Perawatan Pachypodium Supaya Tumbuh Sehat

Pachypodium rosulatumPerawatan Pachypodium tidaklah sulit, tanaman ini termasuk tanaman sukulen yang tahan cuaca ekstrem sehingga tergolong tanaman yang bandel. Pachypodium dapat tumbuh di tempat yang terkena cahaya matahari langsung ataupun tidak, bahkan dijadikan tanaman indoor pun pachypodium tidak masalah.

Ada beberapa hal yang wajib anda perhatikan di dalam perawatan pachypodium ini, yaitu :

Pot

Pachypodium umumnya di datanam di dalam pot. Berbagai macam jenis pot baik dari gerabah maupun plastik dapat digunakan untuk menanam madagascar palm ini. Namun, pot gerabah lebih baik untuk pachypodium karena dapat menyerap kelebihan air. Ukuran pot disesuaikan dengan ukuran tanaman.

Media tanam

Pachypodium bisa hidup di bermacam macam tipe media. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media tanam adalah tanaman ini sangat peka terhadap kelebihan air. Pasalnya, habitat asli pachypodium adalah daerah yang gersang, kering dan berair. Porositas media untuk tanaman ini sebaiknya mencapai 70-80%. Media juga harus remah karena media yang padat akan menghambat pertumbuhan akar sehingga tanaman tidak berkembang, daun pucat, serta batang keriput atau gembos. Media tersebut juga harus mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Beberapa media yang digunakan oleh pembudidaya pachypodium di antaranya campuran pasir beton no. 1, sekam bakar dan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam atau kuda dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Namun, ada pekebun yang mensyaratkan, volume pupuk kandang tidak boleh lebih dari 20% dari total media. Pasalnya, pupuk kandang yang terlalu banyak dapat menyebabkan tanaman mudah busuk.

Pekebun tersebut menggunakan media campuran pasir malang, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 2 : 1/2. Media lalu dicampur dengan kapur dolomite sebanyak 5% dari volume total untuk menjaga agar pH tetap netral. Selain itu, ada juga pekebun yang menggunakan media berupa campuran sekam setengah matang, pasir malang dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 ; 1. Pupuk kandangnnya terdiri dari kotoran kambing dan sapi yang terfermentasi sempurna dengan perbandinga 1 : 1. Anda bisa memilih salah satu dari 3 jenis campuran media tanam diatas, ketiganya sudah teruji dan dapat digunakan sebagai tempat tumbuhnya pachypodium dengan baik.

Pemupukan

Dalam perawatan pachypodium, seringkali penghobiis salah dalam pemberian masalah pupuk ini. Pachypodium membutuhkan pupuk seimbang agar pertumbuhannya optimal. Pupuk pertama diberikan saat tanaman berumur sebulan sejak dipindahkan ke pot. Pasalnya, pada saat itu tanaman mulai bisa menyerap unsur hara dari akar dan sedang giat giatnya menumbuhkan tunas baru. Pemupukan berikutnya bisa dilakukan setiap sebulan sekali.

Pupuk yang bisa diberikan adalah NPK dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang dicairkan dan disiramkan ke media. Konsentrasi larutan pupuk tersebut adalah 1 sendok makan untuk setiap 5 liter air. Selain pupuk akar, tanaman perlu diberi pupuk daun dengan kandungan N tinggi, seperti Gandasil D, Uno D dan Dekastar. Dalam penggunaannya, pupuk daun tersebut juga dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 2 cc / liter. Beberapa pekebun juga memberikan pupuk kalsium cair dan vitamin B1.

Saat tanaman mulai mengeluarkan bunga, unsur N mulai dikurangi. Pada saat ini, tanaman membutuhkan unsur P dan K lebih banyak. Pupuk yang mengandung unsur P dan K tinggi diantaranya adalah pupuk Surplus Merah dan Unggu B. Pupuk tersebut diberiikan dengan cara disemprotkan pada daun. Konsentrasi yang dianjurkan adalah 2 cc atau 2 gram per liter air.

Penyiraman

Sebagai tanaman gurun, pachyodium membutuhkan air dalam jumlah yang relatif sedikit dibandingkan dengan tanaman hias lain. Sebenarnya tidak ada patokan pasti berapa hari sekali tanaman in perlu disiram. Asal media tanam sudah kering, berarti tanaman perlu disiram.

Penyiraman ini juga tergantung pada intensitas snar matahari dan cuaca. Jika ditanam di tempat yang kering dan panas, tanaman perlu disiram setiap hari. Sebaliknya jika ditanam di tempat yang kelembabannya tinggi, penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali atau bahkan tidak perlu disiram.

Pada saat menyiram tanaman, usahakan air membasahi seluruh permukaan media tanam agar setiap bagian akar mendapat air yang dibutuhkan. Kelebihan air sebenarnya tidak masalah bagi pachypodium, asalkan medianya benar benar porous. Karena itu pastikan kelebihan air keluar dari lubang di dasar pot. Akar tanaman yang tergenang air bisa membusuk dan mengakibatkan tanaman mati.

Repotting

Repotting diperlukan jika media tanam sudah jenuh, miskin unsur hara dan pHnya meningkat. Meskipun ditambah unsur hara, tanaman tidak akan bisa menyerap secara optimal. Hal ini bisa dilihat dari daun yang tumbuh lambat, kuning, kering dan mudah rontok. Jika dibiarkan, tanaman tidak saja tumbuh kerdil tetapi juga tidak bisa mengeluarkan bunga.

Penggantian media pada pachypodium sebaiknya dilakukan 10 bulan sekali atau selambatnya setahun sekali. Repotting ini harus dilakukan secara hati hati karena luka kecil saja bisa menjadi jalan masuknya jamur maupun bakteri.

Berikut ini tahapan penggantian pot pada pacypodium :

  1. Keluarkan tanaman dari pot secara hati hati dan pastikan tidak ada luka sedikit pun pada bonggol atau perakarannya.
  2. Jika sampai ada ecet atau luka, olesi dengan fungisida.
  3. Angin anginkan tanaman selama seminggu sampai luka benar benar kering
  4. Tanam kembali pachypodium dalam media tanam yang subur dan porous. Gunakan ukuran pot yang sesuai dengan ukuran tanamannya.

Itulah beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam perawatan pachypodium, tidak sulit bukan?

 

 

Related Posts

Add Comment