Pupuk Kompos : Manfaat, Kandungan dan Pembuatannya

Pupuk Kompos : Manfaat, Kandungan dan Pembuatannya – Diperkirakan kandungan bahan organik di lawan sawah di Pulau Jawa berkurang hingga tinggal 1%. Padahal, kandungan bahan organik yang ideal adalah sebesar 5%. Masalah yang akan ditimbulkan karena kekurangan bahan organik adalah kemampuan tanah dalam mengikat atau menahan air menjadi rendah, efisiensi penyerapan pupuk berkurang, aktivitas mikroba tanah tidak berjalan dengan baik dan struktur tanah menjadi buruk. Ini berakibat pada produktivitas tanah yang semakin menurun sehingga tanah membutuhkan pemupukan yang terus meningkat.

Untuk mengatasi masalah ini, dapat dilakukan dengan memberikan bahan organik yang cukup ke dalam tanah, sehingga akan tercipta kembali kesuburan tanah. Artinya, disini petani berkewajiban untuk memperbaiki keadaan tanah apabila ingin mendapatkan tanah yang subur kembali. Caranya adalah dengan memberikan pupuk kompos dalam tanah. Pupuk kompos merupakan bahan organik yang dapat menambah dan memperbaiki kesuburan tanah. Pupuk kompos sudah mengandung kotoran sapi, kambing, ayam atau kotoran makluh hidup lainnya.

Manfaat Pupuk Kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk multivitamin bagi tanah pertanian. Manfaat pupuk kompos, yaitu :

  • Dapat menyuburkan tanah sehingga merangsang pertumbuhan akar.
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah, untuk membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah dan membentuk senyawa yang merangsang pertumbuhan tanaman.

Pupuk kompos dapat menjadikan tanah semakin ramah lingkungan dan subur. Kandungan senyawa organik di dalamnya, seperti asam humat dan asam fulfat berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan. Ia juga dibuat untuk memanfaatkan bahan bahan yang terbuang, seperti sisa sisa panen, jerami dan serasah.

Bahan tidak tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos, diantaranya :

  1. Sisa sisa panen, yaitu jerami atau serasah.
  2. Limbah industri pertanan, seperti ongok, ampas tahu dan serbuk gergaji.
  3. Kotoran ternak.
  4. Sisa daun kering dan rumput rumputan.

Kandungan

Pupuk kompos mempunyai kandungan yang lengkap, baik unsur hara makro seperti N, P, K, Ca, Mg dan S serta unsur hara mikro seperti Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl dan B. Akan tetapi, apabila dibadingkan dengan pupuk kimia buatan, kandungan haranya lebih rendah, sehingga dalam pengaplikasiannya dibutuhkan pupuk kompos dalam jumlah yang banyak.

Pembuatan Pupuk Kompos

Dalam usaha budidaya biasanya pupuk kompos dibuat setelah panen, yaitu selang waktu antara penyiapan bibit sampai sebelum penanaman bibit. Ini dimaksudkan agar begitu pupuk kompos matang, kira kira 1 bulan. Pupuk dapat disebarkan ke lahan pertanian bersamaan dengan pengolahan tanah. Pengomposan dilakukan di dekat lahan pertanian atau di dekat sumber bahan baku.

Dalam pembuatan pupuk kompos, bahan sisa sisa panen seperti jerami, sisa sisa batang dan daun, seresah, rumput rumputan, sisa daun kering dan lainnya dicacah dahulu dengan ukuran 3 – 5 cm. Ini semua untuk mempercepat pengomposan. Tambah dekomposer atau agen pengompos yang berupa bakteri dan cendawan agar terdekomposisi atau terurai. Bila tidak terdapat dekomposer, gunakan kotoran ternak yang digunakan sebagai sumber mikroba dalam pembuatan pupuk.

Penyiraman dilakukan dengan menggunakan air bekas pencuci beras dan petai cina. Bila ada dekomposer, buat bak dengan ukuran 1 meter kubik, kemudian maukkan bahan setebal 20 cm. Bahan disiram secara merata dengan dekomposer sebanyak 30 cc dengan dilarutkan ke dalam 10 liter air, selanjutnya bahan dilapis di atasnya setebal 20 cm dengan perlakuan sama, ulangi hingga mencapai 5 lapis.

Setelah bahan mencapai lima lapis. Tumpukan bahan ditutupi dengan plastik mulsa untuk menjaga kelembapan, kadar air dan suhu selama proses pembuatan kompos, lalu dibiarkan selama 4 – 6 minggu. Setiap 3 minggu, lakukan pengaduhkan dan pembalikan agar kematangannya merata.

Untuk skala rumah tangga, pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan menggunakan komposer yang dibuat dari tempat sampah atau pot yang besar. Di dalamnya diberi sarangan agar air turun ke bawah dan siklus udara dapat berjalan dengan baik. Cara pembuatan pupuk ini sama, yaitu perlu pencacahan bahan bahan yang hendak dijadikan pupuk sampai dengan pemberian dekomposer. Sisa air fermentasi pengomposan dapat ditampung dan dipakai kembali untuk menjadi dekomposer.

Ciri ciri pupuk kompos yang sudah matang adalah terjadinya perubahan warna menjadi cokelat kehitaman, tekstur menjadi lunak dan tidak berbau menyengat. Apabila masih basah, pupuk ini dikeringkan dengan dijemur dan diangin anginkan supaya mendapatkan hasil yang berkualitas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *