Ras Ulat Sutera Unggul Untuk Budidaya

Ulat SuteraRas Ulat Sutera Unggul

Mengenal Ulat Sutera

Ulat sutera dalam sistematika binatang termasuk serangga yang umum memiliki ciri ciri sebagai berikut :bagian tubuhnya terdiri dari 3 bagian yaitu kepada, thoraks dan abdomen, memiliki kaki sebanyak enam buah. Sifat spesifik lainnya dari serangga adalah dalam proses hidupnya mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) yang bentuk fisik antara satu fase dengan fase lain amat berbeda.

Ulat sutera termasuk kedalam family Bombycidae, semua anggota famili Bombycidae selalu membentuk kokon lebih dahulu sebelum menjadi kepompong. Secara alamiah, kegiatan ini merupakan upaya untuk menyelamatkan diri dari musuh atau kondisi lingkungan karena kepompong tersebut keadaannya amat lemah dan tidak berdaya.

Pemanfaatan kokon ulat sutera ini sudah dilakukan manusia sejak dahulu kala, mulai sekitar 400 tahun lalu oleh bangsa cina yang kemudian diikuti oleh bangsa jepang. Di Indonesia budidaya ulat sutera telah lama dilakukan oleh masyarakat sulawesi selatan. Namun, belakangan ini mengingat prospek ekonomis komiditas ini cukup baik maka budidaya ulat sutera mulai berkembang di daerah lain.

Ras Ulat Sutera Unggul

Dalam budidaya ulat sutera dikenal empat jenis atau ras ulat sutera unggul yang memiliki produktivitas kokon tinggi dan dapat menghasilkan benang sutera dengan kualitas baik. Keempat ras kupu sutera tersebut adalah ras cina, ras jepang, ras eropa dan ras tropika.

Di Indonesia yang telah banyak dikembangkan adalah ulat sutera ras cina dan jepang, serta hasil persilangan dari kedua ras ulat sutera tersebut. Namun, belakangan ini hasil persilangan ras jepang dan ras cina justru yang banyak dikembangkan. Ulat sutera ras cina dan jepangĀ  ini disamping memiliki keunggulan juga memiliki kelemahan. Tetapi dengan menyilangkan kedua ras tersebut kelemahan kelemahannya dapat dikurangi dan sifat ungullnya lebih menonjol.

Ciri ciri ulat sutera dari ras jepang antara lain

  • Umur produksinya relatif lebih panjang dibandingkan dengan ras cina
  • Lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap serangan penyakit
  • Bentuk kokon tebal, seperti kacang tanah
  • Lapisan kokon tebal, sehingga produksi kokon amat tinggi, lebih tinggi dibandingkan ras cina.

Sedangkan ulat sutera ras cina memiliki ciri ciri

  • Umur produksinya pendek
  • Bentuk kokon bulat
  • Lapisan kokon tipis, sehingga produksinya rendah
  • Daya tahan terhadap penyakit lebih baik

Untuk memperoleh ulat sutera yang memiliki produksi kokon tinggi, cepat berproduksi dan tahan terhadap penyakit, maka dilakukan penyilangan antara kedua ras tersebut pada pusat pembibitan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil persilangan yang baik adalah mula mula ulat sutera ras jepang unggul dikawinkan dengan ulat sutera jepang unggul, sehingga diperoleh F1 inter cross ras jepang yang baik. Kemudian ulat sutera cina unggul dikawinkan pula dengan ulat sutera cina unggul, sehingga diperoleh F1 inter cross ras cina. Selanjutnya, F1 intercross cina dikawinkan dengan F1 intercross jepang. sehingga diperoleh F1 double cross. F1 double cross ini memiliki sifat sifat yang lebih baik dibandingkan ras asli.

Karenanya kini lebih banyak dikembang biakan ras campuran dibandingkan ras asli. Ulat sutera hasil persilangan ini memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit, umur produksinya lebih pendek dari ras jepang tetapi produksi kokonnya lebih tinggi dibandingkan ras cina.

Itulah sedikit mengenai ras unggul ulat sutera, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *