Sejarah Pertanian di Dunia

Kapan sejarah pertanian di dunia dimulai ? Tentu perkiraan yang paling tepat adalah bersamaan dengan mulai belajarnya manusia menanam. Ini adalah proses yang panjang. Konon homo sapiens (spesies manusia modern) baru muncul 100 ribu tahun yang lalu sementara sejarah pertanian diperkirakan dimulai sekitar seperlima usia itu. Data arkeolgi membuktikan praktik pertanian mulai menyebar sekitar 8000 – 10.500 tahun yang lalu. Adapun praktik pertanian pertama kali dilakukan di tepi barat laut Mediterania yang saat ini menjadi negara Syria, Israel dan Jorgania.

Sementara di benua amerika, ditemukan fosil labu yang diduga telah berumur 7000 –  9000 tahun yang lalu, dimana  menandai kemunculan pertanian di benua amerika. Demikian juga sejarah pertanian di Asia, penemuan gua spirit di Thailand juga menunjukkan jejak pertanian pada tahun 7000 – 9000 SM.

Beberapa ahli menganggap bahwa kemunculan pertanian di dunia bersamaan dengan perkembangan peradaban. Namun beberapa kajian terhadap suku suku pemburu menunjukkan jika masyarakat tersebut sesungguhnya mengetahui cara bercocok tanam, namun ketika yang mereka butuhkan melimpah di alam, praktik perburuan dan pengumpulan masih bertahan.

San, suku bangsa pemburu di Afrika bagian Selatan yang masih bertahan saat ini. Pergerakan mereka dipengaruhi oleh distribusi makanan pada saat musim kemarau atau huan. Pada saat musim hujan, ketika sumber makanan terkonsentrasi dekat dengan sumber air, maka suku ini menetap di daerah sekitar sumber air dan mengirimkan sekelompok orang untuk berburu. Namun pada saat musim hujan, seluruh komunitas berpindah dari lokasinya saat musim kering untuk mendapatkan lebih banyak makanan saat apa yang tersedia di alam melimpah.

Hingga abad 10.000 SM pada akhir abad zaman es hampir seluruh komunitas manusia adalah masyarakat pemburu dan pengumpul. Namun terjadi perubahan secara gradual, sehingga pada sekitar tahun 1500 M, hanya 1 persen populasi manusia yang merupakan pemburu dan pengumpul.

Kemungkinan faktor yang membuat nenek moyang manusia mulai bercocok tanam adalah ketika adanya tekanan dari lingkungan, yakni saat bahan makanan dan buruan mulai langka di alam. Di satu sisi lain, mereka mulai mengetahui cara bercocok tanam. Selain itu, tekanan populasi menjadi salah satu dugaan terbesar mengapa manusia mulai bercocok tanam. Pasalnya ketika hanya mengandalkan pemberian alam maka jumlah makanan yang tersedia terbatas. Namun dengan menanam maka manusia dapat meningkatkan ketersediaan pangan.

Beberapa pakar menduga jika sejarah pertanian diawali dari para pembuat obat. Mereka mengamati dan mengumpulkan beberapa tanaman liar yang bermanfaat untuk penyembuhan penyakit, lalu menanamnya di dekat kediamannya. Upaya untuk menemukan tanaman yang dapat dipelihara adalah proses yang panjang. Dalam proses itu, nenek moyang manusia mulai membedakan mana tanaman yang bermanfaat dan mana tanaman yang beracun.

Jadi proses menemukan padi yang bisa kita kunyah dari ribuan jenis rumput rumputan membutuhkan proses selama ratusan tahun. Konon, padi mulai dibudidayakan pertama kali di Cina, sejak periode Neolithic. Hal ini dibuktikan dari penemuan tempat penanaman padi tertua di Cina bagian Barat. Ini berbeda dengan upaya Greg Hambali, seorang peneliti dan pemulia, untuk menemukan varietas baru. Ia menembus hutan, mencari tanaman yang unik, mengamati karakternya untuk menentukan masuk spesies apa, kemudian meneliti kandungan kimianya di lab. Dengan kata lain, proses untuk menemukan varietas unggul saat ini, tidak membutuhkan waktu lama. Namun hal tersebut belum terjadi ribuan tahun yang lalu ketika teknologi masih sangat sederhana dan ilmu pertanian modern belum dikenal. Waktu yang dibutuhkan manusia untuk menemukan nenek moyang tanaman yang kita budidayakan saat ini, berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Itulah sedikit mengenai sejarah pertanian di dunia semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *