Perbanyakan Tanaman Pachypodium

Pachypodium baroniiPerbanyakan pachypodium dapat dilakukan dengan stek, grafting ataupun penyemaian biji. Namun, resiko kegagalan stek cukup tinggi karena akar dari tanaman ini sulit keluar. Selain itu, hasil stek cenderung tidak berbonggol dan bentuk tajuknya kurang bagus. Grafting umumnya dilakukan pada jenis kristata atau brevicaule yang langka dan pertumbuhannya lambat. Batang bawah yang digunakan biasanya dari jenis Pachypodium lamerei karena lebih mudah tumbuh. Tingkat kegagalan perbanyakan menggunakan metode grafting ini relatif rendah.

Perbanyakan pachypodium secara massal biasanya dilakukan dengan menyemai biji. Meskipu daya kecambah biji pachypodium ini relatif rendah, cara ini lebih efektif untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Apalagi bila mengingat keberadaan tanaman ini yang masih tergolong langka untuk distek ataupun digrafting.

Keberhasilan penyemaian biji pachypodium ini sangat dipengaruhi oleh teknik penyemaiannya. Mulai dari pemilihan media semai hingga penanganan benih harus dilakukan dengan benar. Beberapa pemain tanaman hias mengaku beberapa kali gagal menumbuhkan biji si tanaman gurun ini. Namun, melalui pengalaman trial and error, kini sudah menemukan cara yang tepat untuk perbanyakan pachypodium melalui biji ini.

Media semai bisa berupa campuran sekam bakar dan pasir malang (3:1), ditambah 5% dolomit yang diaduk rata. Bisa juga menggunakan peatmoss, perlit dan sekam bakar (1:1:1), Peatmoss dan perlit dicampur sebagai lapisan bawah, sedangkan sekam bakar digunakan sebagai lapisan atas. Komposisi seperti itu dibuat dua lapis untuk menjaga kelembapan.

Penyemaian bisa dilakukan secara tunggal di dalam baki (tray) atau secara kompot dalam kotak styroform berlubang. Kotak ukuran 40 x 50 cm bisa diisi dengan 200 benih. Berikut ini tahapan penyemaian biji Pachypodium

  1. Rendam biji dalam air hangan suam kuku (sekitar 40C) ditambah 10 cc zat perangsang tumbuh. Setiap 20 menit, ganti airnya agar tetap hangat. Setelah 1 jam, tiriskan biji lalu rendah kembali dalam air bersih yang dicampur hormon giberelin (1 tetes per 200 ml air).
  2. Rendam biji dalam media sedalam 0,5 cm atau untuk biji yang ukurannya sangat kecil cukup disebar diatas media.
  3. Jika menggunakan campuran media yang pertama, siram persemaian 2 – 3 hari sekali. Namun, jika menggunakan media yang kedua penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali. Pasalnya media ini cenderung lebih banyak mengikat air.
  4. Biasanya enam hari pascasemai daun mulai muncul. Namun, daun sejati baru muncul empat hari kemudian. Dua bulan berikutnya tanaman pachypodium dapat dipindahkan ke dalam pot dengan mengikutsertakan media semai ditambah sekam bakar. Jangan lupa diberi pupuk supaya tanaman ini tumbuh dengan lebih baik.

Perbanyakan pachypodium ini secara finansial cukup menguntukan hal ini dikarenakan jenis pachypodium termurah saja (Lamerei dan geayii) harganya minimal 25 ribu untuk ukuran tanaman 5 – 7 cm. Jika dalam satu kali perbanyakan anda berhasil memproduksi 1000 tanaman maka anda bisa mendapatkan 25 juta rupiah dalam sekali perbanyakan.

Related Posts

Add Comment