Pengendalian Hama Thrips pada Bawang Merah

Tanaman Bawang merahPetani bawang di tahun 2000 menghadapi hama jenis baru. Pada saat itu petani kebingungan menemukan cara pengendalian hama bawang merah ini. Mereka menyebut hama ini sebagai hama milenium. Serangan hama tersebut diawali dengan berkembang biaknya lalat kecil yang berukuran kurang lebih seperlima dari ukuran lalat biasa. Lalat tersebut bertelur dan menembus daun bawang hingga tidak kelihatan dari luar. Hasil tetasan tadi membuat lubang pada daun dan daun mendadak menjadi kering hingga akhirnya mati. Setelah diadakan identifikasi ternyata hama milenium ini mempunyai nama latin Liriomyza sp yang tergolong sebagai hama thrips.

Siklus Hidup dan Morfologi Hama Thrips

Menurut buku Pest Control in Tropical Onions dan beberapa pustaka yang lain, hama perusak tanaman bawang yang terbesar disebabkan oleh jenis lala, dan jenis Delia sp serta thrips yaitu sebangsa lalat dengan sayap lebih sempit. Untuk jenis thrips yang menjadi hama bawang tidak saja berasal dari satu spesies, akan tetapi dari beberapa spesies. Hama milenium (Liriomyza sp) ini termasuk salah satu hama perusak tanaman bawang. Bila dicermati dari gejala penyakit yang timbul dan siklus hidupnya, maka hama tersebut termasuk ke dalam golongan hama thrips. Adapun ciri morfologinya dari hama ini adalah memiliki ukuran tubuh sangat kecil yaitu 1 mm dan berbentuk ramping. Warna tubuhnya pucat sampai kehitaman, memiliki antena, bersayap panjang dan sempit.

Siklus hidup dari hama thrips ini adalah induk biasanya meletakkan telurnya pada jaringan epidermis daun dan batang yang masih muda. Telur akan menetas setelah 4 sampai 10 hari kemudian. Dalam bentuk muda ataupun dewasa, hama thrips ini akan merusak jaringan epidermis daun dengan cara menghisap cairan yang keluar dari daun. Hal ini mengakibatkan daun menjadi kering dan akhirnya mati. Hama bawang merah ini mempunyai fase istirahat yang ada di dalam tanah. Hal ini dilakukan apabila kondisi lingkungan tidak menguntungkan hama thrips tersebut. Dalam satu tahun hama ini dapat menghasilkan beberapagenerasi.

Hama jenis ini dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh tanaman seperti pada batang, dan juga daun serta dapat dijumpai diĀ  berbagai jenis tanaman selain tanaman bawang misalnya pada tanaman tembakau, kapas, kentang, kacang kacangan dan cabai. Ada pula yang bertindak sebagai vektor dari penyakit pada tanaman.

Baca Juga : Hama Thrips Pada Cabai dan Pengendaliannya

Pengendalian Hama Bawang Merah Thrips

Untuk mencegah dan mengendalikan serangan hama thrips ini supaya tidak meluas, maka perlu dilakukan langkah langkah berikut ini :

  • Apabila serangan belum meluas, dalam arti masih beberapa individu dari tanaman saja yang terserang, pengendalian hama bawang merah thrips dapat dilakukan dengan mencabut seluruhnya tanaman yang terserang hama thrips ini yang kemudian di bakar di suatu tempat tertentu, misalnya ditempatkan ke dalam tong bekas. Mengapa haris dilakukan demikian? Sebab untuk membersihkan telur telur yang ada pada tubuh tanaman. Telur telur tersebut kemungkinan masih tertinggal pada jaringan epidermis dari bagian tanaman lain yang belum menunjukkan gejala serangan. Pembakaran yang di lakukan dalam suatu tempat tertentu, seperti dalam tong, dimaksudkan untuk menampung semua bagian tanaman yang dimungkinkan masih terkandung telur hama, dan agar tidak tercecer di tanah. Dengan sistem pembakaran demikian, diharapkan akan memutus siklus hidup dari hama tersebut. Sedangkan apabila sebagian besar tanaman bawang sudah terserang hama, tidak ada alternatif lain kecuali melakukan penyemprotan dengan pestisida yang sesuai, terutama dilakukan pada tanaman yang masih muda. Sebab hama ini pada umumnyya menyerang tanaman yang masih berusia muda, sehingga diharapkan penyemprotan sampai pada sasaran.
  • Setelah masa panen berlangsung, sebaiknya tanah bekas tanaman bawang tadi di pusokan selama 2 sampai 3 bulan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup dari hama, karena hama ini dalam fase istirahatnya menyimpan telurnya di dalam tanah. Sehingga apabila tanah kosong alias tidak ada tanaman, maka telur telur dari hama thrips ini tidak dapat melangsungkan hidupnya lagi.
  • Apabila tanah tidak dipusokan, maka pengendalian hama bawang merah dapat dilakukan dengan menananm tanaman lain. Namun jangan ditanami dengan tanaman yang masih menjadi inang dari hama tersebut. Tanaman inang lain tersebut adalah tomat, tembakau, kapas, kentang, kacang kacangan dan lombok. Perlakuan ini dimaksudkan agar memutus siklus hidup dari hama tersebut.
  • Apabila ada varietas yang tahan hama, sebaiknya menana varietas tersebut. Sebab ada kasus, petani tidak mau menanam varietas baru yang tahan hama, dengan alasan belum tentu hasilnya baik. Sedang varietas lama walau terserang hama, mereka sudah tahu hasilnya. Memang ini merupakan salah satu kendala dan kasus kasus seperti ini merupakan tugas dari para petugas penyuluh lapangan untuk bisa merubah pola pikir para petani tersebut.

Related Posts

Add Comment