Ciri – Ciri Kelas Turbellaria Secara Umum

Pada kelompok cacing pipih, Kelas Turbellaria hanya berjumlah sekitar 3000 spesies atau sekitar 16% dari semua spesies filum Platyhelmintes. Panjang setiap individu cacing ini, mayoritas tidak lebih dari 1 cm walaupun ada juga beberapa spesies yang hidup di darat dan di laut yang ukurannya lebih panjang.

Secara umum, ciri – ciri kelas Turbellaria diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Memiliki rabdit untuk menghasilkan lendir

Cacing turbellaria rentan terhadap dehidrasi di lingkungan yang terbuka, jadi ia lebih menyukai hidup di tempat yang teduh dan lembab atau pada daerah perairan. Untuk mengatasi masalah kekeringan ini, pada permukaan tubuhnya terdapat Rabdit yang berfungsi untuk menghasilkan ledir tebal dan membungkus tubuhnya.

2. Sebagian besar hidup bebas di alam

Kebanyakan anggota Kelas Turbellaria hidup bebas dan hanya sekitar 150 spesies hidup komensal atau parasitik pada hewan atau manusia. Sebagian besar spesiesnya hidup di laut, beberapa spesies ada yang hidup di perairan tawar dan sedikit anggota Turbellaria hidup di daratan (tersetrial) dan ini pun terbatas pada wilayah yang memiliki kelembapan tinggi. Sebagian besar spesies perairan tersebut adalah hewan bentik yang hidupnya di dasar laut, dasar danau ataupun dasar sungai.

3. Badannya penuh silia

Salah satu ciri utama dari Turbellaria adalah pada tubuh bagian luarnya dipenuhi dengan silia. Silia di bagian ventral lebih banyak daripada dorsal. Dengan kontraksi otot dan gerakan silia, cacing dapat berenang.

4. Mempunyai sel – sel sekretori

Beberapa spesies cacing memiliki gerakan tubuh mirip ulat (looping). Untuk melakukan gerakan tersebut, cacing Turbellaria mempunyai sel-sel sekretori atau kelenjar ganda (duo-glands) yang menghasilkan lendir, berlokasi di permukaan ventral dan ujung posterior tubuhnya. Cara kerja sel-sel sekretori ini adalah satu sel menghasilkan bahan perekat untuk menempelkan diri pada substrat, sementara sel yang satu lagi menghasilkan bahan kimia untuk menhapus zat perekat tersebut.

5. Sistem saraf yang tersebar

Sistem saraf dari Turbellaria mirip dengan yang dimiliki Coelenterata, yaitu sistem saraf yang tersebar (diffuse nerve net). Sistem saraf ini akan memunculkan pasangan mata di sebelah anterior, reseptor – reseptor yang dapat merasakan bahan kimiawi (seperti makanan), perubahan tekanan pada tubuh (seperti arus air) dan semua rangsangan mekanis.

6. Sistem pencernaan sederhana

Sistem pencernaan yang dimiliki Turbellaria sangat sederhana, walaupun terdapat variasi antar spesies. Ususnya terbagi menjadi empat bentuk, yaitu usus tak berongga, usus lurus, usus bercabang tiga dan usus bercabang banyak. Keanekaragaman bentuk sistem pencernaan ini oleh para ahli taksonomi dijadikan dasar pengelompokkannya menjadi 4 ordo yaitu Ordo Acoela (tidak memiliki usus), Ordo Rhabdocoela (usus lurus / tidak bercabang), Ordo Tricladia (usus bercabang tiga) dan Ordo Polyclaida (usus bercabang banyak). Cacing Turbellaria dari ordo Tricladida ini umumnya dijumpai pada perairan tawar dan biasa disebut sebagai cacing planaria.

Itulah 6 ciri dari Turbellaria, semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *