Pohon Sikas, Tanaman Hias Yang Memikat

Pohon sikas, begitulah panggilan akrab Indonesianya. Tanaman ini termasuk barang antik di kalangan tanaman hias. Tetapi bukan itu yang menyebabkan harganya selangit, melainkan karena sikas memang cantik, malah ada kean agak unik.

Sosoknya sendiri memang indah, bisa dibilang mirip pakis karena batang dan daunnya tampak mirip, tetapi bisa juga dikatakan mirip palem. Dan tidak heran bila orang barat menyebutnya Fern palm, karena mirip palem dan pakis.

Nenek moyang pohon sikas ini sebenarnya merupakan penghuni asli hutan hutan di Amerika tropis. Lebih dari 75 jenis ditemui tersebar di Amerika, Australia dan Afrika. Dari dataran tropis ini lalu mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Tidak diketahui pasti, siapa sebenarnya orang yang paling berjasa menemukannya pertama kali. Yang pasti, si cantik menawan ini terhitung sebagai flora angkatan awal yang menghuni bumi kita ini. Dan tersebar di seluruh dunia, khususnya daerah daerah beriklim tropis dan sub tropis. Pohon sikas ini merupakan salah satu tanaman purba yang sudah ada pada jaman karbon, belasan juta tahun yang silam.

Kehadirannya di persada Nusantara ini ikut menyemarakan keindahan taman. Bukan lantaran warna warni daunnya yang cantik, tapi sikas juga tampak unik, anggun, tegar dan gagah. Itulah kesan yang dipancarkan sikas, sehingga tanaman ini banyak dicintai oleh penggemarnya. Dan bukan hanya itu sikas juga mempunyai kesatuan bentuk yang mantab, kaya akan jenis dan kaya akan variasi. Yang kesemuanya itu membuat sikas mempunyai peluang yang besar untuk terpilih sebagai tanaman yang dominan maupun sebagai aksen, atau tanaman yang menonjol dalam taman. Bahkan bukan hanya memperindah taman, tapi sikas juga tampil manis, bersih dan cantik di dalam pot sebagai penghias ruangan luar atau teras. Selain indah dan unik bentuknya juga tahan terhadap sinar matahari langsung.

Tanaman yang makin hari makin populer ini disamping mempunyai bentuk daun yang mempesona, juga memiliki aneka bentung batang yang sangat unik. Salah satu bentuk batangnya yang bulat seperti bola, gemuk membesar dengan anakan yang tumbuh berbaris sejajar atau bertingkat memancarkan kesan sangat unik dan mengagumkan sekali. Ada lagi yang batangnya berbentuk silinder dengan pola bersisik yang tumbuh tinggi dengan penyangga mahkota daun yang berbentuk roset, sangat menawan dan menggemaskan.

Daun daunnya yang segar, hijau mengkilap dan sangat bagus itu, di beberapa negara dipakai untuk hiasan kuil, candi maupun klenteng. Dan juga dipakai untuk dekorasi altar. Sementara itu, di kepulauan Guam daun sikas digunakan sebagai pengganti daun palem dalam upacara Minggu Palem. Daun sikas dibawa oleh anak anak dalam pawai atau arak arak keagamaan pada pagi hari. Berbaris dari suatu desa dipimpin oleh seseorang pemuka agama kristen.

Sedangkan di Indonesia, semasa penjajahan Belanda daun pohon ikas dimanfaatkan oleh mereka untuk krans karangan bunga di makan kerkop. Namun sekarang tidak hanya hadir di makam, tapi mempunyai peluang yang baik untuk bisa tampil di mana saja. Baik di tempat pertemuan, hotel, kantor ataupun di tempat terhormat lainny, untuk berbagai desain dekorasi maupun sebagai krans rangkaian bunga yang indah dengan warna warni bunga yang cantik. Daun sikas ini memang awet, tahan segar sampai berbulan bulan lamanya setelah dipotong.

Terlepas dari itu semua, tanaman sikas tergolong tanaman yang mudah tumbuh dan daya tahan hidupnya tinggi. Di tempat tempat yang banyak sinar matahari, sikas dapat tumbuh baik meskipun jarang dirawat. Perawatannya pun mudah. Selain itu, mudah diperbanyak dan dikembangbiakkan bahkan terkenal pula bisa tumbuh baik di rumah kaca. Tidak heran bila si cantik ini main hari makin menanjak namanya dan makin menjadi sasaran perburuan pecinta tanaman hias, termasuk di Indonesia.

Salah satu jenis sika yang kecantikannya diakui di seluruh dunia adalah Cycas revoluta, alias sikas jepang yang tentunya berasal dari jepang. Sedang jenis yang asli Indonesia, biasa kita panggil pakis haji alias Cycas rumphii yang tidak kalah cantiknya bila dibanding dengan sikas pendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *