Sejarah Pertanian di Indonesia

Sejarah pertanian di Indonesia tidak lepas tentang rempah rempah, dimana pada dahulu kala nenek moyang bangsa Indonesia dengan rempah rempahnya telah banyak memberikan pengaruh terhadap dunia. Selama berabad abad pala, cengkeh dan kayu manis menjadi sesuatu yang sangat penting bagi dunia. Kehadiran rempah rempah asal nusantara seperti kayu manis dari jawa dan juga pala, suah dicatat sejak era mesir kuno.

Sebuah tulisan hieroglif dari kuburan dan kuil Mesir kuno yang usianya telah mencapai 5500 tahun menjelaskan tentang kebiasaan membakar dupa dan beberapa jenis herbal untuk ritual keagamaan atau mistisme dengan harapan agar aroma yang ditebarkan sampai kepada para dewa yang kemudian melimpahkan kesuburan. Pada diding kuil, juga tercatat kisah tentang ekspedisi atas perinrah ratu Hasthepsut pada 1500 SM. Adapun, sang ratu ingin mengumpulkan berbagai jenis rempah, seperti cassia, kulit manis dan juga kemenyan. Sang ratu memerintahkan untuk melakukan ekspedisi pembelian ke Punt, daerah yang di duga berada di sekitar Somalia, Sudan atau Eritrea yang pada saat itu menjadi salah satu pusat perdagangan sehigga sampailah rempah rempah Indonesia ke Mesir Kuno.

Sejarah pertanian di Indonesia memang bukan mengenai padi yang sekarang ditanam mayoritas petani di Indonesia. Rempah rempah pernah menjadi salah satu komoditas yang paling berharga di masa lampau. Harganya begitu mahal karena membutuhkan perjalanan yang jauh dari nusantara hingga ke Mesir atau Eropa. Sementara, hasil bumi asal Indonesia tersebut sangat bernilai karena dimanfaatkan sebagai obat, bumbu masakan bagi para bangsawan dan komponen peribadatan sejak masa Mesir kuno.

Cengkeh dan pala kala itu hanya bersumber dari satu pulau dengan gunung api yang aktif yakni Banda. Sementara kayu manis, lada dan kemenyan banyak tumbuh di daerah Sumatera. Lalu bagaimakah komoditas pertanian Indonesia ini bisa melanglang buana

Saya percaya, tanaman ini meskipun tumbuh di daerah hutan tetapi sengaja di tanam oleh masyarakat pada masa lalu untuk diperoleh hasilnya. Nenek moyang kita tidak sekedar mengumpulkan hasil namun juga tahu cara menangani hasil panennya. Terbukti, pala dan cengkeh sanggup bertahan hingga eropa setelah bergerak mengarungi samudera selama 2 tahun lebih.

Lalu konon Majapahit (1293 – 1500 M) adalah kerajaan yang tumbuh dan kuat tidak bertumpu pada maritim. Berbeda dengan kerajaan Sriwijaya yang berdiri pada abad ke 7 dan muncul ketika wilayah kekuasaannya menjadi lokasi transit para pedagang, sembari meunggu perubahan arah angin. Majapahit dikenal sebagai kerajaan yang bertumpu pada perdagangan beras. Konon sejarah pertanian di Indonesia mulai struktur dimulai pada era Majapahit ini, saat itu telah terdapat saluran irigasi untuk mengairi sawah. Ada dua bendugan yang dibandun saat itu, yaitu bendungan jiwu untuk persawahan Kalimasada dan bendungan Trailokyapuri untuk mengaliri hilirnya. Beras ini menjadi komoditas perdagangan yang penting bagi Majapahit yang dipertukarkan dengan rempah rempah asal Maluku yang oleh pedagang, diperdagangkan ke wilayah lain dan dieksport untuk memperoleh keuntungan.

Artinya pertanian menjadi dasar dari kebesaran kerajaan di Nusantara. Lada dari Lampung juga sudah menyebar hingga ke berbagai tempat di luar negeri sebelum kehadiran para penjajah Belanda.

Namun saya percaya bahwa pala, cengkeh ataupun kayu manis tidak serta merta menjadi produk perdagangan ketika tidak ada orang orang atau petani yang mengetahui keberadaan tanaman ini. Bayangkan ribuan tahun yang lalu hutan hutan masih sangat lebat, tanaman masih sangat bervariasi. Ada ribuan spesies tanaman yag tumbuh di hutan pulau Banda tetapi kejelian nenek moyang kita pada masa itu membuat akhirnya tanaman pala dan cengkeh ditemukan lalu menenamnya lebih luas sehingga dapat tumbuh menjadi komoditas perdagangan. Itulah sedikit tentang sejarah pertanian di Indonesia yang membantu bangsa ini saat itu menjadi bangsa yang besar dan memberikan pengaruh d seluruh dunia.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *