Perbanyakan Tanaman Teratai

TerataiAda 4 cara yang dapat dilakukan untuk perbanyakan tanaman teratai yaitu dengan biji, umbi, tunas akar dan tunas daun. Untuk masing masing caranya akan saya jelaskan sebagai berikut :

Perbanyakan Teratai dengan Biji

Biji teratai yang baik untuk disemai adalah biji yang sudah tua, berdiameter 1 – 2 cm dan kulit luarnya keras. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci biji hingga lendirnya hilang, lalu rendam biji tersebut dengan larutan ZPT perangsang perkecambahan selama semalam.

Media semai yang bisa digunakan adalah campuran tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1 yang dicampur air. Masukkan media semai tersebut ke dalam ember atau wadah lain. Sebarkan biji di atas media, lalu letakkan di tempat yang teduh. Biji teratai akan berkecambah setelah 2 – 3 minggu. Setelah menghasilkan 2 helai daun, bibit dapat di pindahkan ke media penanaman di kolam atau di pot.

Perbanyakan Teratai dengan Umbi

Cara perbanyakan dengan umbi dilakukan dengan memisahkan anakan umbi yang menempel di sekitar umbi induk teratai. Cara ini umumnya lebih banyak dipiih karena tanaman yang dihasilkan akan lebih cepat mengeluarkan bunga daripada bibit asal biji. Teratai yang dijadikan induk adalah teratai yang sudah berumur 1 – 2 tahun atau siklus pembungaannya sudah berkurang.

Untuk memisahkan anakan umbi, angkat tanaman dari medianya, lalu bersihkan umbi dari sisa lumpur yang menempel. Pilih anakan umbi yang ukurannya hampir sama dengan umbi induk, memiliki perakaran yang baik dan setidaknya sudah menumbuhkan 2 – 4 helai daun yang muncul ke permukaan air. Pisahkan anakan tersebut menggunakan pisau tajam dan bersih.

Setelah memisah, celupkan anakan umbi ke dalam fungisida lalu jemur hingga kering. Setelah kering, rendam umbi ke dalam air hangat yang sudah dicampur dengan zat perangsang tumbuh. Selanjutnya, tanam umbi di media baru dan letakkan di tempat teduh agar beradaptasi. Setelah tanaman menghasilkan kuncup daun baru, segera pindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari langsung. Dalam waktu sekitar empat bulan, tanaman teratai tersebut akan mulai berbunga.

Pebanyakan Teratai dengan Tunas

Cara ini dapat dilakukan pada tanaman teratai yang tidak memiliki umbi. Pada tahap awal, keluarkan tanaman teratai dari wadah yang lama, lalu cuci dengan air mengalir. Setelah itu, belah pangkal batang yang memiliki tunas. Belahan tunas tersebut dapat langsung dipindahkan ke wadah baru yang telah disiapkan. Sementara itu, induk yang telah dibelah dapat ditanam kembali. Letakkan tanaman baru di tempat teduh selama seminggu agar beradaptasi. Setelah pertumbuhan tampak stabil, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

Perbanyakan Teratai dengan Tunas Daun

Cara ini dikhususkan untuk jenis tanaman teratai yang memiliki tonjolan kecil di bagian tengah atau pangkal. Tonjolan tersebut adalah tunas daun yang bisa ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Caranya, petik daun bersama tangkainya sepanjang 5 cm. Gunting sebagian besar helai daun dan sisakan 1,5 – 2 cm dari pangkal daun. Tancapkan tangkai daun ke wadah penanaman hingga hanya bagian daunnya yang terlihat tepat di atas permukaan media.

 

Related Posts

Add Comment