Penyakit Tanaman Jahe dan Cara Pengendaliannya

Penyakit tanaman jahe merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Sehingga sebelum anda menanam tanaman jahe sebaiknya anda mempelajari jenis jenis penyakit yang dapat menyerangnya sehingga anda dapat dengan cepat mendeteksi tanda tanda datangnya penyakit dan sudah tahu cara pengendaliannya. Penyakit pada tanaman jahe yang umum dijumpai, diantaranya layu, bercak daun dan busukrimpang.

Penyakit Layu Pada Tanaman Jahe

Penyebab penyakit layu adalah bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala serangannya, mula mula kedua sisi daun bagian bawah sedikit melipat, kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kekuning kuningan dan mengering. Gejala ini menjalar ke daun daun diatasna, sehingga seluruh daun mengering. Serangan berat menyebabkan bagian pangkal batang semu membusuk dan rebah. Tunas tunas yang terinfeksi penyakit ini menjadi busuk dan akhirnya tanaman di atas permukaan tanah mati. Rimpang membusuk berwarna cokelat sampai hitam gelap. Bila rimpang dbelah atau dipotong akan keluar lendir (slime) berwarna putih sampai kecokelat cokelatan.

Penyakit layu dapat terbawa dan tersebar melalui bibit, air tanah atau kontak antara tanaman jahe yang sakit dengan tanaman yang sehat, juga melalui alat alat pertanian. Sampai saat ini belum ada metode pengendalian penyakit ini yang memadai, kecuali dengan menerapkan tindakan tindakan untuk mencegah masuknya bibit penyakit, seperti penggunaan lahan dan bibit sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigrasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi) inpeksi kebun secara rutin. Aplikasi bakterisida, misalnya Agrimycin atau Agrept 10 g/10 liter air disemprotkan pada tanamn jahe berumur 8 – 10 minggu. Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan penyakit tanaman jahe ini.

Penyakit Busuk Rimpang

Penyakit ini disebabkan oleh salah satu jamur atau cendawan Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani dan Pythium sp. Gejala serangan umum ketiga cendawan tersebut mula mula daun bawah menguning, kemudian layu, pucuk tanaman mengering dan tanaman mati. Gejala spesifik cendawan Fusariumatau disebut layu Fusarium menyebabkan terjadinya busuk rimpang berwarna agak gelap atau kehitam hitaman dan akarnya keriput. Rhizoctonia atau layu Rhizoctonia menyebabkan rebahnya batang palsu dan busuk rimpang jahe. Pythium atau layu Pythium menyebabkan busuk basah atau busuk lunak rimpang jahe.

Pengendalian penyakit busuk rimpang dapat dilakukan dengan cara menggunakan bibit jahe yang sehat dan bebas cendawan, merendam bibit sebelum tanam dengan fungisida sistemik Ridomil MZ atau Score, memperbaiki drainase tanah, pergiliran tanaman, mencabut dan memusnahkan tanaman jahe yang terserang berat dan penyemprotan fungsida Derosal atau lainnya sessuai anjuran.

Penyakit Bercak Daun

Penyakit tanaman jahe ini disebabkan oleh jamur atau cendawan Phyllosticta zingiberi. Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum berumur 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Gejala seranganya mula mula daun tua bercak bercak kecil berukuran 3 – 5 mm, kemudian bercak menjadi kelabu dan pada bagian tengahnya terdapat bintik bintik berwarna hitam tidak teratur. Serangan berat menyebabkan daun rusak, menguning, mengecil dan pada daun muda yang baru muncul menampakkan gejala klorosis.

Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menggunakan tanaman jahe yang sehat, memperbaiki drainase tanah, melakukan pergiliran tanaman, mencabu dan memusnahkan tanaman yang sudah terserang berat, menyemprotkan fungisida Dithane M-45 segera setelah terlihat ada tanda tanda serangan, kemudian diulang setiap minggu sekali, juga sanitasi tanaman sakit dan inspeksi secara rutin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *