelamaan akan berubah seperti bubur.

Penyakit ini muncul apabila kondisi tanaman lidah mertua lembap akibat hujat terus menerus dan kurang cahaya. Patogen ini cepat menyebar melalui perantara air, serangga, tangan, alat pertanian atau pakaian pekerja.

Cara mengatasi serangan patogen ini adalah dengan memangkas bagian yang terkena serangan dan mengoleksinya dengan Na-hipoklorit (Clorax), serta membakar bagian yang terkena serangan. Sementara itu, untuk mencegah serangan pada bagian lainnya digunakan bakterisida Agrept sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

(Baca Juga : Tanaman Lidah Mertua dan Cara Merawatnya )

Penyakit busuk akar yang disebabkan oleh jamur Aspergilus niger bisa menyerang tanaman lidah mertua. Jamur ini muncul apabila kondisi media tumbuh terlalu basah. Apabila jamur ini telah menyerang, satu satunya cara agar serangan tidak meluas adalah melakukan hal berikut ini.

  1. Angkat tanaman dan potong akar yang busuk. Akan terlihat spora jamur yang berwarna coklat kehitam hitaman.
  2. Cuci perakaran sampai bersih dan rendah sebentar dengan fungisida.
  3. Tanam dalam media baru
  4. Bakar media yang lama, karena telah tercemar spora jamur.

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Fusarium moniliforme juga menjadi salah satu penyakit yang bisa menyerang tanaman lidah mertua. Penyakit ini gejalanya, yaitu munculnya warna ungu kemerah merahan pada daun yang terserang. Selanjutnya, bercak kemerah merahan akan melebar dan membentuk luka. Pemupukan nitrogen yang terlalu tinggi akan memacu serangan jamur Fusarium ini.

Untuk mencerah meluasnya serangan anda dapat mengeluarkan tanaman dari pot dan buang bagian yang sakit selanjutnya tanam dalam media baru dan semprot dengan fungisida.

Tindakan pencegahan hama dan penyakit pada tanaman lidah mertua perlu dilakukan dengan pengendalian mekanis, sanitasi, kultur teknis dan pengendalian kimiawi. Pengendalian secara mekanis dilakukan apabila serangan hama masih dalam jumlah terbatas, yakni diambil secara manual dengan tangan.

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara mencegah serangan hama dan penyakit. Gulma yang tumbuh disekitar tanaman merupakan tempat persembunyian yang disukai hama dan patogen penyebab penyakit.

Apabila serangan hama dan penyakit sudah berada di ambang batas atau mencapai 10%, pengendalian kimiawi merupakan pilihan. Akan tetapi pemakaian bahan kimia secara berlebihan akan membawa dampak negatif untuk lingkungan. Untuk itulah penggunaannya harus terkontrol.

Related Posts

Add Comment