Unsur Hara Mikro dan Fungsinya

8 views

Unsur hara mikroUnsur hara mikro tidak kalah pentingnya dengan unsur hara makro bagi tanaman, walaupun dalam kebutuhannya hanya sedikit. Unsur hara mikro biasa juga disebut unsur hara minor atau trace element.

Unsur hara mikro terdapat dari beberapa sumber yaitu batu batu mineral, air irigrasi dan sisa bahan organik. Pada umumnya unsur hara mikro hanya sedikit diperlukan, antara beberapa gram sampai 1 kilogram bagi keperluan 1 hektar tanah dan pada umumnya merupakan zat katalisator atau zat yang dapat mempercepat persenyawaan kimiawi dalam tubuh tanaman. Jenis unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman, yaitu :

Besi (Fe)

Zat besi penting bagi pembentukan zat hijau daun (klorofil), pembentukan karbohidrat, lemak, protein dan enzim. Jadi jika kekurangan unsur hara mikro ini akan menghambat pembentukan klorofil, padahal klorofil ini sangat penting fungsinya bagi tanaman. Tanah yang banyak mengandng zat besi yaitu jenis tanah khlorite dan biotit.

Jika di dalam tanaman kekurangan Mn dan K atau kelebihan Sulfat akan mengakibatkan pergerakan zat besi terhambat dan zat besi tidak dapat di transport ke daun meskipun penyerapan Fe dari tanah berlangsung terus.

Adanya zat besi yang berlebihan di sekitar tanaman misalnya akibat pemupukan dengan zat ini yang overdosis dapat membahayakan bagi tanaman / keracun yang bisa mengakibatkan tanaman mati. Sebagai pupuk, zat besi ini dipakai  dalam bentuk laturan yang disemprotkan melalui daun atau dalam bentuk bubuk besi yang diinjeksikan pada tanah.

Borium (Bo)

Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3 dan berperan dalam pembentukan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pertumbuhan tepung sari, bunga dan akar. Pada legum terutama dalam pembentukan bintil bintil akar, Borium berhubungan erat dengan metabolisme K dan Ca. Unsur hara mikro ini dapat memperbanyak cabang cabang nodule untuk memperbanyak bakteri pengikat nitrogen dan mencegah bakteri parasit.

Kekurangan Borium dapat berpengaruh pada pertumbuhan kuncup dan pucuk yang tumbuh, Sel meristem juga akan terganggu pertumbuhannya sehingga dapat menyebabkan kelainan kelaianan dalam pembentukan berkas pembuluh. Akibatnya pengangkutan unsur hara dan nutrisi akan terganggu sehingga pertumbuhan tanaman  secara umum akan terganggu pula. Kekurangan Borium banyak terjadi pada tanah pasir dan tanah tanah yang kaya akan kapur.

Mangan (Mn)

Mangan diserap tanaman dalam bentuk Mn+, unsur hara mikro ini diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan zat protein dan vitamin terutama vitamin C. Selain itu, mangan peting untuk dapat mempertahankan kondisi hijau daun pada daun tua. Fungsi unsur hara mikro ini antara lain yaitu sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam macam enzim. Diduga Mangan ini berhubungan erat dengan reaksi Deoksidase dan Dehidroginase.

Tanah yang menderita kekurangan Mn dapat diatasi dengan memberikan 1% MnSO4H2O. Pemberian Mn dalam bentuk larutan dapat langsung dihisap oleh tanaman. Mangan banyak terdapat pada tanaman gandum. Di dalam tanah Mn terdapat pada minera Pyroluste (MnO2), Rhodonite (MnSiO3) dan Rhodochrosit (MnCO3).

Ketersediaan mangan bagi tanaman tergantung pada pH tanah, dimana pada pH rendah tanaman lebih mudah menyerap Mn. Penyemprotan MnSO4H2O melalui daun akan lebih efektif daripada melalui tanah, karena Mn pada tanah akan cenderung direduksi. Kelebihan Mn bisa dikurangi dengan jalan menambah zat fosfor dan kapur.

Tembaga (Cu)

Unsur tembaga diserap oleh akar tanaman dalam bentuk Cu2+. Tembaga sangat diperlukan dalam pembentukan macam macam enzim seperti Ascorbic acid oxydase, Lacosa dan Butirid Coenzim A. dehidrosenam.

Umumnya tanah jarang sekali yang menderika kekurangan Cu, akan tetapi apabila terjadi kekurangan Cu maka pengaruhnya terlihat pada daun yang menjadi belang dan ujung daun juga akan memutih. Jika kekurangan Cu terjadi secara berkelanjutan, tanaman akan layu dan mati.

Unsur hara mikro ini juga sangat berperan penting dalam pembentukan klorofil. Di dalam tanah Cu terdapat dalam bentuk Malachite dan Cuprite.

Defisiensi tembaga umumnya terjadi pada lahan gambut yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal (layu).

Seng (Zn)

Seng atau Zincum (Zn) diserap dalam bentuk Zndan merupakan bagian yang penting dari Asam Carboxylase,  Dalam keadaan sedikit Zn dapat memberikan dorongan terhadap perkembangan tanaman. Tetapi dalam pemberian Zn ini harus hati hati karena kelebihan sedikit saja akan memberikan tanaman keracunan. Sangat sedikit sekali taaman yang dapat tumbuh dengan lingkungan yang tercemar Zn dengan kadar 1 mg/l.

Senyawa senyawa Zn memiliki fungsi juga pada pembentukan hormon auxin dan penting bagi keseimbangan biologis. Defisiensi Zn dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat dan dapat menghambat pertumbuhan biji.

Di alam Zn terdapat dalam bentul Sulfida (ZnS) dan Calamine (ZnCO3). Kekurangan Zn sering terjadi pada daerah lembab serta pada tanah yang asam. Pemupukan Zn dalam bentuk ZnSO4.7H2O atau seng sulfat, pemupukan biasanya dilakukan melalui penyemprotan ke daun dan batang tanaman. Pemupukan yang dilakukan ke tanah tidak efektif dan mudah menyebabkan tanaman keracunan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *