Struktur dan Fungsi Plastida pada Sel Tumbuhan

13 views

Jenis dan fungsi plastidaButir – butir plastida yang merupakan benda – benda hidup umumnya terdapat dalam sel tumbuhan yang masih muda, tepatnya pada sitoplasma di luar inti sel. Jika dibandingkan dengan inti sel, umumnya plastida lebih kecil. Butir – butir plastida ini mempunyai fungsi dan bentuk yang bermacam macam, ada yang bundar dan ada pula yang lonjong tergantung pada tipe – tipe selnya.

  • Dalam sel yang masih muda, tidak berwarna dan lazimnya disebut sebagai khromatophora atau pembawa zat warna.
  • Dalam sel – sel yang telah dewasa terjadilah pembesaran, sehingga dapat dilihat pada mikroskop perbesaran lemah.

Struktur Plastida

Di antara butir – butir plastida yang telah dewasa terdapat selaput ganda, yang berfungsi sebagai pembatas dan sebagai selaput yang kadang – kadang dapat ditembus zat cair (semi permeable). Pada bagian dalam selaput ini terdapat suatu matriks berupa bahan dasar yang disebut stroma (tidak berwarna). Stroma selain mengandung butir – butir tepung dan titik- titik osmiofilik. Terdapat pula lamella berbentuk garis – garis halus yang merupakan selaput ganda. Letak lamella – lamella ini sejajar dengan permukaan yang terlebar.

Hasil penelitian para ahli biologi menyatakan bahwa pada lamella terdapat grana yang merupakan butir Рbutir. Grana atau butir Рbutir pada lamella ini jumlahnya dalam satu plastida berbeda Рbeda tergantung pada spesies tumbuhannya. Pada tumbuh Рtumbuhan tingkat rendah jumlahnya sedikit dibandingkan dengan tumbuh Рtumbuhan tingkat tinggi. Tanaman Euglena misalnya hanya mempunyai sebuah grana pada setiap plastida, sedangkan pada bayam misalnya terdapat antara 40 Р60 buah grana pada setiap plastida.

Tiap plastida sangat berkaitan dengan proplastida atau bakal – bakal plastida. Enzim yang terdapat dalam plastida dapat dikatakan juga bervariasi yang terantung pada tingkat kedewasaannya. Enzim-enzim yang terkandung dalam proplastida adalah untuk pembentukan – pembentukan protein, lipida dan Ribonucleic Acid (RNA), sedang pada plastida yang telah mencapai kedewasaan tertentu biasanya terkandung enzim – enzim lainnya yag penting bagi ppembentukan klorofil, karotenoid atau pembentukan pigmen – pigmen lainnya serta enzim – enzim yang berfungsi untuk membentuk karbohidrat.

Fungsi Plastida

Plastida terdiri atas 6 macam, yaitu : leukoplas, amiloplas, khloroplas, khromoplas, elaioplas dan proteinoplas. Fungsi plastida sangat tergantung akan jenisnya, dimana masing – masing jenis memilih fungsi yang spesifik. Oleh karena itu mari kita membahas masing masing jenis plastida beserta fungsinya dibawah ini.

1. Leukoplas

Jenis plastida ini tidak berwarna dan biasanya terdapat pada sel tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari. Berbentuk bulat, berukuran lebih kecil dibandingkan jenis lain dan apabila terkena sinar matahari akan berubah menjadi kloroplas.

2. Amiloplas

Biasanya berasal dari leukoplas yang mempunyai kemampuan dapat membentuk amilum atau zat tepung sehingga namanya amiloplas. Sesuai dengan kemampuannya ini, ia terdapat dalam sel – sel dari jaringan penimbun makanan seperti pada akar – akar pembentuk umbi dan lain lain. Amilopas ada 2 macam yaitu leukoamiloplas yang merupakan amiloplas tidak berwarna dan kloroamiloplas yang merupakan amiloplas berwarna hijau.

3. Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang berbentuk lensa yang banyak terdapat dalam sel pada jaringan – jaringan yang letaknya dekat batas luar/tepi., umumnya pada tumbuhan tingkat tinggi. Fungsi plastida ini berperan penting dalam proses fotosintesis dan pembawa enzim -enzim pembentuk pembentukan protein. Hal tersebut tidak lain karena khloroplas memang mengandung enzim – enzim untuk keduanya.

Kloroplas ini mendandung dua golongan pigmen atau zat warna, yaitu :

  • Klorofil, zat warna ini ada yang berwarna :
    – Hijau kebiru biruan yang biasa disebut dengan klorofil-a
    – Hijau kekuning – kuningan dan lazimnya disebut klorofil-b
  • Karotenoid, zat warna ini biasanya terdiri dari :
    – Karotin, berwarna merah jingga dengan susunan molekulnya C40H56
    – Santofil, berwarna kuning dengan susunan molekul C40H56O2

Klorofil yang umumnya berwarna hijau kebiru-biruan atau kekuning-kuningan apabila telah mengurai (seperti misalnya pada buah-buahan yang telah masak). Biasanya yang tampak hanya warna kuning atau merah. Ini berarti bahwa kloroplas telah menjadi khromoplas.

4. Khromoplas

Perubahan – perubahan dari leukoplas dan kloroplas dapat menjadi khromoplas, seperti telah saya terangkan di atas bahwa buah yang matang dari hijau berubah menjadi kuning ataupun kemerah – merahan. Khromolas memang banyak mengandung zat warna karotenoid. Zat warna atau pigmen pada khromoplas merupakan zat – zat padat bagikan kristal ang bentuknya ada yang persegi, ada yang seperti jarum atau bentuk lainnya. Dalam hal ini dapat ditambahkan bahwa tidak semua yang mengalami pewarnaan kuning atau merah jingga disebabkan oleh plastida macam khromoplas. Mungkin saja oleh larutan – larutan zat warna lain pada cairan sel.

5. Elaioplas

Sesungguhnya para ahli belum sependapat mengenai fungsi plastida ini. Beberapa ahli botani berpendapat bahwa ia merupakan plastida pembentuk minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *