Tips Merawat Sikas Supaya Tumbuh Subur

18 views

merawat sikasTips Merawat Sikas Supaya Tumbuh Subur – Untuk bisa memiliki sikas tidaklah sulit. Kita bisa membeli atau menanamnya sendiri. Namun bukan berarti bahwa kegiatan sudah selesai dan tinggal menikmati keindahannya. Masih ada kegiatan lain yang menuntut banyak perhatian, kasih sayang, ketekunan dan kesabaran dalam waktu yang tidak pendek untuk bisa menikmati kelanggengannya. Dan kegiatan ini tampaknya merupakan yang terpenting, yaitu mengupayakan agar si tanaman tetap hidup sehat dan tampil menawan. Kegiatan tersebut pada dasarnya adalah perawatan dan pemeliharaan.

Persoalan kemudian, bagiamana dan apa yang harus dikerjakan agar masuk tersebut tercapai? Berikut tips merawat sikas supaya tumbuh subur.

Merawat Sikas Perlu Kasih Sayang

Dasar dalam merawat tanaman adalah perhatian, ketekunan, kesabaran dan kasih sayang. Sama seperti merawat makhluk ciptaan tuhan lainnya. Dengan penuh perhatian dan kash saya sikas akan tumbuh lebih sehat dan tampil lebih menawan. Bukankah tidak adil apabila kita hanya menikmati keindahan yang ditampilkannya saja tanpa memberikan perhatian dan kasih sayang

Kasih sayang, memang tampaknya agak berlebihan. Tetapi sudah banyak bukti bahwa pada dasarnya tanaman pun membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Lebih dari itu, dengan perhatian dan kasih sayang yang kita berikan kita akan segera mengetahui sedini mungkin tentang kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada si tanaman kesayangan kita. Kurang pupuk, kurang air, terkena serangan penyakit atau hama dan sebagainya. Dengan demikian kita pun  dapat dengan segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Penyiraman dalam Merawat Sikas

Tips merawat sikas yang sejalnjutnya adalah masalah penyiraman. Sikas tegolong tanaman yang menyukai tempat yang lembap dan kurang tahan terhadap kekeringan. Namun tempat yang terlalu banyak air atau becek dapat membahayakan kesehatannya. Air yang dibutuhkan tidak banyak tetapi juga sedikit, tidak kurang dan tidak berlebihan, secukupnya saja.

Sikas tidak menuntut diberi air yang khusus. Cukup dengan air tanah atau air sumber yang bersih. Suhunya kira kira sama dengan suhu ruangan. Artinya, bukan air hangat dan bukan pula air dingin.

Kalau  misalnya hanya ada air ledeng, itu pun bisa digunakan asalkan kandungan kaporitnya rendah. Sebaiknya air ledeng tersebut diinapkan barang semalam sebelum diberikan. Air hujan juga tidak ada halangan untuk digunakan. Namun akan lebih baik jika air hujan ini ditampung dulu dalam suatu wadah yang tidak bisa berkarat. Bisa tempayan tanah, ember plastik dan sebagainya.

Menyiram sikas sebaiknya dilakukan pada pagi hari selagi matahari belum panas, atau sore hari sesudah matahari tidak terik. Pemberian air selagi matahari terik dan udara anas akan berbahaya. Apalagi bila medianya jug panas. Air yang meresap ke dalam media pun akan panas dan bagai merebus akar akarna. Meskipun ini mungkin hanya sebentar, tetapi cukup membuat sikas shock. Bisa jadi sikas bukanya menjadi segar, tetapi justru sebalikknya yang terjadi, yaitu daunnya menjadi layu.

Melembapkan Udara Yang Kering

Udara yang kering dan panas kurang baik bagi kebanyakan tanaman. Pada kondisi demikian ini akan banyak terjadi penguapan dan cairan dalam tanaman pun menjadi berkurang. Tentu saja hal ini kurang baik bagi kesehatannya. Hal ini berlaku pula bagi sikas. Dia bisa layu, pucuk daun bisa menjadi kering kecokelatan. Pada musim kemarau yang berkepanjangan, keadaan ini seringkali terjadi. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, dalam menghadapi situasi semacam ini, udara di sekeliling sikas terpaksa harus dibuat lembap.

Cara yang mudah yaitu dengan menyemprotkan air ke daun daun sikas dengan menggunakan sprayer tangan yang menghembuskan butiran butiran yang lembut seperti kabut. Sebaiknya dilakukan sore atau pagi hari. Seandainya dilakukan pada tengah hari bolong. Sikas hendaknya cukup terlindungi dari langsung untuk menghindari luka bakar pada daunnya. Hendaknya, penyemprotan itu tidak sampai membuat sikas basah kuyup. Cukup sampai terlihat basah saja. Sambil melembapkan sekaligus membersihkan daun dari debu dan kotoran lain.

Cahaya Buatan Untuk Sikas

Tips merawat sikas selanjutnya adalah mengenai pemberian cahaya buatan. Sikas tergolong tanaman yang suka sinar matahari langsung. Bagi sikas yang ditanam dalam pot yang diletakkan di luar ruangan atau bagi sikas yang ditanam di tanah terbuka, masalah ini tidak menjadi persoalan. Penempatan pot hendakna di tempat yang cukup terang dan terkena sinar matahari langsung. Misalnya di teras luar, dekat ambang jendela yang menghadap timur – barat. Tetapi sebaiknya dipilih yang menghadap ke timur karena matahari pagilah yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Memang, sikas senang berpanas panas diri. Meski demikian, ia pun tahan dipajang di dalam ruangan beberapa hari. Bagi sikas yang ditaruh di tempat yang cukup remang, memang kurang baik untuk kesehatannya. Artinya, peranan cahaya sangat penting bagi kesehatannya. Kalau yang demikian ini terjadi, perlu diupayakan agar ada cahaya yang masuk. Misalnya dengan memberikan cahaya buatan dari lampu. Lampu apa pun boleh dipakai, bola pijar, lampu merkuri atau neon. Namun sebaiknya dipilih yang mampu menghasilkan kuat penerangan tidak kurang dari 400 lux. Lampu ini disamping memberikan cahaya juga memberikan efek pandangan yang indah. Tentu saja perlu diatur agar kedua maksud tersebut bisa tercapai.

Untuk sikas yang ditempatkan berhari hari dalam ruang yang disinari cahaya buatan tadi, daunnya akan menjadi lebih pucat kekuningan dan tidak lagi berseri. Untuk itu, sikas sesekali mesti dikeluarkan agar mandi sinar matahari sampai kembali segar.

Pemupukan Sikas

Pada dasarnya, tanaman sikas tergolong tanaman yang tidak manja dan hemat dalam menggunakan cadangan makanan yang ada di dalam media tanam. Walau begitu, tentu saja cadangan tersebut ada batasnya dan suatu saat akan membutuhkan makanan tambahan karena cadangan yang ada sudah tidak mencukupi lagi. Dengan kata lain, sikas perlu dipupuk.

Bagi sikas yang ditanam di tanah terbuka, cadangan makananya tidak hanya ada di dalam media tanam yang diberikan bersamaan dengan penanaman, namun juga ada dalam tanah di sekitarnya. Apabila cadangan yang ada dalam media tanam tadi sudah tidak mencukupi lagi, akar akarnya yang tumbuh makin panjang dan kuat akan mampu menjangkau dan mendapatkan makanan pada tanah sekitarnya. Dengan demikian cadangan makanannya menjadi hmpir tidak ada habisnya sehingga pemberian pupuk pun tidak perlu sering sering. Namun begitu, disamping untuk membuat hidupnya lebih bagus dan sehat, dalam hal hal tertentu seperti misalnya kekurangan unsur hara tertentu, pemumpukan menjadi sangat penting artinya.

Sementara itu, untuk sikas yang ditanam dalam pot memunyai cadangan yang praktis terbatas. Sebatas ukuran pot itu sendiri. Suatu saat, cadangan tersebut akan tidak mencukupi lagi dan pemupukan pun diperlukan. Meskipun demikian, karena hematnya si sikas ini menggunakan cadangan makanannya, banyak penggermar yang hanya sesekali waktu saja memupukna, misalnya setahun sekali.

Itulah beberapa tips merawat sikas yang perlu anda perhatikan agar tanaman anda tumbuh sehat, subur dan juga tetap menjadi indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *