Pengolahan Lahan Untuk Budidaya Mentimun

budidaya mentimunPengolahan lahan untuk budidaya mentimun meliputi pembersihan lahan, pengolahan lahan dan pengajiran. Hal tersebut dilakukan sebelum budidaya mentimun dilaksanakan.

Tanah yang telah diolah dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10 – 20 ton/ha. Setelah itu, dibuatkan bedengan dengan lebar 100 cm dan saluran air sebesar 20 – 30 cm. Panjang bedengan bergantung pada keadaan musim. Jika musim hujan, bedengan sebaiknya dibuat lebih tinggi agar drainase dan aerasi baik, yaitu 30 – 40 cm. Sedangkan jika budidaya dilakukan saat musim kemarau bedengan dibuat hanya berukuran 20 – 25 cm.

Pengolahan lahan kebun dimulai dengan pembuatan guludan. Guludan berukuran panjang 10 meter, lebar 1 meter, tinggi 30 cm dan jarak antarguludan 30 cm. Guludan diberi pupuk kandang 1 meter kubik per guludan.

Pembersihan Lahan Budidaya Mentimun

Persiapan lahan merupakan hal penting dalam budidaya mentimun, selain penyiapan tempat atau tanah. Lahan yang akan dipakai tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma dan akar bekas tanaman sebelumnya. Pembersihan lahan dilakukan agar pertumbuhan akar tanaman yang ditanamkan tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan lain yang menjadi inang hama dan penyakit.

Apabila lahan yang hendak digunakan areal bekas kebun, bersihkan lahan kebun tersebut dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Apabila bekas persawahan, keringkan beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian teliti pH tanahnya.

Lahan yang digunakan untuk budidaya mentimun adalah lahan gembur dan subur. Lahan yang akan ditanami, dicangkul untuk pembalikan tanah, untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan bongkahan yang merata, menjadi tanah yang gembur. Tunggul bekas batang atau perakaran tanaman tedahulu dibuang keluar dari areal dan segala jenis batuan yang ada dibuang hingga tidak berpengaruh terhadap perkembangan tanaman mentimun yang akan ditanami di areal tersebut.

Untuk mengurangi nematoda dalam tanah, tanah dapat digenangi air selama dua minggu. Bila pH rendah, taburkan kapur dolomit/kalsit, untuk pH tanah kurang dari 6, berikan 1 – 2 ton/ha yang disebar merata, lalu diaduk rata. Hal tersebut dilakukan pada umur 2 – 3 minggu sebelum penanaman mentimun.

Hasil budidaya mentimun akan lebih sempurna apabila pada tanah dipasang mulsa plastik. Penggunaan mulsa plastik dapat mengurangi tumbuhnya gulma, bagian permukaan plastik memantulkan sinar matahari hingga mengurangi beberapa jenis hama, menjaga kelembapan di dalam tanah dan mengurangi pekerjaan penyiangan, serta pemupukan selanjutnya.

Pengolahan Lahan Budidaya Mentimun

Pengolahan tanah dikerjakan 10 – 14 hari sebelum dimulainya budidaya mentimun. Tanah yang telah dibersihkan dari sisa perakaran tanaman sebelumnya, dipetak petak membentuk bedengan dan diolah dengan cangkul.

Tanah diolah sampai gembur, misalnya dengan cangkul atau dibajak sedalam kurang lebih 30 cm, sambil membalikkan tanah. Tujuan pembajakan dan penggaruan adalah menggemburkan, membalikkan posisi tanah dan memperbaiki sirkulasi udara di dalam tanah. Lahan dibajak sedalam 30 – 40 cm berupa gumpalan gumpalan tanah, lalu dibalik dan dibiarkan selama 6 hari terkena sinar matahari untuk membunuh bibit penyakit.

Olah kembali tanah sambil membuat bedengan dengan lebar 100 cm, panjangnya 300 cm lebih, tinggi 30 – 40 cm dan jarak antar bedengan 40 cm.

Bedengan setengah jadi dibarkan selama 1 minggu agar terjadi proses oksidasi unsur unsur beracun yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman mentimun. Bedengan berfungsi untuk memudahkan air yang terkandung di dalam tanah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat.

Selanjutnya, tanah bedengan dihaluskan dan diratakan. Tepi bedengan dipadatkan agar tanah tidak mudah longsor. Panjang bedengan sebaiknya dibuat menghadap timur dengan awal dibagian utara dan akhir di selatan. Pda musim kemarau, tinggi bedengan dibuat sekitar 20 cm saja.

Pembentukan bedengan tanaman disesuaikan dengan model penanaman, yaitu bentuk penanaman searah (tunggal) atau bentuk penanaman berhadap hadapan (ganda). Jumlah bedengan pun bergantung pada baris tanam yang dikehendaki. Pada bedengan dibuat lubang dan diberi pupuk kandang 1 – 2 kg/lubang. Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam, kambing atau sapi. Syarat pupuk kandang yang baik adalah tidak berbau, tidak panas, berwarna kehitam hitaman dan benar benar sudah matang. Dengan menggunakan pupuk yang sudah matang, kerugian budidaya mentimun akan berkurang.

Pemberian pupuk kandang dan kapur pertanian yang dicampur dengan tanah bedengan secara merata dilakukan bersamaan dengan pembalikan dan penggemburan tanah. Setelah itu, tanah diangin anginkan selama 2 minggu.

Pengajiran

Pengajiran menurun kamus pertanian umum adalah penentuan letak tanaman untuk meluruskan barisan maupun antar barisan. Cara mengajir adalah dengan menarik benang lurus sesuai panjang bedengan, kemudian memberi tanda untuk lubang tanam dengan potongan bambu yang dinamakan ajir.

Cara pembuatan jarak tanam adalah pasang tali pelurus yang sejajar dengan panjang bedengan kira kira 10 cm dari tepi bedengan. Ukur jarak tanam yang diinginkan pada sepanjang tali pelurus tersebut. Lalu, buat tanam sesuai dengan jarak tanam. Beri ajir untuk tanda tanaman mentimun, bahwa pada tempat tersebut akan dibuat lubang tanam untuk penanaman.

Kemudian, masukkan pupuk dasar yang terdiri dari pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk buatan pada setiap lubang yang telah dibuat itu, lalu tanah ditutup kembali. Lahan selesai diolah dan siap digunakan untuk budidaya mentimun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *