Tips Budidaya Ikan Lele Dumbo di Kolam

lele dumboBudidaya ikan lele dumbo merupakan usaha merekayasa kehidupan alami ikan lele dumbo dalam suatu habitat hidupnya yang baru yang sengaja dibuat oleh manusia. Untuk itu, diperlukan pengetahuan atau lebih tepatnya pengenalan syarat hidup dan berkembangnya lele dumbo. Sebagaimana sudah dibicarakan diatas, beberapa hal penting berikut ini harus anda perhatikan sungguh sungguh, yaitu :

1. Lingkungan Hidup (kondisi air)

  • pH 6,5 – 9 dan bersuhu 24 – 26 C
  • kandungan CO2 krang dari 12,8 mg/l
  • genangan air agak tenang

2. Makanan

  • Pemakan segala atau omnivora
  • makanan alami di alam bebas : jasad jasad renik yang berupa zooplankton dan fitoplankton, seperti jentik jentik nyamuk dan sisa sisa bahan organik yang masih segar.

3. Kebiasaan / perilaku

  • memiliki kebiasaan meloncat

4. Telur

Telur yang telah dibuahi (berjumlah 1.000 – 4.000 butir) akan dijaga oleh induk betina sampai menetas dan menjadi lele kecil yang kuat mencari makan sendiri. Telur telur tersebut akan menetas dalam jangka waktu 2-3 hari.

5. Petumbuhan

Umur                                    Berat (gram)
2 hari (larva)                        1,2 – 3
5 minggu                               10 – 15
24 minggu (5-6 bulan)       180-200

Pengenalan tentang hidup lele dumbo sangat penting di dalam budidaya ikan lele dumbo di kolam, khususnya dalam pembuatan kolam sebagai lingkungan hidup lele dumbo. Dari beberapa sumber didapat kepastian bahwa dalam bydidaya ikan lele sangatlah baik dibedakan dan dipisahkan dalam berbagai kolam untuk kepentingan kepentingan berbeda, antara lain kolam pemeliharaan induk, kolam pemijahan, kolam penetasan telur, kolam pendederan dan kolam pembesaran.

Kolam Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo

Kolam Pemeliharaan Induk

Dimaksudkan sebagai tempat induk ikan yang siap atau selesai dipijahkan. Untuk menjaga induk tidak memijah liar (mijah maling), induk jantan dan betina harus ditempatkan di tempat berbeda. Sistem pengairan kolam pemijahan diusahakan secara paralel, artinya setiap kolam memiliki pintu masuk air sendiri dan mendapatkan air baru yang terus menerus. Bila lahan dan air tidak mencukupi, pengairan boleh dilakukan secara seri. Syaratnya, kolam tetap harus ada dua buah dan induk betina harus ditempatkan di kolam sebelah atas agar tidak terangsang oleh bau sperma jantan yang keluar secara tidak sengaja. Karena ikan lele membutuhkan waktu relatif lama unutk mematangkan telurnya dari pemijahan pertama ke pemijahan selanjutnya, maka tidak membutuhkan manipulasi lingkungan. Oleh karena itu, kolam pemeliharaan induk boleh dijadikan satu dengan kolam pemijahan.

Kolam Pemijahan

Dalam Budidaya ikan lele dumbo kolam pemijahan berguna untuk mempertemukan induk jantan dan induk betina yang telah siap (matang telur). Kolam tersebut sebelumnya telah dilakukan pengeringan dasar kolam, pemberantasan hama dan perbaikan pematang. Ikan lele dumbo tidak terlalu membutuhkan pergantian air baru. Meski demikian, pergantian air baru akan meningkatkan produksi benihh. Kolam pemijahan lele perlu dilengkapi sarang sarang peneluran di sepanjang sisinya. Lele termasuk jenis ikan yang mempunyai naluri merawat anaknya. Maka, akan sangat baik bila telur maupun benih tetap dibiarkan di kolam pemijahan bersama induknya.

Kolam Pendederan

Kolam ini berguna untuk untuk pemeliharaan dan pembesaran benih sampai berukuran cukup untuk dipelihara di kolam pembesaran. Ukuran ikan yang dibesarkan biasanya masih sangat kecil. Pendederan ini seringkali dipakai untuk menyeleksi benih benih unggul tahap pertama. Benih benih yang pertumbuhannya keliatan menonjol disisihkan untuk dipelihara di kolam pembesaran tersendiri sebelum akhirnya dirawat untuk dijadikan induk unggul. Kolam pendederan ini biasanya luasnya 250-600 m2 dan dibedakan menjadi kolam pendederan 1 dan pendederan 2.

Kolam Pembesaran

Kolam ini secara tradisional biasanya berukuran sama dengan kolam pendederan. Bedanya, ukuran dan jumlah benih ikan yang ditebarkan di dalam kolam. Kepadatan kolam pendederan disebabkan jumlah penebarannya tinggi, tetapi benihnya berukuran kecil. Sementara kepadatan penebaran kolam pembesaran biasanya lebih rendah dengan ukuran benih relatif lebih besar.

Kolam pemesaran dibedakan menjadi kolam pembesaran 1 dan 2. Pembagian kolam pembesaran ini bertujuan untuk memotong siklus pemeliharaan. Jika ada gangguan  atau sesuatu yang tidak beres, dapat diketahui dengan cepat dan pasti, misalnya ada kematian yang tinggi dan serangan penyakit. Kolam pembesaran yang hanya terdidri dari satu jenis, pada akhir pemeliharaan pemilik kolam seringkali kecewa karena jumlah ikan yang dipanennya sangat sedikitbila dibandingkan dengan jumlah yang ditebar. Hal tersebut terjadi karena selama masa pemeliharaan tidak diadakan pemotongan siklus dan pemotongan hama sehingga tidak dapat diketahui secara cepat mortalitas ikan lele dan penyebabnya. Akibatnya, panen jauh dari harapan,

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kolam pemeliharaan yaitu sebagai berikut :

  1. Kolam harus lebih tinggi dari selokan agar pembuangan air lancar
  2. Kolam sedapat mungkin dekat dengan sumber air dan selokan agar biaya pembuatan saluran lebih murah
  3. Letak kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak berada di bawah pohon yang daunnnya mudah rontok.
  4. Ukuran kolam yang ideal sangat tergantung jumlah lele yang akan dipelihara. Sebagai pedoman, setiap 1 m3 air dapat menampung 3-50 ekor lele dumbo berukuran sekitar 10 cm. Bila kedalaman kolam 1 – 1,5 m, setiap 1 m2 kolam dapat digunakan untuk memelihara paling sedikit 30 ekor lele.
  5. Dilihar dari posisinya, kolam dapat dibedakan menjadi 3 yaitu
    a. Top land (diatas permukaan tanah)
    b. Under land (dibawah permukaan tanah)
    c. Top and under land (kombinasi keduanya)

Sebelum siap digunakan untuk budidaya ikan lele dumbo, kolam sebaiknya dipupuk terlebih dahulu. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi lele dumbo. Pupuk yang dipakai adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500 – 700 gr/m3. Dapat pula ditambah urea 1 gr/m3, TSP 20 gr/m3 dan amonium nitrat 15 gr/m3. Kolam diisi kembali dengan air bersih. Mula mula 30 – 50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan. Hal ini menunjukkan mulai banyak jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.

Pakan Ikan Lele Dumbo

Hal yang perlu diperhatikan berikutnya dalam budidaya ikan lele dumbo adalah pakan. Makanan alamiah ikan lele dumbo berupa zooplankton, larva cacing dan seranga air. Ikan lele dumbo juga menyukai makanan busuk yang berprotein , ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus. Pemeliharaan di comberan dapat dieri makanan tambahan berupa sisa sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam dan bangkai. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung dan bekicot (2:1:1) juga bisa diberikan selama budidaya ikan lele dumbo.

Biasanya pembudidaya ikan lele dumbo akan memberikan pelet sebagai makanan utama bagi ikan lele dumbo. Pelet mmulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10 – 15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung. pada minggu ke 6 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pelet. Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele. Hindarkan pemberian pakan yang berlebihan, karena akan menimbulkan bibit penyakit pada kolam. Pemberian pakan yang cukup akan menghindarkan perebutan makanan.

Itulah tips yang harus anda perhatikan dalam budidaya ikan lele dumbo, jika anda kerjakan dengan sungguh sungguh hasil dari usaha anda ini akan menghasilkan pundi rupiah yang lumayan. Apalagi jika pakan yang anda gunakan mayoritas adalah pakan selain pelet.

Related Posts

Add Comment