Udang Vaname, Varietas Baru Unggulan

Udang vanameUdang vaname atau sering disebut juga sebagai udang putih memiliki nama ilmiah Litopenaeus vannamei. Jenis ini merupakan spesies introduksi yang dibudidayakan di Indonesia. Merupakan jenis udang yang berasal dari perairan Amerika Tengah, udang ini banyak di budidayakan di Venezuela, Brazil dan Meksiko.

Di Indonesa, udang vaname baru masuk dan mulai dikenal pada awal tahun 2000-an, pada awalnya petani kurang antusias dengan jenis udang ini dan lebih memilih membudidayakan jenis udang asli Indonesi tetapi setelah menunjukkan hasil yang menggiurkan, akhirnya banyak pembudidaya udang yang ikut membudidayakan jenis udang ini. Hal ini dkarenakan udang vaname dapat menghasilkan produktivitas mencapai lebih dari 13.600 kg/ha dikarenakan udang ini memiliki tingkat kelulusan hidup padat tebar yang tinggi..

Masuknya udang vaname ini kemudian dapat menumbukan gairah dunia pertambakan di Indonesia, dikarenakan jenis udang ini tahan terhadap penyakit. Hal ini menjadi kabar menggembirakan bagi para penambak, setelah pada sekitar tahun 1998 – 2000 banyak pernambak udang yang mengalami kegagalan panen akibat banyaknya serangan penyakit, terutama penyakit white spot yang menyerang tambak tambak udang walaupun sudah dikelola secara intensif dan modern.

Habitat Udang Vaname

Udang vaname adalah jenis udang laut yang habitat aslinya di daerah dasar laut dangkal dengan kedalaman 50 – 72 meter.  Habitat aslinya ada di sekitar samudra pasifik mulai dari Mexico, Amerika Tengah dan Selatan.  Hebatnya udang ini adalah walau habitat aslinya di laut tetapi dapat di budidayakan di air payau atau air tawar. Udang ini dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan yang berbeda dengan habitat aslinya.

Di alam, udang usia muda hidup di air payau, seperti muara sungai dan pantai. Baru saat memasuki usia dewasa udang jenis ini akan bergerak hidup di laut. Ukurna udang menunjukkan tingkat usia. Dalam habitatnya, udang dewasa dapat hidup mencapai umur 1,5 tahun. Pada waktu musim kawin tiba, udang dewasa yang sudah matang telur akan pergi menujuh tengah laut yang memiliki kedalaman antara 40 – 50 meter, disana udang jantan dan betina akan melakukan proses perkawinan, larva yang dihasilkan kemudian akan kembali lagi ke daerah pantai.

Makanan Udang Vaname

Udang vaname merupakan hewan karnivora yang memakan crustacea kecil, amphipoda dan polychaeta. Walau di alam hewan ni bersifat nocturnal (aktif pada malam hari), di tambak budidaya vaname tetap aktif pada siang hari sehingga tetap dapat diberi makan pada pagi dan sore hari. Pemberian makan udang ini dilakukan sehari 3 kali yaitu pada pagi, sore dan malam.

Untuk skala budidaya udang ini sebaiknya diber pelet dengan kandungan protein 30 – 35 %, pelet dengan kandungan protein sebesar itu sudah cukup optimal untuk membesarkan jenis udang ini. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan udang lokal seperti Penaeus monodon dan Penaeus japonicus yang membutuhkan kandungan protein hingga 45 %. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor positif dari jenis udang ini karena lebih hemat biaya dalam hal pakannya.

Siklus Hidup Udang Vaname

Siklus hidup udang ini dimulai dari pecahnya cangkah telur dan keluarnya bayi udang (stadium nauplius). Stadium nauplius ini berlangsung sekitar 46 – 50 jam. Pada stadium ini udang belum memerlukan makanan karena masih ada sisa kandungan telur untuk nutrisinya. Di alam pada stadium nauplius ini, mengalami resiko kematian yang tinggi dikarenakan indukan mengeluarkan telur pada lautan dalam padahal pada stadium nauplius ini udah belum tahan terhadap salinitas yang tinggi sehingga mereka akan bergerak menuju pantai mencari air dengan salinitas rendah.

Stadium berikutnya dari udang vaname adalah Zoea yang berlangsung selama 4 hari, Zoea mulai membutuhkan makanan karena nutrisi sisa dari telur sudah habis, makanan pada tahap ini berupa fitoplankton (Skeletonema sp). Stadium selanjutnya adalah mysis yang berlangsung sekitar 4 – 5 hari, mysis ini menyukai memakan zooplankton misalnya Artemia salina.

Udang kemudian memasuki fase post larva yang berlangsung sekitar 5 hari dan kemudian menjadi stadium Jouvenil (udang kecil). Pada stadium jouvenil ini seluruh organ sudah lengkap, dan di alamnya stadium jouvenil ini akan bermigrasi dari sekitar pantai menuju sungai yang lebih terlindungi. Pada stadium jouvenil ini sudah dapat diberi makan pelet hanya saja beri ukuran yang kecil. Stadium selanjutnya adalah stadium dewasa dan setelah berusia sekitar 2 bulan, udang vaname sudah dapat melakukan proses matting. Udang dewasa ini di alam akan bermigrasi ke laut lepas, bermigrasinya udang dari sungai ke laut lepas menunjukkan bahwa udang telah dewasa. Sehingga dalam satu siklus hidupnya udang vaname mengalami enam stadium yaitu nauplius, zoea, mysis, post larva, jouvenile dan dewasa.

Related Posts

Add Comment