Struktur dan Fungsi Sitoplasma Pada Sel Tumbuhan

26 views

sitoplasma pada sel tumbuhanSitoplasma merupakan benda hidup yang terdapat dalam sel tumbuhan berbentuk cairann yang agak kental. Fungsi sitoplasma adalah untuk menyimpan berbagai macam jenis zat kimia yang diperlukan oleh sel.

Sitoplasma atau dikenal juga dengan sebutan plasma sel ini dibungkus oleh membran plasma dan dinding sel. Struktur sitoplasma terdiri dari 3 lapisan, yaitu :

  1. Lapisan luar (ektopalasma / plasmoderma), lapisan ini merupakan lapisan paling luar, berbatasan dengan dinding sel. Jika dilihat dibawah mikroskop maka terlihat sebagai cairan yang agak kental dan bersih/jernih.
  2. Lapisan tonoplasma, merupakan lapisan sitoplasma yang agak dalam dan berbatasan dengan vakuola-vakuola yang ada di dalam sel tumbuhan. Jika dilihat dengan mikroskop lapisan tonoplasma ini tampak agak jernih.
  3. Lapisan polioplasma, merupakan lapisan di antara ektoplasma dan tonoplasma, tampak adanya butir-butir kecil sehingga tampak agak keruh. Kemungkinan jika dilihat tanpa adanya butir-butir kecil tersebut lapisan polioplasma akan tampak pula jernih dikarenakan bahan dasarnya merupakan bahan dasar yang sama.

Bahan dasar sitoplasma pada sel tumbuhan memang merupakan bahan dasar yang jernih, indeks biasnya lebih besar daripada air. Bahan dasarnya ini lazim disebut sebagai hialoplasma yang berfungsi tidak saja menyusun sitoplasa melainkan juga menyusun plastida dan inti sel (nucleus).

Di atas disebutkan bahwa lapisan polioplasma keadaannya tampak agak keruh karena adanya butir-butir kecil yang terdapat di dalamnya. Tentang butir-butir kecil ini hingga sekarang para ahli biologi belum terlalu mengetahui apa fungsi butir-butir kecil yang ada pada sitoplasma tersebut. Bahkan, penelitian mengenai terbuat dari zat apa butir-butir kecil tersebut belum berkembang dengan baik, hanya namanya saja yang telah ditetapkan, yaitu mikrosoma. Di antara para ahli biologi ada yang mengajukan pendapatnya sehbungan dengan masalah diatas, ada yang menyatakan bahwa :

  1. Mikrosoma merupakan hasil metabolisme yang terjadi atau berlangsung dalam sitoplasma.
  2. Mikrosoma itu merupakan gelembung – gelembung yang demikian kecil.

Frey Wissling berpendapat bahwa hasil penelitian terhadap sitoplasa di bawah mikroskop telah menampakkan banyaknya benda bagaikan rantai yang mempunyai banyak cabang yang dinamakan polipeptin.

Selain mikrosoma yang belum banyak diketahui oleh para peneliti biologi, ada juga struktur sitoplasma lain seperti mitokondria atau kondriosoma yang belum dapat dipecahkan atau diungkapkan fungsinya. Para  ahli telah mengemukakan bahwa di dalam sitoplasma selain terdapat mikrosoma terdapat pula mitokondria yang merupakan benda-benda hidup yang berbentuk butir-butir atau baikan benang-benang halus. Benda-benda hidup ini akan tampak dalam mikroskop apabila pada sitoplasma dilakukan fiksasi dan pewarnaan sel.

Para ahli biologi masih meraba-raba dan masih belum ada kepastian tentang fungsi mitokondria tersebut. Diantara para ahli ada yang mengeluarkan hipotesis sebagai berikut :

  1. Mitokondria dapat membentuk plastida dengan alasan bahwa mitokondria dapat bertambah dengan cara membelah diri. Hal ini pula yang mejadikannya disebut proplastid.
  2. Mitokondria itu berfungsi sebagai pembawa enzim-enzim pernafasan.
  3. Mitokondria itu banyak bersangkut-paut dengan gen atau penurunan sifat.

Satu hal lagi yang perlu anda ketahui bahwa ternyata sitoplasma pada sel tumbuhan ini mengadakan gerakan-gerakan hal ini menandakan bahwa sel-sel itu menunjukkan sifat hidupnya. Gerakan dari sitoplasma ini disebut dengan visvitais.

Itulah sedikit tentang struktur dan fungsi sitoplasma pada sel tumbuhan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *