Ulat Tanah dan Cara Membasminya

20 views

ulat tanahUlat tanah disebut juga dengan nama ulat pemotong (cut worm). Hal ini dikarenakan hama ini serangannya dengan cara memotong batang atau tangkai bibit muda yang baru ditanam.

Warna tubu ulat tanah cokelat gelap beralur cokelat di kedua sisi dan cokelat muda di bagian perut. Ia menyerang tanaman pada malam hari. Tanda tanda adanya serangan hama ini adalah terpotongnya tanaman pada pangkal batang atau tangkai daun. Pangkal batang yang terserang akan mudah patah dan mati. Kerusakan berat biasanya terjadi pada awal musim kemarau.

Morfologi

Telur hama ini berada secara tunggal atau berkelompok pada daun daun muda. Bentuknya bulat, berukuran kecil dengan diameter 0,5 mm dan berwarna kuning muda. Telur menetas setelah 3 – 5 hari. Seekor ngengat betina mampu menghasilkan 500 – 2.500 butir.

Pupa ulat tanah berwarna cokelat terang berkilauan atau cokelat gelap. Pupa dibentuk di permukaan bawah tanah dengan kokon terbuat dari tanah. Fase pupa berlangsung selama 5 – 6 hari. Daur hidup ulat tanah dari telur sampai dewasa adalah sekitar 36 – 42 hari. Lamanya daur hidup ini bergantung pada tinggi rendahnya suhu udara.

Ngengat berwarna cokelat tua dengan titik titik putih dan bergaris garis, kecuali pada bagian depannya berwarna abu abu atau pucat. Ngengat aktif hidup pada malam hari untuk berkopulasi, makan dan bertelur. Lama hidup ngengat dari ulat ini selama 7 – 14 hari.

Larva hama ini (fase ulat) berwarna cokelat tua sampai cokelat kehitam hitaman dengan panjang sekitar 30 – 35 mm. Stadium larva terdiri dari 4 – 5 instar. Larva aktif hidup pada senja atau malam hari, muncul ke permukaan tanah kemudian memotong pangkal batang dan tangkai daun tanaman yang masih muda. Pada siang hari, larva bersembunyi di bawah permukaan tanah di sekitar batang tanaman muda, celah celah atau bongkahan tanah kering. Saat istirahat, posisi tubuh larva sering melingkar. Fase perkembangan larva berlangsung sekitar 18 hari.

Cara Membasmi Ulat Tanah

Tanaman inang utama ulat tanah adalah tanaman sayuran seperti mentimun, kentang, kubis, semangka dan bawang. Selain pada tanaman sayuran. Hama ini menyerang tanaman jagung, padi, tembakau dan tebu.

Cara membasmi ulat tanah secara alami, salah satunya adalah dengan penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat di sekitar lahan budidaya, pengolahan tanah yang baik untuk membunuh pupa di dalam tanah serta sanitasi dengan membersihkan lahan dari gulma yang merupakan tempat ngengat ulat tanah meletakkan telurnya. Pengolahan lahan harus benar benar sempurna agar larva dan pupa mati.

Adapun pengendalian secara fisik, yaitu mengumpulkan larva dan memusnahkannya. Sebaiknya, upaya ini dilakukan pada senja hingga malam hari karena larva dijumpai di permukaan tanah sekitar tanaman yang terserang.

Cara membasmi ulat tanah secara alami lainnya adalah dengan memanfaatkan musuh alamiya seperti pretador, parasit dan patogen yang dapat mengurangi populasi ulat ini secara signifikan. Parasitoid larva ulat tanh yaitu Goniophana heterocera, Apanteles ruficrus, Cuphocera varia dan Tritaxys braueri. Predator penting adalah Carabidae dan patagon penyakit yang sering menyerang ulat tanah adalah jamur Metharrizium sp, Botrytis sp dan cacing Steinernema sp.

Jika terpaksa, pengendalian secara kimawi dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan obat yang sesuai dengan aturan. Apabila serangan ulat tanah sudah tinggi, lakukan penyemprotan dengan insektisida yang efektif, terdaftar dan diizinkan oleh kementrian pertanian antara lain aplikasikan sipermetrin pada tanah di sekeliling tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *