Syarat Tumbuh Tanaman Cabe Jawa

8 views

cabe jawaPertumbuhan dan produksi tanaman cabe jawa ditentukan dan dipengaruhi kondisi agroekologi atau lingkungan tumbuh. Hal peting yang perlu diperhatikan dan menjadi syarat tumbuh cabe jawa adalah sebagai

Faktor Iklim

Secara alami, tanaman cabe tumbuh di lahan lahan kering di Jawa, Madura, Bali dan Maluku Daerah yang paling cocok untuk pengembangan usaha budidaya tanaman cabe jawa adalah daerah daerah dataran rendah yang mempunyai ketinggian tempat (elevasi) 1 – 600 m dpl, dengan temperatur antara 20 – 30C, curah hujan berkisar antara 1.200 – 3.000 mm/th, minimal 80 mm/bulan, merata sepanjang tahun dan tidak menghendaki bulan kering yang panjang.  Pada musim kemarau yang panjang seluruh daunnya akan gugur dan tumbuh kembali di musim hujan. Walaupun hal ini tidak mengakibatkan kematian, namun dapat menurunkan produktivitas buah. Kelembapan udara untuk tanaman cabe jawa antara 40 – 80%.

Cabe jawa termasuk tanaman lindung (scyophit) atau tanaman lantai hutan yang biasa tumbuh dalam keadaan terlindung (shade tolerant crops), dengan intensitas cahaya matahari antara 50 – 70%. Tanaman yang dapat tumbuh baik pada kondisi lingkungan terlindung dan di lahan terbuka dinamakan tanaman lindung fakultatif. Meskipun demikian, tanaman cabe jawa toleran terhadap semi naungan, sehingga cocok pula ditanam di pekarangan.

Faktor Tanah

Kesesuaian lahan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman cabe jawa. Cabe ini merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh di berbagai tipe lahan. Walaupun mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya dibudidayakan pada lahan dengan kesesuaian yang optimal. Jenis tanah yang cocok untuk budidaya cabe jawa adalah andosol, latosol, grumusol, regosol dan podsolik.

Tanah andosol ditandai dengan solum tanah agak tebal (1-2 m), berwarna hitam atau kelabu sampai cokelat tua, bertekstur debu atau lempung berpasir sampai lempung, struktur tanah remah dengan konsistensi gembur, kandungan unsur hara sedang sampai tinggi, reaksi tanah masam sampai netral (pH 5-7) dan tingkat produktivitas tanah sedang sampai tinggi.

Tanah latosol ditandai dengan solum tanahnya dalam, yaitu berkisar antara 1 – 1,5 m, berwarna merah, cokelat hingga kuning, strukturnya remah, reaksi tanah masam sampai agak masam (pH 4,5 – 6,5) dan produktivitasnya sedang sampai tinggi.

Sementara itu, tanah grumosol memliki solum tanah agak tebal ( 1 – 2 m ), warna tanah kelabu sampai hitam, tekstur lempung berliat liat, konsistensi teguh (keras), reaksi agak masam sampai agak alkali (pH 6-8), kandungan bahan organiknya rendah, produktivitas tanah rendah sampai sedang.

Tanah regosol ditandai dengan sedikit atau belum ada perkembangan profil, warna kelabu, cokelat atau cokelat kekuningan sampai putih, tekstur pasir sampai lempung berdebu, struktur lepas atau butir tunggal, konsistensi lepas atau teguh dan keras, reaksi tanah netral, agak masam sampai masam dan kandungan hara rendah.

Tanah podsolik merah kuning (PMK) mempunyai ciri ciri berwarna merah hingga kuning solum tanah agak tebal antara 1-2 m, teksturnya lempung berpasir sampai lempung berliat, reaksi tanah sangat masam hingga masam (pH 3,5 – 5,5) dan produktivitasnya rendah sampai sedang.

Tanaman cabe jawa tumbuh subur dan produktif berbuah pada tanah liat yang mengandung pasir, keadaan subur, gembur, porous, banyak mengandung humus, pH 5,5 – 7 dan air tanahnya antara 50 – 150 cm. Pada tanah yang mudah menggenang (becek) akan cepat terjangkit serangan penyakit busuk akar dan bakteri paktogen tanah. Tana yang pHnya rendah umumnya ketersediaan hara N,P dan K rendah pula karena unsur P akan terikat oleh Al dan Fe yang konsentrasinya cukup tinggi. Tanah pHnya rendah (dibawah pH 5 ) perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang umum diberikan adalah kapur pertanian atau dolomite, dosis atau takaran sebanyak 0,5 – 1 kg / lubang tanam. Pengapuran sebaiknya dilakukan minimal 2 minggu sebelum tanam. Caranya, mula mula kapur disebarkan ke lubang, kemudian dicampur secara merata dengan tanah. Seusai pengapuran segera diairi hingga cukup basah, terutama bila tidak hujan.

Lokasi Yang Sesuai Untuk Tanaman Cabe Jawa

Hasil pemetaan untuk wilayah provinsi jawa barat dan banten menunjukkan bahwa beberapa lokasi memiliki syarat tumbuh tanaman cabe jawa sehingga sesuai untuk di tanami tanaman ini, yaitu pada serang barat, jakarta selatan, sekitar cikampek dan indramayu dengan ketinggian 1 – 500 m dpl dan curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Daerah lain yang juga dapat ditanami adalah di pandeglang barat, bogor utara, sekitar cianjur, bandung utara dan sekitar sumedang dengan ketinggian 0 – 1.000 m dpl dan curah hujan 2.000 – 5.000 mm/tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *