Penyakit Non Infeksi Pada ikan

27 views

penyakit ikanPenyakit non infeksi pada Ikan adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen pada ikan, sehingga penyakit non infeksi tidak menular. Penyakit non infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur, berkuman dan pencemaran lingkungan perairan.

Penyakit non infeksi akibat lingkungan

Penyakit non infeksi akibat lingkungan pada ikan masih sering terjadi. Penyakit ini berdasarkan pada penyebabnya dibedakan menjadi 5 golongan yaitu suhu, pH, kesadahan, bahan cemaran dan biotik.

  1. Suhu / Temperature
    Pada daerah tropis seperti indonesia, masalah yang sering ditemukan adalah tingginya suhu pada siang hari yang melewati ambang batas toleran ikan. Selain itu, ada juga masalah perubahan suhu yang terlalu ekstrim akibat perubahan musim. Suhu rendah akan menyebabkan kecepatan metabolisme turun sehingga nafsu makan ikan menjadi turun. Suhu dingin dibawah suhu optimum akan berpengaruh pada penekanan kekebalan pada ikan. Suhu optimum tersebut akan berbeda bagi masing masing jenis ikan. Sedangkan suhu tinggi bisa menyebabkan kacaunya metabolisme akibat denaturalisasi enzim dan senyawa senyawa lain di tubuh ikan yang terbuat dari protein.
  2. pH
    pH air yang dibutuhkan ole ikan bervariasi tergantung jenis ikan tersebut. Pada umumnya ikan akan toleran terhadap range pH tertentu, misalnya untuk ikan hias jenis koi dan koki range pHnya antara 6,2 sampai 9,2. pH air yang ekstrim dibawah atau diatas pH optimum akan mengakibatkan gangguan pada kesehatan ikan. Efek langsung dari pH rendah dan pH yang terlalu tinggi adalah berupa kerusakan sel epitel, baik kulit maupun insang, hal ini akan mengganggu pada proses penyerapan oksigen terutama bagi ikan yang bernafas dengan menggunakan insang.
  3. Kesadahan
    Kesadahan pada lingkungan pembudidaya ikan hias dikenal denga istilah air lunak dan air keras. Nilai kesadahan air biasanya ditentukan denga kandungan kalsium karbonat atau magnesium. Tingkatan nilai kesadahan ntuk air dapat dibedakan menjadi air yang lunak (kesadahan rendah), air yang sedang dan air yang keras atau kesadahan tinggi dan sangat keras. Tiap jenis ikan terutama ikan hias memerluka kesadahan air yang tidak sama. Ikan neon tetra misalnya memerlukan kesadahan aiar yang rendah apabila dibandingkan dengan ikan hias dari golongan siklid.
  4. Bahan Cemaran
    Bahan cemaran biasanya berasal dari sumber air yang digunakan pada suatu usaha budidaya ikan terutama yang menggunakan sumber air dari sungai atau perairan umum lainnya. Cemaran bisa berasal dari limbah domestik maupun limbah industri. Bahan cemaran tersebut secara langsung dapat mematikan atau bisa juga melemahkan ikan. Pada cemaran konsentrasi rendah yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan efe yang tidak mematikan ikan tetapi mengganggu proses kehidupan ikan (sublethal) hal ini akan mengganggu kesehatan ikan. Pada kondisi demikian ikan akan mudah terinfeksi oleh segala macam penyakit penyakit misalnya penyakit akibat infeksi jamur dan bakteri.
  5. Biotik
    Yang menjadi faktor biotik ini merupakan organisme lain yang hidup di air tetapi bukan merupakan patogen contohnya algae. Algae yang menutupi permukaa air akan mengganggu proses pernafasan ikan. Sedangkan algae yang tumbuh dalam air akan berpengaruh pada pergerakan ikan. Ikan akan terperangkap pada algae tersebut. Selain itu algae sel tunggal yang berupa filament akan masuk ke dalam lembar insang dan akan mengganggu pada proses pernafasan ikan sehingga ikan lama kelamaan akan mengalami kekurangan oksigen.
    Beberapa algae yang biasanyaa tumbuh berlebih (blooming) akan berpengaruh pada pengurangan oksigen dalam air baik dari aktivitas fotosintesa terutama pada waktu malam hari. AKibat dari aktivitas pembusukan algae akan menimbulkan bahan beracun seperti amoniak. Selai itu beberapa algae akan bersifat raccun bagi ikan misalnya jenisĀ Mycrocystis aeruginosa.

Penyakit non infeksi akibat Nutrisi

Pakan ikan harus mengandung cukup protein karena protein yang dibutuhkan oleh ikan relatif tinggi. Kekurangan protein akan menurunkan daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit. Selain itu pertumbuhan juga terganggu. Kekurangan vitamin pada ikan juga mengakibatkan kelainan kelainan pada tubuh ikan, baik kelainan bentuk tubuh atau kelainan fungsi biologis.

Kekurangan Vitamin A, akibatnya :

  1. Pertumbuhan lambat
  2. Kornea mata jadi lunak, mata menonjol, kebutaan
  3. Pendarhan pada kulit dan ginjal

Kekurangan Vitamin B1, akibatnya :

  1. Ikan lemah, kekurangan nafsu makan
  2. Timbulnya pendarahan atau penyumbatan pembuluh darah
  3. Abnormalitas gerakan yaitu kehlangan keseimbangan
  4. Ikan warna pucat

Kekurangan Vitamn B2, akibatnya :

  1. Mata ikan keruh, pendarahan pada mata, lama lama kebutaan
  2. Nafsu makan hilang
  3. Ikan warna gelap
  4. Pertumbuhan lamban
  5. Pendarahan timbul pada kulit dan sirip

Kekurangan Vitamin B6, akibatnya :

  1. Frekuensi pernafasan meningkat
  2. Ikan kehilangan nafsu makan
  3. Ikan mengalami kekurangan darah

Vitamin C sangat berperan dalam pembentukan kekebalan tubuh oleh karena itu kekurangan vitamin C yang berlangsung lama akan mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh ikan.

Kekurangan Vitamin C, akibatna L

  1. Ikan warna lebih gelap
  2. Pendarahan terjadi pada kulit, hati dan ginjal
  3. Selain itu kekurangan vit C menyebabkan terjadinya kelainan pada tulang belakang, bengkok kearah samping (scoliosis), bengkok atas dan bawah (lordosis). Untuk menanggulangi penyakit non infeksi pada ikan akibat kekurangan vitamin ini maka kita harus menambahkan beberapa vitamin pada pakan ikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *