Teori Evolusi Charles Darwin dan Fakta Yang Mendasarinya

Teori evolusi Charles Darwin dapat digambarkan sebagai perubahan pada makhluk hidup di bumi, dari permulaan keberadaan sesl sel sederhana hingga akhirnya terbentuk makhluk hidup yang beragam di masa sekarang. Proses perubahan itu berlangsung secara lambat dan terus menerus.

Terdapat beberapa fakta yang mendasari teori evolusi charles darwin, antara lan :

  • Perbandingan anatomi. Organ organyang mirip pada organisme yang berkerabat menunjukkan adanya kemungkinan mereka memiliki nenek moyang yang sama.
  • Struktur vestigial. Struktur ini merupakan struktur yang tidak memiliki fungsi pada suatu organisme. Besar kemungkinan, struktur ini merupakan warisan dari organisme yang sebelumnya menggunakan struktur ini.
  • Perbandingan embriologi. Embrio satu spesies, melalui berbagai tahap perkembangan yang sama dengan berbagai spesies lainya yang beragam.
  • Perbandingan fisiologi. Berbagai organisme yang berbeda memiliki dan menggunakan enzim yang sama.
  • Sistematika makhluk hidup. Para peneliti berusaha mengelompokkan makhluk hidup dengan membuat sistematika pengelompokkan dari kelompok yang paling luas hingga yang paling spesifik (kingdom, filum/divisi, kelas, ordo, fmili, genus dan spesies). Makhluk hidup yang dikelompokkan dalam satu kelompok yang sama, dipercaya lebih dekat dibandingkan dengan makhluk hidup dari kelompok yang lain.
  • Biogeografi. Pembatas alami, seperti lautan, gunung dan gunung pasir yang membatasi penyebaran spesies merupakan suatu bentuk isolasi yang melahirkan berbagai variasi pada spesies.
  • Genetika. Mutasi gen, adanya perubahan genetik menyebabkan sebuah ekspresi fenotip baru yang menyebabkan munculnya varian baru.
  • Paleontologi. Fosil ditemukan oleh para ahli paleontologi ternyata memiliki kemiripan dengan spesies yang hidup sekarang dan diduga merupakan nenek moyangya.

Teori evolusi darwin masih dipakai sampai sekarang, walaupun sebenarnya banyak perdebatan mengenai hal ini diantara para ahli biologi. Teori tersebut menyatakan bahwa :

  • Seluruh spesies memiliki kemampuan untuk meningkatkan populasi mereka secara eksponensial bila seluruh individu yang lahir dapat sukses bereproduksi.
  • Populasi cenderung tetap stabil kecuali terjadi perubahan musiman.
  • Sumber daya yang ada di dunia ini terdapat dalam jumlah yang terbatas.
  • Setiap individu dari suatu populasi memiliki karakter yang sangat bervariasi, tidak terdapat dua individu yang sama.
  • Variasi  yang terdapat pada individu tersebut diturunkan kepada keturunannya.

Berdasarkan teori evolusi darwin ini, garis besar ide Charles Darwin, adalah :

  1. Seleksi alam merupakan suatu perbedaan kesuksesan dalam hal reproduksi.
  2. Seleksi alam terjadi melalui proses interaksi antara lingkungan dan melalui perbedaan penurunan sifat diantara individu individu suatu populasi.
  3. Hasil akhir proses seleksi alam adalah adaptasi suatu populasi terhadap lingkungannya.

Sehigga ada dasarnya terdapat lima prinsip dasar dari teori evolusi darwin ini, yaitu :

  • Evolusi pada suatu waktu dapat berlangsung lebih cepat daripada waktu lainnya.
  • Evolusi tidak berlangsung dengan keceatan yang sama pada setiap organisme.
  • Sebagian besar spesies bar yang ada bukan merupakan spesies yang paling maju dan memiliki bentuk yang lebih terspesialisasi dibandingkan spesies yang telah ada, akan tetapi relatif lebih sederhana dan memiliki bentuk yang kurang terspesialisasi.
  • Evolusi tidak selalu terjadi dari bentuk yang sederhana menjadi yang lebih kompleks, akan tetapi dapat pula terjadi dalam arah sebaliknya. Evolusi tipe ini dikenal dengan istilah evolusi regresif (regresive evolution).
  • Evolusi terjadi dalam populasi (tidak pada individu) melalui suatu proses bertahap dalam waktu yang sangat panjang.

Terdapat dua macam evolusi, yang pertama radiasi adaptif / evolusi divergen dimana satu spesies nenek moyang berkembang menjadi berbagai bentuk yang menempati habitat habitat yang berbeda. Kedua, evolusi konvergen dimana dua atau lebih kelompok yang tidak berkerabat menjadi adaptif terhadap lingkungan yang sama dan mengembangkan karakterisik yang lebih mirip.

Pada level populasi, evolusi didefinisikan sebagai perubahan frekuensi alel pada suatu populasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan frekuensi alel terjadi pada level yang paling kecil, sehingga evolusi ini sering disebut mikroevolusi.

Terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi frekuensi alel dalam suatu populasi, yaitu aliran genetik, seleksi alam, aliran gen dan mutasi. Dari keempat faktor ini hanya seleksi alam aja yang menyebabkan suatu organisme lebih teradaptasi dengan lingkungannya dan selalu memiliki efek positif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *