Peran Bioteknologi Untuk Mengatasi Dampak Buruk Insektisida

Peran bioteknologiPeran bioteknologi untuk mengatasi dampak buruk insektisida memang diperlukan mengingat begitu banyaknya efek negatif yang diakibatkan oleh insektisida kimia ini. Penggunaan zat kimia dalam pemberantasan hama memang memberikan suatu sumbangan yang cukup besar dalam dunia pertanian. Namun jarang sekali petani menyadari bahwa dengan menggunakan insektisida tersebut akan timbul suatu masalah baru. Kesukaan para petani menggunakan insektisda kimia ini, alasannya adalah karena jenis insektisida tersebut mempunyai kemampuan yang cepat dalam mengendalikan serangan hama bila dibandingkan dengan cara lain dan mudah didapat di pasara.

Biasanya frekuensi penggunaan insektisida kimia relatif sering dan dalam jumlah yang besar. Akibat dari erlakuan yang terus menerus tersebut dan jumlah insektisida yang relatif banyak, kemungkinan hama yang dikendalikan tidak akan musnah justru dapat menjadi resisten (kebal) terhadap insektisida tersebut. Dampak buruk lain yang ditimbulkan adalah terjadi polusi lingkungan, yang tentunya berdampak negatif terhadap kesehatan. Di samping itu ada kemungkinan pula bahwa musuh alami lain akan ikut musnah. Sehingga jelas akan berakibat terganggunya keseimbangan biologi dan ini sangat berbahaya.

Peran Bioteknologi Memberi Alternatif Insektisida Kimia

Bioteknologi memiliki peran dalam mencari cara untuk mengatasi dampak buruk insektisida kimia ini. Salah satunya dengan memberikan cara lain dalam memberantas hama yang sekarang ini  sedang dipopulerkan untuk menggantikan cara cara yang sudah ada yaitu dengan cara pengendalian biologis. Pengendalian ini menggunakan preparat hayati, yang pada dasarnya memanfaatkan mikroba yang bersifat patogen atau yang menjadi musuh terhadap hama. Mikroba yang dapat digunakan sebagai preparat hayati adalah bakteri, jamur, nematoda dan juga virus. Karena di dalam pengendalian ini menggunakan jenis mikroba dan yang dikendalikan adalah hama (termasuk insekta), maka dikenal dengan istilah insektisida mikroba atau microbial insecticide.

Sebenarnya cara pengendalian ini suda berkembang pesat di negara maju, sedang bagi Indonesia sendiri cara ini belum banyak diterapkan. Banyak jenis jenis mikroba yang bersifat patogen terhadap serangga hama, akan tetapi tidak semua mikroba patogen dapat dipakai sebagai insektisida mikroba. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis mikroba yang dapat digunakan sebagai insektisida mikroba antara lain menyangkut masalah spesies, strain atau biotipe mikroba itu harus mudah ditangani dalam proses produksi (pembuatan insektisida mikroba). Selain itu potensis atau kemampuan mikroba tidak boleh menurun apabila disebar.

Contoh Insektisida Mikroba

Ada beberapa preparat hayati yang dikembangkan dalam dunia industri. Contohnya preparat hayati dari kelompok bakteri yaitu Bacillus thuringensis, bakteri ini sudah diteliti oleh berbagai peneliti dari Indonesia. Salah satu penelitian tentang bakteir Bacillus thuringensis ini adalah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa fakultas Biologi, UGM yaitu Pratama Adi Nugroho. Ia membuktikan bahwa ternyata bakteri ini mampu membunuh larva serangga yang merugikan manusia diantaranya adalah nyamuk Aedes yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Selain dapat membunuh nyamuk, bakteri berhasil melawan berbagai hama ulat (larva Lepidoptera) serta dapat pula mengendalikan kupu kupu pada kobis, ngengat dan penggerek jagung.

Selain bakteri Bacillus thuringensis, prepararat hayati lain yang digunakan sebagai alternatif insektisida kimia adalah dari kelompok jamur Metharrizium anizopliae dan virus dengan nama Baculo virus, keduanya bersifat patogen terhadap kumbang badak yang menyerang tanaman kelapa dan berhasil mengendalikannya.

Keuntungan

Seperti yang telah kita bahas diatas, peran bioteknologi untuk mengatasi dampak buruk insektisida adalah dengan menghasilkan mikroba yang dapat memberantas hama. Pada umumnya sistem bekerjanya mikroba lebih lambat dibandingkan dengan insektisida kimia. Akan tetapi, kelebihan atau keuntungan yang didapat dari penggunaan insektisida mikroba adalah :

  1. Resistensi hama yang dituju kemungkinan tidak akan terjadi.
  2. Musuh alami lain tidak akan musnah.
  3. Sistem kerja dari agen preparat hayati adalah berusaha menekan penuh semasa populasi hama tinggi dan sebalknya akan mengendor dengan sendirinya begitu populasi hama menurun. Jadi jelas tidak akan mengganggu keseimbangan biologis dan tentunya kelestarian alam akan tetap terjaga.

Related Posts

Add Comment