Wereng Padi, Penyebab Hama dan Ciri Cirinya

Wereng PadiWereng Padi merupakan salah satu hama yang banyak menyerang tanaman padi di Indonesia. Penyebab hama wereng ini biasanya akibat penggunaan insektisida kimia oleh petani. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi hama tersebut, akan tetapi selalu saja dikala masa tanam tiba, hama tersebut muncul kembali. Salah satu contoh daerah yang telah terserang hama tersebut di tahun 2004 yaitu di kawasan Pantura. Kerugian yang sangat besar banyak di alami oleh para petani akibat dari serangan hama padi tersebut.

Pengendalian yang telah dilakukan mulai dari cara bercocok tanam yang baik, pemilihan bibit yang tahan hama serta pengendalian hama wereng padi telah pula dilakukan baik berdasarkan penyuluhan yang diterima dari petugas penyuluh lapangan (PPL) maupun dari dinas pertanian setempat, namun serangan hama tersebut tetap saja terjadi. Ada juga petani yang didorong oleh rasa kekhawatiran akan gagal panen, dalam mengatasi hama wereng padi tersebut dengan membuat sendiri oplosan obat anti hama wereng padi yaitu dengan cara mencampur minyak tanah dan oli tab (oli bekas). Tindakan yang dilakukan petani ini tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan karena akan mengancam kelangsungan hidup tanaman padi itu sendiri dan juga organisme hidup lain, di samping itu akan menambah besar biaya produksi.

(Baca Juga : Cara Membasmi Hama Thrips Pada Cabai Rawit)

Penyebab Hama Wereng Meledak

Kalau dicermati kasus kegagalan pengendalian hama wereng ini, kemungkinan salah satu faktor penyebabnya adalah berasal dari tindakan para petani itu sendiri yang selalu menggunakan insektisida  atau pestisida yang sama secara terus menerus dengan dosis yang tinggi. Tindakan pengendalian ini tentunya akan berdampak negatif baik terhadap lingkungan, maupun makhluk hidup lain. Contoh dampak negatif yang terjadi pada makhluk hidup antara lain timbulnya kekebalan baru pada tubuh wereng padi ini. Apabila generasi baru dari wereng tersebut muncul, maka generasi wereng ini akan kebal terhadap insektisida tersebut.

Dampak negatif lain yang timbul adalah musuh alami wereng yang menjadi pundah dan kondisi ini akan berakibat pada kesimbangan alam menjadi terganggu. Mungkin kasus hama wereng ini merupakan salah satu contoh bahwa karena musuh alami wereng punah, populasi wereng menjadi tidak terkendali. Kondisi seperti ini sudah berlangsung secara terus menerus. Setelah mengetahui penyebab hama wereng ini, seharusnya untuk mengembalikan lagi keseimbangan alam, maka pengendalian dengan cara seperti ini sudah selayaknya dikurangi atau hanya dipakai sebagai alternatif terakhir apabila pengendalian yang lain tidak membuahkan hasil.

Ciri Ciri Hama Wereng

Hama wereng termasuk serangga dari ordo Homoptera. Dari ordo ini, dua famili yaitu superfamili Fulgoroidea, famili Delphacidae dan famili Cicadellidae/Jassidae yang dikenal sebagai hama padi. Jenis wereng sendiri sebetulnya sangat banyak akan tetapi yang menimbulkan kerugian pada petani adalah wereng coklat atau Brown plant Hopper (Nilaparvata lugens), wereng hijau (Nephotettix sp), wereng loreng (Recilia dorsalis) dan wereng punggung putih (Sogatella frucifera). Dari keempat wereng tersebut, wereng hijau dan wereng coklat merupakan hama yang banyak menimbulkan kerugian dan keduanya juga menjadi vektor dari virus tungro yang juga menyerang tanaman padi.

Ciri ciri hama wereng hijau adalah tubuh biasanya meruncing ke arah belakang. Umumnya berwarna cerah atau ditandai dengan bagian tertentu yang berwarna cerah. Tibia kaki belakang memiliki satu deret duri atau lebih. Tempat hidupnya yaitu di berbagai tanaman, sebagian besar hanya mempunyai satu generasi. Sumber makanannya adalah daun dan cara memakannya yaitu dengan menghisap cairan pada daun.

Sedangkan ciri dari wereng coklat adalah umumnya ukuran tubuh kecil dan bersayap pendek. Tibia belakang mempunyai taji. Pada umumnya ditemukan pada padi dan tanaman rumput rumputan lainnya (famili Graminae). Telur diletakkan berkelompok dalam jaringan tanaman (Pada batang atau dekat tulang daun); berarna coklat muda dan menjelang menetas berubah menjadi coklat tua. Nimpha atau larva dan dewasa biasanya berada di bagian bawah tanaman. Dapat bermigrasi ke tempat lain dengan cara terbang dan biasanya terbang pada malam hari.

 

Related Posts

No Responses

Add Comment