Reproduksi Protozoa

34 views

protozoaProtozoa merupakan sebuah makhluk hidup yang struktur tubuhnya masih sangat sederhana. Reproduksi protozoa dilakukan dengan dua cara yaitu secara aseksual (tanpa fertilisasi) dan juga secara seksual. Keduanya akan kita bahas secara mendetail pada artikel berikut ini.

Reproduksi Protozoa secara Aseksual

Pembelahan diri menjadi cara berkembang biak protozoa secara Aseksual yang paling terkenal. Tetapi sebenarnya pembelahan diri yang dilakukan protozoa ada banyak jenisnya, tidak hanya satu sel menjadi dua.

Beberapa reproduksi aseksual yang dilakukan oleh protozoa adalah sebagai berikut :

  1. Pembelahan biner (binary fission)
    Pembelahan biner terjadi apabila keadaan lingkungan baik dan cocok dengan siklus hidupnya. Protozoa akan mengadakan pembelahan diri yang dimulai dari kariosom, kemudian nukleus dan seterusnya hingga sitoplasma. Biasanya dari satu individu menjadi dua kemudian dua menjadi 4 dan seterusnya. Cara perkembangbiakan seperti ini hanya terjadi pada bentuk Trofozoit. Trofozoit ini merupakan salah satu stadium dalam daur hidup protozoa, dimana ia makan, bergerak, berkembang biak dan mempertahankan koloni di dalam tubuh inangnya. Cara perkembangbiakan satu sel menjadi dua ini disebut juga sebagai endodiogenik yaitu satu inti akan membelah menjadi dua, lalu diikuti oleh pembelahan struktur morfologi protozoa lainnya.
  2. Endopoligenik
    Selain melalui pembelahan biner, reproduksi aseksual yang dilakukan protozoa dapat pula dengan endopoligenik, yaitu inti sel membelah menjadi banyak lalu diikuti sitoplasma dan struktur tubuh lainnya. Dalam hal ini, satu sel akan berkembangbiak menjadi beberapa sel baru. Pembelahanan ini teratur dan sitoplasma juga mengikuti pembelahan ini secara teratur.
  3. Splitting
    Ada juga pembelahan inti menjadi banyak tetapi tidak teratur tiap belahan akan diikuti oleh sitoplasma dan menjadi beberapa sel baru yang bentuknya kurang teratur, maka pembelahan ini disebut splitting. Hal ini biasanya terjadi pada proses infeksi protozoa ke inangnya.
  4. Skizogomi
    Cara perkembangbiakan skizogomi terjadi dimana satu inti membelah menjadi banyak dan diikuti pembelahan sitoplasma, hingga terbentuklah merozoit yang banyak.
  5. Spora
    Cara perkembangbiakan menggunakan spora ini tidak terjadi pada semua protozoa tetapi hanya anggota dari kelas Sporozoa saja. Hal ini biasanya terjadi jika lingkungan tempatnya hidup berubah menjadi tidak menguntungkannya, ia kemudian akan menghasilkan spora yang memiliki dinding yang resisten yang berfungsi untuk bertahan hidup dari cekaman lingkungan yang tidak menguntungkan tersebut.

Reproduksi Seksual

Pada perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan cara perkawinan antara mikrogamet dan makrogamet. Setelah terjadi perkawinan akan menghasilkan zigot, lalu terbentuk ookinet yang kemudian berubah menjadi ookista yang di dalamnya terbentuk sporozoit, proses ini disebut sporogoni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *