Potensi Tanaman Obat di Indonesia

Tanaman obatPotensi pengembangan tanaman obat di Indonesia sangat cerah ditinjau dari berbagai faktor pendukung, antara lain tersedianya sumber kekayaan alam dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Juga diperkuat dengan fakta sejarah pengobatan tradisional yang telah dikenal lama oleh nenek moyang dan diturunkan secara turun temurun, sehingga menjadi warisan budaya bangsa. Selain itu, isu global kembali ke alam “back to nature” dapat meningkatkan pasar produk produk hebal. Bahkan, dari pengalaman terjadinya krisis moneter pada waktu yang lalu menyebabkan pengobatan tradisional menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Adanya kebijakan pemerintah berupa berbagai peraturan atau perundangan terkait dengan tanaman obat menunjukkan perhatian serius bagi pengembangan komiditas tersebut di Indonesia.

Mengapa Tanaman Obat Perlu di Kembangkan?

Pengembangan tanaman obat memiliki arti sangat luas, tidak hanya sebagai sumber bahan baku obat herbal (agromedisin), namun juga dapat difungsikan sebagai sarana agrowisata, laboratorium botani (taman botani), sumber plasma nuftah, jalur kawasan hijau, komoditas ekspor nonmigas dan sumber pendapatan masyarakat. Hasil hasil industri agromedisin asli Indonesia berupa bahan baku dalam bentuk simplisia dan minyak atsiri telah banyak dimanfaatkan oleh banyak negara maju sebagai bahan baku untuk berbagai tujuan penggunaan, seperti obat herbal, suplemen makanan, kosmetik dan parfum. Hal ini menjadi peluang bagi setiap daerah untuk menjadikan tanaman obat sebagai salah satu prioritas dalam pembangan bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Pengembangan tanaman obat juga dapat menciptakan peluang bagi Indnesia untuk menjadi pusat obat herbal dunia. Hal ini meningat Indonesia dikenal secara luas sebagai pusat keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar keda di dunia. Tidak mengherankan apabila pengembangan tanaman obat di Indnesia diarahkan untuk membangun agrobisnis dan agroindustri bebasis tanaman obat yang kuat, mandiri dan berdaya saing dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Juga sekaligus menjadikan Indonesia sebagai produsen nomor satu di dunia dalam industri obat berbasis bahan alami (world first class herbal medicine country) pada tahun 2024. Hal tersebut senapas dengan cita cita (visi) pembangunan pertanian Indonesia 2015 – 2045 yaitu “Terwujudnya sistem pertanian – bioindustri berkelanjutan yang menghasilkan beragam pangan sehat dan produk bernilai tambah tinggi dan sumber daya hayati pertanian dan kelautan tropika”.

Potensi Tanaman Obat

Potensi tanaman obat di Indonesia terdapat sekitar 7.000 spesies, 4.500 spesies diantaranya berada di pulau Jawa. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila penduduk di Pulau Jawa banyak mengkonsumsi tanaman obat, terutama dalam bentuk olahan jamu. Kenaikan pangsa pasar jamu dipicu adanya perubahan pola pengemasan jamu oleh para produsen, diantaranya dikemas dalam bentuk makanan atau minuman seperti teh, kopi dan lain lain. Diharapkan jamu yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari tanaman obat bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu terhormat di negeri orang lain.

Disamping kaya akan potensi sumber daya plasma nuftah tanaman obat obatan, Indonesia juga memiliki potensi ketersediaan lahan yang cukup luas dan belum dimanfaatkan secara optimal. Total luas daratan Indonesia sekitar 192 juta hektar, terbagi atas 123 juta hektar (64,6 %) kawasan budidaya dan 67 juta hektar sisanya (35,4%) merupakan kawasan lindung. Dari total luas kawasan budidaya di daratan yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 101 juta hektar, meliputi lahan basah 25,6 juta hektar, lahan kering tanaman semusim 25,3 juta hektar dan lahan kering tanaman tahunan 50,9 juta hektar. Dari areal yang berpotensi untuk pertanian, yang sudah dibudidayakan menjadi areal pertanian baru seluas 47 juta hektar, sehingga tersisa 54 juta hektar yang berpotensi untuk perluasan areal pertanian, termasuk dapat dimanfaatkan antara lain untung pengembangan tanaman obat.

Potensi tanaman obat asli Indonesia dapat terlihat dari peran kontribusinya pada produksi obat dunia. Contohnya, dari 45 macam bat penting yang di produksi oleh Amerika Serikat, yang berasal dari tumbuhan obat troika sebanyak 14 spesies, diantaranya berasal dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *