Penyakit Tungro pada Padi

penyakit tungroPenyakit tungro telah menyerang tanaman padi di beberapa daerah di Jawa. Seperti yang telah terjadi di Jawa Tengah yaitu di Kabupaten Sukoharjo, Boyolali dan Klaten, seluas 8.000 hektar lebih. Di Kabupaten Magelang juga muncul serangan dari penyakit ini, yang juga telah merusak puluhan hektar sawah. Menyusul di wilayah pekalongan, pemalang dan juga pati. Dengan melihat betapa besar dan ganasnya serangan dari penyakit tungro ini dan kerugian yang ditimbulkannya juga cukup besar, tentu cukup memperihatinkan. Mengingat begitu cepat serangan tungro melanda lahan lahan pertanian, maka timbul suatu pertanyaan termasuk jenis organisme apakah tungro ini, yang mempunyai daya serang hebat dan bisakah untuk dikendalikan?

Penyakit Tungro

Tungro adalah nama salah satu virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, dengan kata lain dapat bersifat paotgen. Lalu apa yang dimaksud dengan virus itu sendiri? Menurut Jones (1987) dalam bukunya yang berjudul Plant Pathology, menyatakan bahwa virus adalah parasit yang terbentuk dari rangkaian satu atau lebih molekul asam nukleat dan terbungkus oleh suatu kulit yang terdiri dari protein atau lipoprotein serta dapat mengatur perkembang biakannya sendiri dalam inang yang sesuai.

Virus untuk dapat masuk ke dalam tubuh tanaman inang dibantu oleh vektor yang berasal dari jenis serangga. Virus didalam tubuh vektor hanya dalam waktu relatif pendek dan setelah itu selanjutnya berada di dalam tubuh inang, baik untuk hidup maupun untuk berkembang biak. Adapun jenis serangga yang bertindak sebagai vektor dari virus penyebab penyakit tungro ini adalah Nephotetix virecens, Recilia dorsalis, Nephotetix parvus, Nephotetix malayanus dan Nephotetix nigropictus.

Gejala Penyakit

Gejala tanaman yang terserang virus tungro ini yaitu tanaman menjadi kerdil, daun mengalami klorosis atau berubah warna dari yang semula berwarna hijau menjadi berwarna lain. Perubahan dari warna daun ini tergantung pada varietas dan umur tanaman. Biasaya warna tanaman yang terinfeksi akan berwarna kuning atau oranye. Perubahan ini dimulai dari daun bagian atas, kemudian menyebar ke daun bawah. Pada daun yang tua akan timbul bercak kecil berwarna karat, dan perkembangan gejalanya selanjutnya tergantung pada varietas tanaman.

Daun tanaman terserang penyakit tungro

Daun tanaman yang terserang penyakit tungro

Pada beberapa tanaman, gejala penyakit akan tampak ada di sepanjang hidup tanaman dan tanaman akan tetap kerdil. Ada pula yang pada suatu waktu, gejala tampak hilang, sehingga tanaman kelihatannya sudah sehat, akan tetapi pada kenyataanya virus masih ada di dalam tubuh tanaman padi. Tanaman yang terinfeksi virus ini, proses pembungaanya akan terhambat dan biji yang diproduksi pun akan terinfeksi oleh virus tersebut. Jumlah biji yang dihasilkan akan lebih sedikit bila dibanding dengan produksi biji dari tanaman yang sehat. Dan sebagian besar butir akan kosong. Hal ini tentu akan berakibat adanya penurunan hasil produksi secara keseluruhan.

Pada varietas pad yang tergolong tahan atau resisten terhadap serangan virus ini, perubahan warna hanya terjadi pada sebagian daun saja dan daun yang diroduksi belakangan biasanya tidak terjadi perubahan. Akan tetapi biasanya tanaman agak sedikit kerdil. Apabila tanaman terinfeksi oleh virus ini pada masa tanaman mendekati masa panen, maka tidak akan ada gejala yang muncul.

Penyebaran Tungro

Penyakit yang disebabkan oleh virus tungro ini, orang biasanya menyebut dengan penyakit merah atau penyakit mentek. Penyebaran dari virus tungro ini sangatglah luas yaitu di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, India dan juga Bangladesh. Adapun tanaman inang dari virus ini adalah beberapa jenis rumput dan padi. Rumput yang menjadi inang dari virus ini adalah rumput yang dibudidyakan dan juga rumput liar.

Cara Pengendalian

Berbicara tentang tungro. tentu tidak dapat lepas dari vektor pembawa virus tersebut, yaitu serangga. Serangga pembawa virus ini biasa dikenal dengan nama wereng. Wereng pembawa vrus tungro, mempunyai inang utama yaitu tanaman padi. Sedangkan inang yang lain adalah sama dengan inang dari virus tungro yaitu rumut rumputan baik yang dibudidayakan maupun yang liar.

Dari hasil penelitian para pakar pertanian, cara terbaik untuk mengendalikan virus tungro adalah dengan mengendalikan vektornya yaitu wereng. Sedangkan untuk mengendalikan wereng, cara yang murah, mudah dan menguntungkan adalah dengan menggunakan predator wereng yaitu katak hijau.

Katak hijau yang digunakan sebagai predator wereng ini, sebaiknya yang masih dalam bentuk anak katak atau pecil. Percil ini disebarkan dalam satu kawasan lahan yang ditanami 2 varietas padi yang berbeda yaitu tanaman padi varietas unggul tahan wereng (VUTW) dan padi varietas non VUTW. Cara selengkapnya sebagai berikut :

Pada lahan yang ditanami padi non VUTW sebaiknya ditaburi percil atau anak katak hijau. Percil ini akan tinggal di lahan dan berada pada pelepah batang padi sesuai dengan kesukaan wereng. Keadaan ini menguntungkan bagi percil, karena sifat katak hanya mau menyantap makanan serangga yang bergerak saja. Dengan demikian diharapkan ada hasil sampingan yaitu panen padi dan juga panen katak hijau dan wereng pun dapat dikendaikan.

Selain menggunakan katak hijau, Cara Mengatasi Hama Wereng Padi dapat dibahas di artikel nusabudidaya sebelumnya yang membahas khusus tentang hama wereng ini. Dengan berhasil diatasinya hama wereng ini biasanya penyakit tungro tidak akan menyerang tanaman padi sehingga panen yang dihasilkan menjadi baik dan dapat menghasilkan keuntungan.

Related Posts

Add Comment