Penyakit Ikan Lele dan Obatnya

ikan leleAda 5 jenis penyakit ikan lele yang paling sering menyerang lele yang dibudidayakan, penyakit ini harus dicegah agar tidak mengurangi produksi lele yang dibudidayakan sehingga keuntungan yang didapat tetap memuaskan. Walau begitu jika sudah terlanjur kejadian kita harus sikab dalam mengobatinya. Pada kesempatan kali ini mari kita bahas satu satu.

Penyakit Karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang (bacil) dengan polar flage (cambuk yang terletak di ujung batang) dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7 – 0,8 x 1 – 1,5 mikron dan termasuk bakteri gram negatif. Gejala ikan lele terserang penyakit ini adalah warna tubuhnya menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Selain itu penyakit ikan lele ini menyebabkan nafas ikan lele tersengal sengal di permukaan air.

Pencegahan dengan cara memelihara lingkungan perairan supaya tetap bersih, termasuk kualitas air. Jika sudah terjangki dapat dilakukan pengobatan melalui makanan, antara lain terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari diberikan selama 7-10 hari berturut turut dan sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

Penyakit Tuberculosis

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri Mycobacterium fortoitum. Gejala yang timbul adalah tubuh ikan lele berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil bintil pada hati, ginjal dan limpa), posisi berdiri di permukaan air, berputar putar atau miring miring dan bintik putih di sekitar mulut dan sirip.

Pencegahannya dengan cara memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Jika sudah terserang penyakit tuberculosis ini, obatnya dapat diberikan terramycin yang dicampur dengan makanan 5-7,5 gr/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

Penyakit Karena Jamur/Cendawan Saprolegnia

Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Gejala yang tampak adalah ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepal,  tutup insang, sirip dan penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.

Pengendalian dapat dilakukan dengan merendam benih gelondongan dan ikan dewasa pada Malachyte Green Oxalate 2,5 – 3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1 – 0,2 ppm selama 1 jam atau 5 – 10 ppm selama 15 menit.

Penyakit Bintik Putih dan Gatal / Trichodiniasis

Penyebabnya adalah parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda disebut Ichthyophthirius multifilis. Gejala yang tampak antara lain adalah ikan yang diserang terlihat sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air, terdapat bintik bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang, ikan sering menggosok gosokan tubuh pada dasar atau dinding kolam.

Pencegahan dari penyakit ikan lele ini dapat dilakukan dengan menjaga kualitas dan kuantitas air. Jika sudah terjangkit penyakit Trichodiniasis ini obatnya adalah dengan merendam ikan yang terkena infksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gr/m3 selama 12-24 jam, emudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang selama 3 hari.

Penyakit Cacing Trematoda

Penyebabnya adalah cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip. Gejala yang tampak akibat serangan penyakit ikan lele ini adalah insang yang dirusak menjadi luka luka, kemudian timbul pendarahan akibat pernafasan yang terganggu.

Pengendalian yang dapat dilakukan adalah merendam ikan dengan formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit, methylen blue 3 ppm selama 24 jam, mencelupkan tubuh ikan ke dalam kalium permanganat (KMnO4) 0,01% selama 30 menit, memakai larutan NaCl 2% selama 30 menit dan memakai larutan NH4OH 0,5 % selama 10 menit.

Itulah 5 jenis penyakit ikan lele yang paling sering menyerang dan pengobatannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

Add Comment