Virus Pada Tumbuhan Yang Bisa Menyebabkan Penyakit

virus pada tumbuhanVirus pada tumbuhan merupakan salah satu penyebab penyakit utama terhadap tumbuhan. Virus sudah lama dikenal sebagai penyebab penyakit manusia maupun hewan. Penyakit ini antara lain : influensa, cacar, anjing gila, tampek, penyakit kuku dan mulut sapi, kerbau dan lain lain.

Perkenalan antara manusia dan virus sebenarnya telah lama terjalin. Kira kira dalam tahun 1700 sebelum masehi berjaringkitlah penyakit cacar di RRC. Penyebabnya baru dikenal benar pada tahun tahun perang dunia II, ialah sejenis virus.

Pada tahun 1892 iwanowski menyatakan bahwa perubahan warna daun tembakau dari hijau menjadi warna mosaik dapat berpindah ke daun lain yang masih sehat. Ia menyatakan pula, bahwa ukuran penyebabnya lebih kecil daripada bakteri dan dapat melalui saringan (pelapis) yang dibuat dari batu porselen. Tidak ada seeokor bakteri yang dapat melalui pelapis tersebut.

Nama “penyakit mosaik” diberikan oleh Adolf Meyer (1886) pada perubahan warna pada daun tembakau. Baru dalam tahun 1934 virus pada tumbuhan dapat dijelaskan setelah pada tahun tersebut mikroskop elektron yang dapat membesarkan hingga 100.000 x ditemukan. Sehingga para ahli pada waktu ini dapat mengemukakan pendapat bahwa penyakit mosaik disebabkan oleh sesuatu yang lebih kecil dari bakteri.

Penyebab ini diberi nama virus yang berarti kurang lebih zat lendir yang dapat mengakibatkan penakit. Belum dapat dipastikan apakah virus itu suatu jasad yang hidup ataukah benda mati. Virus mempunyai sifat dari kedua benda tersebut, yang jelas ialah bahwa virus merupakan benda yang terdiri atas zat protein. ia dapat berkembang biak dan bergerak seperti jasad yang hidup, jika berada dalam jaringan tanaman, hewan dan manusia yang masih hidup.

Gejala Adanya Virus Pada Tumbuhan

Jika tumbuhan terserang penyakit yang disebabkan oleh virus, terdapat gejala yang bisa anda amati, yaitu :

  • Perubahan warna dari hijau menjadi kuning setempat atau menyeluruh
  • Jaringan jaringan batang/cabang dan daun tersumbat oleh zat karbohidrat sehingga penyaluran air dari bawah ke atas terhambat, akibatnya tanaman nampak chlorotis.
  • Daun hijau berubah warna menjadi warna mozaik.
  • Bentuk tanaman menjadi kerdil, mengerut atau tampak adanya tumor dan daun banyak yang rontok
  • Tampak pada bagian tanaman yang hijau adanya goresan atau bercak bercak yang mengering
  • Daun bunga dapat berubah warna atau ada tambahan warna dalam bentuk goresan yang indah.

Penyebaran Penyakit Virus Pada Tumbuhan

Virus tidak mempunyai alat untuk bergerak. Untuk dapat berpindah tempat tampaknya tidak ada kemauan sendiri/pasif. Oleh karena itu penyebaran virus membutuhkan bantuan dari apa saja yang dapat bergerak.

Debu, tanah, rabuk kandang, sisa sisa tanaman, air, embun, serangga, burung,  hewan dan manusia dapat membawa virus ke tempat lain cukup dengan sengolan saja. Serangga yang senang menghisap tumbuh tumbuhan merupakan pembantu virus yang setia.

Oleh karena sangat kecilnya, virus dapat menyebar luas dalam seluruh tubuh tanaman. Tanamannya sendiri pula yang menyediakan kendaraanya yang berbentuk air (getah) yang berada di dalamnya. Dengan kenyataan tersebut, maka semua bibit yang berbentuk stek, cangkokan, okulasi, umbi maupun stek daun yang berasal dari tanaman yang dihinggapi virus pasti membawa virus juga. Bibit bibit demikian merupakan bibit yang sakit dan akhirnya tanaman kita di lapangan akan sakit pula kelak.

Suatu keanehan dari virus pada tumbuhan adalah virus ini tidak mau masuk ke dalam lembaga biji dan dapat dinyatakan, bahwa tanaman yang berasal dari biji praktis tidak berpenyakit virus. Bila pada kemudian hari tampak sakit, itu adalah akibat infeksi baru.

Di samping virus yang patogen pada tumbuhan dikenal pula virus yang dapat membantu tumbuhan. Jenis virus ini memakan bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan dan diberi nama “bakteriophage”.

Bagaimana Cara Virus Menyerang Tanaman?

Diatas telah diuraikan bahwa virus tidak dapat bergerak sendiri tetapi membutuhkan bantuan yang aktif dari beberapa unsur termasuk manusia. Di atas telah pula dikemukakan bahwa dengan senggolan saja virus dapat dibawa manusia. Gigitan serangga terhadap daun yang sakit, dengan mudahnya membawa virus di dalam mulutnya bahwa seluruh badannya ditempatkan lagi pada daun lain yang masih sehat. Oleh karena banyak sekali pembantunya (vektors) maka mungkin pada suatu ketika sebatang tanaman dapat ditanggapi lebih dari satu jenis virus.

Betapa merusaknya virus pada tumbuhan. Tetapi ada saja jenis tanaman yang tidak dapat diserangnya. Sifat ini yang disebut “immun” (kebal) yang secara aamiah dimiliki atau dapat diusahakan oleh manusia melalui pengetahuan persilangan.

Sekian sekelumit tentang virus yang amat kecil itu pada tumbuhan dan bukan tidak mungkin setiap hari dalam menu makan anda terdapat pula virusnya. Namun jangan khawatir, virus yang menyerang tumbuhan tidak akan menjadi penyakit bagi manusia.

Related Posts

Add Comment