Tips Pemberian Pupuk Mentimun Agar Berbuah Lebah

pupuk mentimunPupuk merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan agar tanaman mentimun berbuah lebat. Pupuk mentimun yang dipakai dalam pemupukan tanaman mentimun adalah pupuk organik dan buatan.

Jenis Pupuk Mentimun

Pupuk kandang yang merupakan pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi, kerbau, ayam, burung dan lainnya. Kotoran dari hewan hewan tersebut difermentasikan dulu dalam tanah agar tidak berbau dan biarkan mikroorganisme yang menguraikannya. Setelah matang, pupuk kandang dapat digunakan. Pupuk kandang yang berasal dari sisa sisa makanan yang dikeluarkan oleh binatang pemakan rumput lebih baik. Pupuk kandang ini sangat penting karena berfungsi untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur. Caranya, ditaburkan di sekeliling baris bedengan secara merata.

Pemberian pupuk kandang untuk mentimun sistem mulsa plastik hitam perak (PHP) sebanyak 1,5 kg per tanaman. Pupuk kandang ditebar di tengah tengah bedengan penanaman secara merata. Penebaran pupuk kandang sebaiknya 5 hari setelah penaburan kapur pertanian.

Pemberian pupuk kimia pada tanaman mentimun diberikan seminggu setelah pemberian pupuk kandang. Pupuk yang  digunakan adalah ZA, urea, TSP, KCL dan borat. Pupuk tersebut tersusun dari pupuk makro yang terdiri dari unsur nitrogen, fosfor,kalsium yang dibuat dari pupuk ZA, Urea, TSP dan KCL. Pupuk mikro yang terdiri dari kalsium (Ca), magnesium (Mg), mangan (Mn), ferum/besi (Fe), sulfur/belerang (S), cuprum/tembaga (Cu), seng (Zn), boron (Bo dan molibdenum (Mo).  Pupuk tersebt dijual dengan merek seperti Mikroflex, Microsil dan lainnya. Penggunaan pupuk tersebut dicampur dengan 1% antihama dalam penggunaannya.

Menggunakan pupuk organik jauh lebih baik karena pupuk yang dipakai adalah alami, tanpa bahan kimia. Pemberian pupuk organik sebelum tanam tidak akan semuanya terserap akar. Oleh karena itu, lakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan mentimun. Pada pertumbuhan vegetatif diperlukan pupuk daun, pada fase pembentukan dan pemasakan buah diperlukan pemupukan untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian upuk daun dapat dicampur dengan pemberian insektisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.

Waktu Pemupukan

Waktu untuk memupuk tanaman mentimun di bagi menjadi dua, yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar dilakukan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan tanaman. Adapun pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman mentimun ditanam dilahan sawah atau tegalan. Pemupukan ini dilakukan 2 – 4 minggu sekali.

Pupuk urea sebanyak 75 kg/ha diberikan dengan cara, 25 – 35 kg diberikan pada saat tanam sedangkan sisanya diberikan setelah ppenyiangan kesatu, yaitu 15 – 20 hari setelah tanam. Pupuk TSP sebanyak 40 kg/ha diberikan pada waktu tanam, disebar merata. Pupuk KCL sebanyak 20 kg/ha diberikan pada saat tanam.

Pengaturan batang tanaman setelah dipupuk bertujuan agar tanaman mentimun menjalar ke kanan dan ke kiri dari arah barisan agar tidak saling tindih, atau bisa juga dengan cara dialurkan pada para para.

Jika pada penanaman tidak menggunakan mulsa, bersamaan dengan penyiangan, pembumbunan, penggemburan dan pemberian pupuk susulan, lakukan pengguludan aitu pemetaaan tanah yang telah digemburkan. Setelah tanaman mentimun hidup sekitar 2 minggu semenjak tanam, beri pupuk urea, SP-36 dan KCL. Berikan pupuk itu di sekeliling tanaman pada jarak 3 cm dari batang tanaman mentimun, lalu tutup tanah dan siram dengan air.

Bila umur 4 minggu, tanaman mentimun kelihatan belum subur, beri pupuk urea dan KCL masing masing sebanyak 15 gram. Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh, yaitu 7 cm. Jika memakai mulsa tidak perlu penyiangan dan pembumbunan. Pemberian pupuk susulan dengan cara dimasukkan ke lubang mulsa. Pemupukan susulan keempat dilakukan saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan kepada tanaman mentimun adalah pupuk NPK dengan dosis sekitar 200 kg/ha.

Pupuk Organik Untuk Mentimun

Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk organik pada tanaman mentimun, petani dapat menggunakan ekstrak organik atau bioaktivator. Ekstrak organik merupakan caira hasil fermentasi bahan organik, yaitu limbah pertanian, peternakan dan perikanan yang mengandung berbagai macam asam amino, fitohormon, mikroba menguntungkan, berbagai vitamin dan diperkaya dengan nutrisi esensial yang berperan dalam mengaktifkan dan menstimulasi pertumbuhan mikroba di risosfir maupun filosfir tanaman mentimun.

Adanya pasokan substrak organik dan nutrisi dalam bioaktivator akan memacu pertumbuhan dan perkembangan mkroba pengurai yang secara alami banyak terdapat di dalam tanah sehngga proses penguraian berbagai bahan organik berlangsung lebih cepat.

Aplikasi ekstrak organik dalam bentuk cair dapat meresap lebih cepat di rizosfir tanaman sehingga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan mikroba dalam tanah, yaitu penghasil fitohormon, penambah nitrogen, mikroba pelarut fosfat dan lain lainnya. Penggunaan ekstrak organik atau pupuk cair organik dengan konsentrasi 2 – 3 cc, mampu meningkatkan hasil berbagai tanaman sekitar 25%.

Pemberian ekstrak organik maupun pupuk kandang mampu meningkatkan hasil dan bobot kering tanaman mentimun. Hal ini mengindikaikan bahwa pemberian ekstrak organik dapat memperbaiki kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah. Senyawa karbo dan nutrisi yang terdapat di dalam ekstrak organik merupakan sumber energi dan hara bagi mikroba tanah, baik yang berperan dalam proses agregasi struktur tanah maupun meningkatkan ketersediaan dan kelarutan hara dalam tanah.

Pupuk kandang digunakan setelah pupuk tersebut mengalami pemasakan, melalui penyimpanan di udara terbka selama 6 bulan atau bisa juga dipercepat proses dekomposisinya mengggunakan bahan Efektif Mikroorganisme (EM) menyebabkan gas gas beracun menguap dan bahan organik terurai, dengan begitu pupuk lebih cepat matang. Kandungan kotoran sapi yang dibuat pupuk kandang, yaitu nitrogen 0,53%, P2O3 sebanyak 0,29%, K2O sebanyak 0,48%, Ca sebanyak 0,29%, Mg sebanyak 0,11%, SO sebanyak 0,36%, bahan organik sebanyak 16,47%, abu sebanyak 2,06% dan beberapa unsur mikro (B,Cl,Cu,Mn dan Zn).

Kotoran yang dihasilkan sapi ada dua macam, yaitu kotoran berbentuk padat dan cair. Limbah sapi cair memiliki kandungan P lebih banyak dibandingkan kotoran yang padat. Sebaliknya, pada limbah sapi yang berbentuk padat, kandungan K-nya lebih banyak.

Limbah sapi tergolong pupuk dingin, aplikasi limbah tersebut sebaiknya dilakukan pada tanah atau tanaman, 3 – 4 minggu setelah pembuatan pupuk. Kondisi tanah pada lahan ertanian, untuk mencukupi kebutuhan akan haranya sudah banyak bergantung pada bahan bahan kimia. Dari puuk hingga insektisida semua dibuat dari bahan bahan kimia. Lama kelamaan, lahan pertanian menjadi jenuh dan tingkat kesuburannya menjadi rendah. Ini disebabkan berkurangnya kandungan bahan organik di dalam tanah.

Itulah mengapa penggunaan pupuk organik sebagai pupuk mentimun lebih baik untuk jangka panjang dan produksi akan terus stabil dibandingkan jika bergantung pada penggunaan pupuk kimia dimana akan ada suatu masa dimana tanah menjadi jenuh sehingga hasil produksi budidaya mentimun akan anjlok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *