Penyakit White Spot Pada Ikan

Penyakit white spot pada ikanPenyakit white spot pada ikan atau dikenal juga sebagai penyakit “ich” merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. Penyakit white spot ini bisa menyerang pada hampir seluruh spesies ikan. Penyakit white spot dapat berakibat fatal, dimana dapat menyebabkan kematian massal pada ikan yang di budidaya.

Tanda Penyakit White Spot

Tanda paling mudah terhadap penyakit ini adalahmunculnya bintik bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. Ikan yang menjadi inang white spot bervariasi, siklus hidupnya serta caranya memperbanyak diri dalam air memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut.

Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan siklus hidup infektif parasit. Tahap infektif parasit penyebab penyakit white spot ini dikenal sebagai trophont. Trophont ini hidup dalam lapisan epidrmis kulit, insang atau rongga mulut. Sehingga yang memasukkan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit, beredekatan dengan lapisan basal lamina. Meskipun demikian arasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ lainnya.

Gejala penyakit white spot pada ikan adalah sebagai berikut :

  1. Penampakkan berupa bintik bintik putih pada sirip, tubuh, insang atau mulut. Masing masing bintik in sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Pada awal erkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Tapi pada saat parasit tersebutmakan, tumbuh dan membesar sehingga bisa mencapai 0,5 – 1 mm, bintik tersebut dengan mudah dikenali.
  2. Ikan dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok gosokan tubuhnya ppada benda benda lain di dalam air sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka.
  3. Ikan tampak gelisah atau meluncuk kesana kemari dengan cepat. Siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut).
  4. Ikan akan tampak lesu atau terapung di permukaan. Kulitnya berubah menajadi pucat ata mengelupas, sirip tampak robek robek dan compang camping. Insang juga memucat, kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami sistem osmotik dan stress pernapasan. Stress pernapasan ini dapat dilihat dari pergerakan tutup insang yang cepat (megap megap) serta ikan tampak mengapung di permukaan air untuk mencoba mendapatkan oksigen lebih banyak.
  5. Dalam pemeliharaan massal di kolam budidaya terdapat ikan yang mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan, gangguan pernapasan atau infeksi sekunder. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit penyakit white spot ini

Ichthyophthirius multifiliis

Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang dalam sistem klasifikasi masuk ke dalam

Phylum : Protozoa
Sub phylum : Ciliophora
Kelas : Ciliata
Subkelas : Holotrichia
Ordo : Hymenostomatida
Famili : Ophryoglenia
Genus : Ichthyophthirius
Spesies : Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman, 1967)

Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome), hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya, bagan sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda, mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil.

Ichthyophthirius multifiliis merupakan penyebab penyakit white spot pada ikan atau dalam bahasa inggrisnya White spot disease. Parasit ini dapat menginfeksi kulit, insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar, payau dan laut. Selain itu, parasit ini juga bisa menginfeksi udang walau beberapa jenis udang seperti udang vaname yang resisten terhadap serangan parasit ini.

Parasit ini memunyai panjang tubuh 0,1 – 1 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kematian. Parasit ini berkembang biak dengan cara pembelahan biner. Individu muda parasit ini memiliki diamter 0,3 – 0,5 mm dan individu dewasanya daat mencapai 0,5 – 1 mm.

Sikulus hidup Ichthyophthirius multifiliis

Siklus hidupnya dimulai dari stadium dewasa atau stadium tropozoit yang berkembang dalam kulit atau jaringan epitelium insang dari inang. Setelah fase tropozoit selesai, Ichthyophthirius multifiliis akan memecahkan epithelium dan keluar dari inangnya untuk membetuk kista. Larva larva berkista tersebut akan menempel pada tumbuhan, batuan atau obyek lain yang ada di perairan. Kemudian membelah yang menghasilkan 100 – 2000 sel bulat berdiameter 0,018 – 0,022 mm. Sel sel itu akan memanjang seperti cerutu berdiameter 0,01 x 0,04 mm dan mengeluarkan enzim hyaluronidase. Enzim tersebut digunakan untuk memecahkan kista sehingga berubah menjadi fase tomit.

Tomit yang dihasilkan dapat berenang bebas dan segera mendapatkan inang baru. Tomit tomit itu motil dan bersifat infektif sampai umur 4 hari dan akan mati jika dalam waktu 48 jam tidak segera menemukan inang baru. Cara penyerangan parasit ini dengan menempel pada lapisan kulit ikan, Ichthyophthirius multifiliis akan menghisap sel darah merah dan sel pigmen pada kulit ikan.

Pencegahan Penyakit White Spot Pada Ikan

Tindakan karantina terhadap ikan yang dipelihara merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghndari berjangkitnya penyakit white spot. Pada dasarnya penyakit white spot pada ikan mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di toko toko perikanan. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa senyawa kimia seperti metil blue, malachite green dan atau formalin. Meskipun demikian ketiga senyawa ini tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh ikan.

Oleh karena itu, pemberian senyawa kimia ini harus dilakukan berulang ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari wadah pemeliharaan. Perlu diperhatikan bahwa beberapa spesies ikan, khususnya ikan yang tidak bersisik seperti lele, tidak toleran terhadap produk produk anti white spot, sehingga tolong perhatikan cara pemberian obat obatan tersebut pada kemasan dengan baik.

Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari dengan dosis 2 ppt ) diketahui daat menghilangkan white spot. Pelakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan ikan yang tahan terhadap garam. Wadah dapat dibersihkan dari penyakit white spot dengan cara memindahkan seluruh ikan dari wadah tersebut. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang, fase berenang pada parasit (tomit) akan mati dengan sendirinya. Pada wadah pemeliharaan ikan dengan suhu diatas 21o C akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. Akan lebih aman lagi apabila wadah tersebut dibiarkan selama 7 hari.

SEmua peralatan budidaya juga akan terbesar dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari, hal ini dikarenakan  siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis yang merupakan parasit penyebab white spot pada ikan terjadi selama 7 hari. Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi parasit Ichthyophthirius multifiliis. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain. Untuk mencegah agar tidak terjangkit  penyakit white spot, air kolam harus sering diganti atau dialiri air baru yang segar dan jernih. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolam kolam lain.

Related Posts

Add Comment