Siklus Hidup Giardia lamblia

28 views

siklus hidup giardia lambliaMayoritas anggota dari kelas flagellata mempunyai stadium trofozoit dan stadium kista, kecuali genus Trichomonas. Begitu juga di dalam siklus hidup Giardia lamblia yang terdiri dari 2 stadium tersebut.

Pendahuluan

Protozoa ini pertama kali ditemukan oleh Leuwenhoek pada tahun 1681, yang terlihat sebagai organisme yang bergerak. Giardia lamblia merupakan organise parasit yang hidup pada usus halus. Parasit ini terebar luas di seluruh duia dan prevalensinya tinggi pada anak – anak. Hospes parasit ini adalah manusia dan hospes reservoirnya adalah tikus. Penyakit yang ditimbulkan oleh spesies flagellata ini disebut giardiasis.

Morfologi Giardia lamblia

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa siklus hidup Giardia lamblia terdiri dari 2 stadium yaitu trofozoit dan kista. Oleh karena itu mari kita pelajari morfologi 2 stadium dari Giardia ini.

Stadium Trofozoit

Saat Gladia berada di stadium trofozoit bentuknya bilateral simetris, seperti raket badminton yang bagian anteriornya membulat dan bagian posteriornya runcing. Permukaan dorsalnya cembung (convex) dan bagian ventralya cekung (concav) dengan batil hisap seperti cakram, yang menempati setengah badan dari flagellata ini.

Saat stadium trofozoit ini Giardia berukura panjang 14 mikro dan lebar 7 mikron. Ia mempunyai sepasang inti yang teletak di bagian anteriornya yang berbentuk oval. Mempunyai 4 pasang flagel yang berasal dari 4 pasang bleparoplas juga memiliki sepasang axostyl yang berasal dari 2 bleparoplas median.

Stadium Kista

Stadium kista dari Gladia lambia bentuknya oval dengan panjang 12 mikron dan lebar 7 mikron. Saat di dalam stadium kista ini ia memiliki 2 dinding yang tipis dan kuat. Ia memiliki sitoplasma berbutir halus yang letaknya terpisah dari dinding kista. Kista yang muda mempuyai 2 inti sedangkan kistang yang telah matang memiliki 4 inti yang teletak pada satu kutub. Saat terjadi pembentukan kista, flagel yang berada di atrofozoit ditarik ke dalam aksonema, sehingga terbentuklah 4 pasang benda sabit sebagai sisa dari flagel.

Siklus Hidup Giardia lamblia

G. lamblia hidup dirongga usus usus halus, terutama di duodenum dan bagian proksimal jejenum. Stadium trofozoit melekat pada permukaan epitel usus dengan batil isap cekung yang dimilikinya, sehingga menimbulkan gangguan fungsi usus dalam penyerapan sari makanan terutama dalam menyerap lemak. Kerusakan pada usus halus yang disebabkan G. lamblia biasanya berupa penipisan villi serta peradangan kripti dan lamina propria. Selain di usus halus, Giardia lamblia juga terkadang berada di saluran empedu di kandung empedu. Stadium kistanya bisa melekat pada mukosa usus dan berpindah tempat bergerak dengan gerakan dari flagel.

Protozoa ini berkembang biak dalam stadium trofozoit dengan membelah diri secara longitudinal. Dalam perjalanan menuju colon terjadi ekskistasi yang bersamaan dengan saat feses menjadi padat, sedang di dalam feses cair biasanya ditemukan satadium trofozoit.

Dalam tinja padat ditemukan stadum kista yang berperan untuk mempertahankan diri. Kista ini mulanya hanya mempunyai 2 inti lalu berubah menjadi kista berinti 4. Bila kista berinti 4 ini tertelah oleh manusia, maka orang tersebut akan terinfesi. Bila seseorang terinfeksi, ekskistasi akan terjadi di duodenum lalu sitoplasma membelah dan dari eksonema tumbuh flagel, hingga terbentuk 2 trofozoit. Trofozoit kemudian akan berkembang biak dengan membelah diri dan terulanglah siklus hidup dari Giardia lamblia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *