Penyakit Burung Love Bird dan Pengobatannya

Love BirdAda beberapa jenis penyakit butung love bird yang perlu diketahui para hobiis dan peternak burung love bird agar peliharaannya dapat terus bertahan hidup. Orang awam seringkali kesulitan membedakan antara burung yang sakit dengan burung yang sehat.

Seringkali burung love bird yang pagi harinya terlihat sehat, tetapi beberapa jam kemudian burung tersebut mati. Untuk itu, perhatian yang intensif dari pemelihara mutlak diperlukan. Kebiasaan yang sering dilakukan burung peliharaannya perlu diketahui.

Burung love bird yang terjangkit penyakit daat terlihat dari ciri ciri umum yang tampak, misalnya burung terlihat kusam, sorot mata sayu dan aktivitasnya sangat lemah. Selain dari bentuk fisik burung love bird yang sakit juga dapat diamati dari kotorannya. Kotoran burung love bird yang sehat tampak padat dan berwarna hijau muda samai tua dengan sedikit warna putih. Sementara kotoran urung yang sakit dapat menunjukkan beberapa macam warna tergantung dari penyebabnya. Misalnya kotoran berwarna merah berarti terjadi pendarahan di dalam tubuh dan kotoran berwarna kuning berarti burung love bird tersebut menderita penyakit hati atau tetelo (ND).

Berikut ini beberapa jenis penyakit burung love bird yang sering menyerang.

Koksidiosis (Berak Darah)

Gejala :
Ciri ciri tampak pada burung yang terserang berak darah adalah tampak lesu, tidak mempunyai nafs makan dan bulunya meregang. Kotoran (Feses) berwarna kemerahan karena mengandung darah dan mencret.

Penyebab :
Penyebab penyakit koksidiosis ini adalah protozoa yang bergenus Eimeria.

Pengobatan :
Burung yang sudah terserang penyakit ini segera dipindahkan (diisolasi) dengan sangkar khusus. Selanjutnyaburung yang sakit diberi penghangat, yaitu degan meletakkan lampu pijar 25 watt. Selain itu burung yang sakit diberi obat yang mengandung sulfa misanya Embacox, Sulfaquioxalin atau Sulfamux dengan dosis sesuai pada kemasan. Pemberian obat dapat dilakukan dengan dicampur pakan atau air minum. Obat ini diberikan selama 3 hari berturut turut kemudian 2 hari libur. Pemberian obat ini diulangi lagi selama 3 hari berturut turut. Cara pengoatan demikian dikenal dengan sebutan 3-2-3.

Pullorum (berak kapur)

Gejala :
Burung yang terserang penyakit ini fesesnya berwarna kuning . Ciri lainnya adalah dubur burung love bird yang terkena penyakit Pullorum akan basah duburnya dan kotor, nafsu makan juga akan menurun dan badan terlihat lesu.

Penyebab :
Penyakit Pullorum ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

Pengobatan :
Untuk mengatasi penyakit pullorum, burung love bird yang terserang dapat diobati degan Streptomisin-plus dengan dosis sesuai aturan ada kemasan. Pemberian obat dilakukan selama 6 hari berturut turut.

Aspergillosis

Gejala :
Gejala burung yang terserang aspergilosis sama sekali tidak tampak. Penyakit ini tumbuh dikarenakan kandang yang terlalu lembab, pakan yang basah dan/atau kotoran yang menumpuk.

Penyebab :
Penyebab dari penyakit ini adalah Cendawan Spergillus fumigatus. Jenis cendawan ini mudah tumbuh dikandang yang lembab.

Pengobatan :
Sejauh ini belum ada obat yang bisa mengobati penyakit ini dengan ampuh. Memang ada yang merokemendasikan obat yang mengandung fungisida, seperti Moronal dan Flavofungin untuk mengobati penyakit in. Hanya saja sejauh ini, obat obat tersebut tidak terlalu efektik untuk mengobati penyakit aspergillosis ini.

Cacingan

Gejala :
Gejala umum yang mudah tampak ada burung love bird yang terinfeksi cacing adalah malas berkicau, nafsu makan berkurang dan mukanya pucat. Kotorannya encer dan bercampur lendir.

Penyebab :
Berbagai jenis cacing dapat menyerang burung, diantaranya cacing tenggorokan (Syngamus trachea), cacing rambut (Capillaria sp.), cacing pita (Cestoda) dan cacing gelang (Ascaridia sp.).

Pengobatan :
Burung love bird yang terserang ascaris harus segera diisolir dalam sangkar khusus yang telah diberii lampu penghangat (25 watt). Untuk meningatkan daya tahan tubuh burung diberi pil super biru atau Supervit Drops dan Tri Worm dengan dosis sesuai aturan pada kemasan. Frekuensi pemberian dilakukan selama 2 hari berturut turut dalam satu bulan.

Bubul (kaki bengkak)

Gejala :
Gejala burung lovebird yang terserang bubul adalah adanya benjolan kecil pada kaki yang lama kelamaan menjadi besar da mengeras. Hal ini dapat terjadi karena luka ang dialami burung tersebut tidak segera diobati, atau dilakukan pengobatan tetapi tidak tuntas.

Penyebab :
Kaki bengkak pada burung terutama disebabkan oleh dasar sangkar atau kandang yang terlalu keras bagi kaki burung. Penyakit ini juga dapat disebabkan terlukanya kakii burung karena tergores bagian kandang atau tenggeran.

Pengengobatan :
Jika suda terlihat bengkak maka kita harus segera mengeluarkan cairan yang ada di dalamnya melalui cara disudet dengan pisau yang tajam dan steril. Kemudian berikan Betadine.

Stress

Stres sebenarnya bukanlah satu enyakit, tetapi dapat menyebabkan kematan karena stres merupakan respon saraf terhadap lingkungan.

Gejala :
Burung love bird yang terkena stress menunjukkan gejala berkurangnya aktivitas dan menurunnya nafsu makan. Selain itu, burung tampak gelisah dan malas berkicau.

Penyabab :
Stres dapat dialami burung karena perubahan iklim, adanya benda asing yang menakutkan, proses penangkapan, proses pemindahan atau pengangkutan atau angin yang terlalu besar.

Burung yang mengalami stres akan turun daya tahan tubuhnya karena nafsu makannya menurun. Di saat itulah penyakit potensial sekali untuk menyerang.

Pengobatan :
Cara menghadapi burung love bird yang terserang stres adalah dengan memberikan obat antistres, misalnya Vitavit dengan dosis sesuai anjuran. Selain itu, sebaiknya burung dipindahkan ditempat yang tenang.

Itulah 6 macam penyakit yang sering menyerang burung love bird dan cara pengobatannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

Add Comment