Penyakit Tanaman Tomat dan Pengendaliannya

Penyakit Tanaman Tomat – Tanaman tomat yang lebih banyak menghasilkan buah untuk dimakan sebagai buah daripada untuk sayuran, merupakan tanaman di dataran tinggi yang cukup memusingkan penanamannya, karena banyak penyakitnya. Tetapi dengan adanya fungisida yang mutahir segala rintangan dapat teratasi.

Intensitas serangan penyakit tanaman tomat gejolaknya seirama dengan gejolak iklim (cuaca). Cuaca basah senantiasa menggalakkan infeksi penyakit yang dapat menyerang daun dan buah. Mengingat bahwa tanaman tomat merupakan produsen buah yang banyak mengandung vitamin C yang tinggi harganya, maka memperhatikan ketinggian hasil terhadap Serangan penyakitnya harus dapat dipertanggung jawabkan.

Penyakit Cendawan Phytophtora infestans

Phytophtora infestans adalah penyakit keluarga Solanaceae, karena itu dapat menyerang tomat dan kentang. Sering terjadi jika tanaman kentang yang baru berdekatan dengan tanaman tomat yang sudah agak tua, mudah mengalami infeksi berat. Di jawa barat infeksi penyakit ini disebut sebagai “kahebos”

Gejalanya

Infeksi mulai tampak sebagai bintik bintik yang tidak sama bentuknya, hitam agak hijau, terutama di atas daun yang sudah` tua, Bintik bintik tersebut cepat meluas dan dapat menutupi hampir separuh permukaan daun. Warnanya berubah menjadi sawo matang, daunnya terkulai, mengering namun tetap melekat pada batang atau ranting.

Cuaca lembab dapat meningkatkan kemungkin infeksi penyakit tanaman tomat ini, sehingga seluruh tanaman dapat diserang yang akibatkanya sangat menyedihkan. Batang tomat pun dapat diserang dan tampak goresan sawo matang serta pembusukanyang agak mengandung air. Dalam cuaca yang cukup basah Phytophtora dapat membentuk spora di bagian bawah daun yang sakit. Kelompok spora tersebut warnanyaputih keabu abuan seperti tepung embun.

Phytophtora dapat mulai menyerang dalam persemaian juga. Penanaman tomat dan kentang di daerah pegunungan sudah lama mengenal penyakit ini dengan nama Phytophtora.

Pengendaliannya

Penyemprota dengan fungisida seperti Dithane M 45 dapat berhasil baik, bilamana dipergunakan sebelum terjadi infeksi, sebagai usaha prefentif. Usaha ini hendaknya dimulai dalam persemaian. Dilanjutkan pada tanaman sedini mungkin dan diulang 1-2 minggu sekali disesuaikan dengan keadaan iklim setempat. Lebih banyak hujan yang deras lebih sering dilakukan penyemptoran. Tidak mengherankan kiranya bahwa penanaman tomat pada musim hujan resikonya lebih tinggi daripada pada musim kemarau, sehingga buah tomat pada musim penghujan lebih mahal harganya.

Penyakit Cendawan Alternaria Solani

Penyakit ini tampak mulai menyerang bilamana buah tomat sudah mulai agak membesar hingga pada daun yang sudah tua. Bertambah umur maka tampanya tanaman tomat bertambah peka terhadap Alternaria. Hingga buah terakhir dipungut, maka seluruh tanaman kehilangan daunnya. Dengan rontoknya daun maka hasil dan kualitas buahnya menurun.

Cendawan Phytophtora dan Alternaria kedua duanya dapat merusak buah tomat. Alternaria suka menyerang tangkai buah yang masih muda pada titik pertemuan tangkai dan batang. Di tempat ini tampak dengan jelas adanya pembusukan kering agakcekung, dalam lingkaran pembsukan yang tidak lebih lebar daripada 3 cm tampa jelas adanya lingkaran konsentris. Akibat pembusukan tersebut, buahnya busuk kering, warnanya kehitam hitaman dan tidak dapat dimakan.

Pembusukan buah akibat serangan Alternaria pada mumnya tidak banyak artinya, dapat dikatakan tidak terlalu merugikan.

Phytophtora sebaliknya dapat mengakibatkan pembusukan pada buah daripada Alternaria. Phytphtora dapat menyerang buah pada tiap tingkatan pertumbuhannya. Infesi banyak terjadi pada bagian atas buah. Gejala pertama dari penyakit tanaman tomat ini adalah adanya bintik bintik yang hijau agak ab abu warnanya. Bintik bintik tersebut melebarnya cepat, berair dan dapat meliputi separoh buah. Warna bagian yang busuk dapat berubah menjadi sawo matang dan agak keriput permukaanya.

Bilamana cuaca lembab, maka terbentuklah mycelium yang putih warnanya. Untuk pengendaliannya sama dengan Phytophtora  yang telah saya sebut diatas ya.

Penyakit Cendawan Fusarium oxysporum

Fusarium merupakan penyakit yang ganas bagi tanaman tomat.

Gejalanya

Infeksi pertama dimulai pada akar dengan akibat menguningnya daun yang tua (bagian bawah) mulai dari kaki bawahnya. Dalam waktu yang relatif singkat daun seluruhnya menguning, layu dan akhirnya mati. Semua daun tanaman dapat mengalami hal yang sama.

Ada kalanya sebatang saja yang mulai mati, untuk kemudian diikuti oleh yang lainnya. Batang tomat yang sakit tidak membusuk, namun bilamana dibelah membujur tampak warnanya sawo matang.

Pengendaliannya

Cendawan Fusarium oxysporium susah dikendalikan. Sekali berada di tanah, maka akan bercokl seterusnya. Penyebarluasan dapat berlangsung dengan pengairan. Hingga saat ini belum ada kerugian fatal yang dilaporkan akibatserangan Fusarium ini

Penyakit Virus Pada Tanaman Tomat

Tanaman tomat meruupakan sasaran yang empuk bagi beberapa jenis penyakit virus. Virus yang menyerang tanaman tembakau dapat dengan mudah merusak tanaman tomat. Gejala adanya penyakit virus pada tomat tampak sebagai berikut :

  • Mengeritingnya daun
  • Memutar baliknya daun
  • Daunnya cacat
  • Warna daunnya berubah menjadi mosaik, menguning atau berbintik bintik
  • Pucuknya mengerut
  • Pertumbuhan tanaman terganggu
  • Hasilnya sangat menrun

Virus yang banyak menyerang tanaman tomatadalah virus yang mengakibatkan daun menjadi berwarna mosaik. Virus mosaik ini banyak pula menyerang tembakau. Daun tembakau yang sudah siap dirokok kebanyakan mengandung virus mosaik. Oleh karena virus ini dapat menyebar ke taaman tomat, tindakan preventif hars dimulai di persemaiannya.

Untuk menghindarkan penularan di persemaian semua pekerja yang merokok harus berhenti merokok selama mereka sedang membumbun semai tomat. Sebelum memulai bekerja tangannya harus dicuci dengan sabun. Bilamana pekerja ingin merokok biarkanlah mereka merokok, asalkan setelah selesai tangannya dicuci lagi dengan sabun.

Selain oleh manusia, kutu “aphis” dapat pula membantu memperbanyak penularan penyakit tomat ini. Oleh karena birus mosaik dapat menyerang tanaman cabai maka penanaman tomat yang bersamaan atau berdekatan dengan cabaia memudahkan penularan juga. Pada umumnya penyakit virus mosaik ini sukar untuk dibasmi jika sudah terjangkit.

Penyakit Persemaian Tanaman Tomat

Persemaian tmat pada cuaca sangat lembab, mudah diserang cendawan Rhizoctonia dan Phytium. Infeksi tampak jelas dengan adanya pembusukan kering pada batang dan daun. Untuk mencegah adanya infeksi kedua macam cendawan tersebut, semai tomat yang sudah dibumbun harus ditempatkan di atas rak, penyemprotan dengan fungisida Dithane M45 0,2% dapat mencegah/mengurangi serangan penyakit.

Nematoda yang menyerang tanaman tomat

Dari sekian banyak nematoda penyerang akar tomat yang terkenal adalah jenis Meloidogyne yang mengakibatkan pembengkakan pada akar. Penyebarluasan nematoda ini untungnya dapat dibatasi oleh kemasaman tanah. Meloidogyne hanya dapat dengan ganas berkembang biak dalam tanah yang memiliki pH4-5.

Pembasmian nematoda penyebab penyakit tomat ini dapat dilaksanakan dengan sukses bila dipergunakan nematosida yang cukup murah harganya dan mudah dipergunakan.

Related Posts

Add Comment