Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit

Keberhasilan budidaya tanaman kunyit merupakan interaksi antara varietas unggul dengan lingkungan tumbuh. Syarat tumbuh tanaman kunyit pada dasarnya mengangkut 2 faktor utama yaitu iklim dan tanah.

Faktor Iklim

Pada umumnya tanaman kunyit dibudidayakan di daerah dataran rendah antara 300 – 900 m dpl, namun tanaman ini dapat dijumpai di daerah dataran tinggi pada ketinggian hingga 1.600 m dpl. Meskipun demikian, produksi rimpang kunyit yang optimal dicapai di daerah dataran rendah dengan ketinggian 45 m dpl. Persyaratan iklim yang cocok untuk tanaman kunyit, di antaranya tipe iklim basah sampai dengan agak basah, yaitu tipe iklim B dan C (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan berkisar antara 1.000 – 4.000 mm/tahun, suhu udara antara 19 – 30ºC, kelembapan (rH) 70 – 90%, memiliki intensitas cahaya penuh atau tempat terbuka hingga sedikit ternaungi. Kunyit juga dapat tumbuh dibawah tegakan tanaman keras, seperti sengon, jati yang masih muda sekitar umur 3-4 tahun, dengan tingkat naungan tidak lebih dari 30%. Bila  kunyit ditanam di daerah cucah hujan < 1.000 mm/tahun, maka sistem pengairan perlu diusahakan cukup dan tertata baik. Di daerah yang airnya memadai, tanaman kunyit dapat dibudidayakan sepanjang tahun.

Faktor Tanah

Walaupun tanaman kunyit dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah, kita tetap perlu memperhatikan syarat tumbuh tanaman kunyit ini. Jenis tanah yang banyak ditanami kunyit pada umumnya tanah alluvial dan odsolik merah kuning (PMK). Tanah alluvial ditandai dengan warna tanah kelabu atau cokelat, tekstur liat atau berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 50%, tidak mempunyai struktur, konsistensinya teguh, reaksi tanah beraneka, bahan organik rendah dan produktivitas rendah sampai tinggi.

Tanah podsolik merah kuning ditandai dengan solum tanah agak tebal (1-2 m), berwarna merah sampai kuning, teksturnya lempung berpasir sampai lempung berliat dengan konsistensi gembur di lapisan atas dan teguh di lapisan tanah bawah, reaksi tanah sangat masam sampai masam (pH antara 3,5 – 5) dan produktivitas tanah rendah sampai sedang. Pada tanah podsolik merah kuning yang memiliki pH rendah perlu penerapan inovasi teknologi, seperti pengapuran dan pemberian pupuk organik dalam jumlah yang cukup.

Pertumbuhan dan produksi rimpang kunyit yang optimal dapat dihasilkan dari jenis tanah lempung berpasir yang memenuhi persyaratan subur, gembur, banyak mengandung humus, aerasi dan drainase tanahnya baik serta memiliki tingkat keasaman (pH) 6-7. Pada tanah yang kurang subur perlu dilakukan inovsi pemupukan, terutama pupuk organik. Hasil penelitian dari Balittro menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan dossis 20 – 30 ton/hektar dapat menghasilkan 30 ton rimpang kunyit segar yang dipanen pada umur 11-12 bulan setelah tanam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *